Dia berkata, “Aku tidak punya Hati!” Isak tangisnya pun kembali terdengar Air mata yang kembali menetes mendahului hujan
Manusia mempunyai hati untuk merasakan Emosi juga terlahir dari hati Merasakan kegembiraan dan juga kesedihan Irama hati yang tak akan pernah berhenti Lalu berhenti saat kita mati dan kembali Irama hati yang tak akan pernah meninggalkanmu Karena hati itu adalah milikmu Irama hati yang kau buat sedih dan mati
Harapanmu mungkin sudah pupus Atau kau pikir kau adalah sebuah batu? Tanpa emosi, tanpa perasaan, dan tidak memiliki hati? Irama hatimu yang kau pikir mati masih ada kini bersamaku
W.S.Darmadi
9 Desember 2009
04:24 WIB
Saya tidak ingin mengomentari puisi ini, biarlah itu terjawab dengan puisi selanjutnya. Karena 1000 puisi pun tak akan sanggup.
Empat jam berlalu sejak sore tadi Namun aku merasa tak ada yang berubah Empati seakan mati sesaat Ruangan hampa dan dipenuhi emosi Gerak batin tak tertahankan Inilah saat diriku memerlukan-Nya
Neraka dalam diriku yang dirasakan Elegi biru pun yang terdengar lirih Gerakan tubuh membuat pemberontakan Api yang merusak biru yang hening Tanpa dilakukan mereka bergerak Irama batin yang selalu membantuku Fantasi yang dirasa, tapi inilah kenyataannya
W.S. Darmadi
8 Desember 2009
20:12 WIB
Hanya anak-anak biru yang dapat mengerti isi dari puisi ini.
Antara Langit Biru Cemerlang di Pagi Hari dan Mendungnya Hati
Seorang gadis melihat langit dengan penuh pengharapan
Aku melihatnya dengan kesedihan yang mendalam
Kerinduan akan hidupnya yang cemerlang seolah langit cerah di pagi hari
Padahal langit saat itu masih mendung
Hingga tetesan air matanya mendahului hujan
19:30 WIB by W.S. Darmadi
Seorang pria memandangku dalam tatap tajam
Seakan dapat membaca rinduku pada tiap kegembiraan
Sepintas senyum terlukis dari bibirnya
Entah apa dalam bayangnya
Hidupku masih dalam pedihnya rasa
19:37 WIB by Aya
Aku tak bisa mengetahui setiap perasaan
Meskipun aku seorang ahli perasaan sekalipun
Karena perasaan tak dapat terjawab
Walau hati telah berkata bahwa sesuatu telah terjadi
Aku tersenyum memecah keheningan gadis itu
Hanya mencoba berusaha tuk membuat langit birunya kembali yang cemerlang
Karena aku sebuah cahaya lampu yang ingin menjadi seterang mentari
19:43 WIB by W.S. Darmadi
W.S. Darmadi feat Aya
4 Desember 2009
Puisi ini jelas puisi berbalas-balasan. Saya tidak ingin menceritakan detail kejadian atau kisah dibalik puisi ini. Biarlah para pembaca yang mengartikan dengan imajenasi mereka sendiri. Yang jelas puisi ini dibuat oleh saya, dan seorang kawan saya yang bernama Aya.:)
Kebut-kebutan merupakan sebuah hal yang memacu adrenaline kita. Namun hal itu menjadi sebuah hal yang sangat salah apabila dilakukan di tempat yang tidak semestinya, yaitu di lintasan balap. Kebut-kebutan dapat membahayakan orang-orang di sekitar kita apabila dilakukan selain di lintasan balap. Pernahkah kita memikirkan tindakan kebut-kebutan yang kita lalukan dapat juga menimpa sebuah celaka bagi orang-orang yang kita sayangi?
Video ini akan membawa anda menemukan jawabannya :
Semoga ini menjadi bahan renungan untuk kita bersama.
Luna Maya yang kita kenal sebagai model, artis film dan sinetron (juga penyayi) kini mencoba terjun ke dunia penyutradaraan. Walaupun masih tergolong film pendek yang berdurasi sekitar 10 – 15 menit, tetapi Luna mengaku tegang. Judul film pendeknya ada “Suci and The City” (mungkin terinspirasi Sex and The City) yang berkisah tentang seorang gadis polos yang tertipu dan terjebak dalam jerat Human Trafficking atau Perdagangan Manusia.
Berikut ini spoiler ceritanya :
Suci yang sedang menunggu angkutan umum di sebuah halte bus menemukan sebuah tas berisi sejumlah uang dan surat-surat penting. Kemudian dia bertanya pada seorang ibu yang sedang duduk di halte itu, apakah itu miliknya atau bukan. Kemudian ibu itu berkata kalau ia tahu alamat pemilik dompet itu. Bersama dengan ibu itu, Suci mencari dan mengembalikan tas tersebut ke alamat yang tertera di dompet tersebut. Sesampainya di rumah itu, Suci disekap dan dibuat tak sadarkan diri. Ternyata kedua ibu itu bersekongkol dan mereka adalah jaringan Human Trafficking atau Perdagangan Manusia.
Berbeda dengan kebanyakan sutradara lainnya yang baru terjun ke dunia penyutradaraan, ternyata Luna Maya sangat memperhatikan setiap detail yang ada. Bahkan jarum jam dinding yang terlihat pun tak luput dari penglihatan Luna Maya, hal itu membuktikan keseriusan dan profesionalitas Luna Maya dalam dunia yang baru ia geluti ini.
Film ini sendiri diproduksi selama 2 hari, dengan pemeran-pemeran yang cukup kita kenal, diantaranya adalah Dara “The Virgin” dan Nani Wijaya. Selain itu ada pula Jian Batari yang memerankan tokoh utama Suci. Jian Batari sebelumnya juga pernah bermain dalam film “Mengaku Rasul”.
Film ini sendiri diproduseri oleh Garin Nugraha.
Jian Batari sebagai Suci
Bagi yang ingin menonton filmnya, silahkan tonton pada dua video di bawah ini…
Kami mempersilahkan siapa saja yang ingin menduplikasi karya-karya tulisan dalam blog ini, dengan catatan menyertakan sumber (link) dari blog ini.
Terima kasih.