Semalam pada saat saya mau tidur dan hendak menuliskan status penurup malam di Twitter, saya dikejutkan dengan beberapa tweet dari kawan-kawan saya yang memberitakan adanya kericuhan di Blowfish Club. Blowfish sendiri adalah salah satu tempat hiduran malam *ajep-ajep* yang cukup terkenal di kalangan dugemers.

Saat membaca tweet-tweet itu, saya pikir hal yang wajar di sebuah tempat kerlap-kerlip dunia hedonisme terdapat kericuhan. Paling-paling mereka mabuk, berebut perempuan, lalu bertengkar. Begitu yang saya lihat di film-film.

Tiba-tiba huruf-huruf di status tweet mereka menjadi memanas. Ada tembakan! Ada yang tertembak! Ada yang kejepit! Dan beberapa tweet kemudian muncullah tulisan yang kira-kira isinya adalah, “Sekelompok orang menyerang, kemudian mengepung mereka, cek-cok mulut, dan adu tembakan pun terjadi.” Seperti film-film gangster luar negeri ya? Tapi itu benar-benar terjadi! Dan akhirnya seseorang menuliskan sesuatu bahwa ia melihat 2 orang tergeletak di lobi Blowfish, salah seorang diantaranya berlumuran darah. Saat itu saya hanya bisa membayangkan keadaan yang terjadi di sana melalui tulisan-tulisan dari tweet beberapa pengunjung yang online melalui ponsel mereka. Herannya masih sempat-sempatnya mereka menulis status di saat keadaan genting seperti itu.

Oke, mungkin semua penasaran dengan keadaan di sana. Saya tak mungkin menampilkan printscreen status kawan-kawan saya yang hobi dugem itu di sini, tapi saya berhasil mendapatkan foto-fotonya dari seorang pengunjung yang menyebarkannya melalui twitter.

Sebelumnya saya berterima kasih sekali kepada pemilik foto ini karena telah mau membagi beritanya sebelum para petugas mengamankan tempat tersebut. Tentunya inilah foto-foto eksklusif TKP saat itu.

Sungguh mengerikan melihat sesosok mayat berlumuran darah.

Sebelum tulisan ini saya publish di blog ini, sebelumnya saya sudah mencoba membuat threadnya di kaskus guna mengumpulkan informasi. Dan dari beberapa informasi yang saya dapat, sepertinya penyerangan Blowfish terkait kejadian di malam sebelumnya (Jum’at), dimana ada seorang pemuda di bawah 17 tahun mencoba menerobos paksa Blowfish yang memang diperuntukkan untuk orang dewasa yang sudah memiliki KTP. Karena pemuda itu memaksa masuk, para bodyguard atau security Blowfish kemudian memukulinya hingga babak belur. Sang pemuda yang naas itu kemudian berkata bahwa ia adalah “anak orang penting” (mungkin semacam anak pejabat atau sejenisnya) dan berjanji akan menuntut balas. Kemudian terjadilah kejadian rusuh yang terjadi pada malam (04/04/2010) pukul satu dini hari tadi. Disinyalir pelaku penyerangan adalah orang bayaran, dan kini polisi masih mengejar mereka. Dari berita terbaru yang dirilis polisi, kedua korban kini sudah berada di RS Polri Kramat jati (deket rumah saya tuh), dan diberitakan seorang tewas dan seorangnya lagi dalam kondisi kritis.

Oke, ada update terbaru. (VERSI POLISI) Ternyata Polisi merilis berita bahwa kasus penyerangan semalam adalah perebutan lahan antar geng :

Ternyata Dua Geng Itu Rebutan ‘Lahan’

Ternyata penyerangan yang dilakukan belasan orang terhadap satpam Blowfish Kitchen and Bar, City Plaza, Wisma Mulia, Jakarta Selatan, Minggu dini hari karena rebutan ‘lahan’ menjadi security.

“Ternyata masalahnya hanya rebutan lahan,” ujar salah seorang polisi di lokasi, Minggu (4/4/2010).

Menurut informasi di lapangan, posisi keamanan saat ini dipegang oleh sebuah geng suku A (yang diserang), sedangkan geng suku F yang melakukan penyerangan.

Menurut saksi mata, segerombolan orang berpakaian safari dan casual memasuki restauran yang menyajikan makanan khas jepang itu dengan menumpang beberapa taksi. Mereka yang jumlahnya belasan langsung memasuki restauran dan menyerang satpam dengan brutal.

“Kejadiannya sekira pukul 00.00 WIB, begitu segerombolan penyerang turun dari taksi, meraka masuk per dua orang. Lampu mendadak mati 

dan langsung terjadi penyerangan itu,” ujar salah seorang saksi mata di lokasi kepada wartawan.

Lokasi kejadian sudah diberi garis polisi, sejumlah saksi saat ini sedang diperiksa di Mapolres Jakarta Selatan. Pantauan di lapangan, beberapa kaca terlihat pecah dan kondisi ruangan yang sangat berantakan.

Dikutip dari Okezone.com

Update terbaru versi Anton Medan (mantan preman yang kini menjadi ustadz) :

Perang Antargeng Dipicu Soal Perebutan Lahan

Anton Medan, mantan preman yang kini telah menjadi seorang kiai, menyatakan bahwa konflik atau pertikaian yang melibatkan dua geng di Klub Blowfish, Minggu (4/4/2010) sekitar pukul 01.45 WIB dilatarbelakangi soal perebutan lahan.

Namun lahan yang diperebutkan itu, ungkap Anton, bukanlah lahan yang Blowfish melainkan lahan yang berada di lokasi lain.

“Keributan ini adalah yang kedua kalinya. Pertemuan mereka yang pertama tidak menemukan kata sepakat. Lalu, keributan yang terjadi tadi malam adalah pertemuan yang kedua,” ungkap Anton setelah mendapat penjelasan dari kedua belah pihak, termasuk dari Hercules.

Saat pertemuan yang kedua malam tadi, lanjut Anton, salah satu kelompok mengikut sertakan orang atau kelompok lain, di antaranya dari NTT.

“Karena tak ada kata sepakat, akhirnya bentrok pecah,” kata dia. Dalam aksi itu, terdapat kelompok atau geng yang membawa serta senjata tajam, di antaranya parang, pisau, termasuk senjata api.

Namun ketika Anton menanyakan penggunaan senjata api tersebut ke Hercules?Hercules membantah kalo senjata api itu didatangkan pihaknya. “Hercules tak tahu menahu soal senjata api itu. Dia katakan, Pak Kiai bisa tahu kalau yang gunakan senjata tajam siapa saja,” tandas Anton menirukan ucapan Hercules.

Dikutip dari TribunNews.com

Sekian Tio Alexander melaporkan dari pengamatan dan hasil wawancara beberapa orang yang mengklaim dirinya terlibat langsung di TKP. Nanti kalau ada berita terbaru tentang masalah ini lagi, insya Allah akan saya update.

Yah, saya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala kepada mereka yang memiliki kehidupan hedonisme. Alhamdulillah seumur-umur saya belum pernah menginjakkan kaki di tempat-tempat yang dilaknat para malaikat tersebut, dan tidak akan pernah sekalipun!

Buat apa mencintai dunia kalau sebenarnya mencintai dunia malah menjerumuskan kita?

About these ads