Setelah sebelumnya saya mempublish foto tentang seorang anak yang diperkirakan tewas dipukuli Satpol PP, kini saya akan mempublish foto Satpol PP yang menjadi korban. Ada tiga orang Satpol PP yang tewas saat perang di Koja kemarin. Ketiganya adalah Ahmad Tajudin, Israel Jaya Mangunsang, dan W Soepono. Berikut beritanya :
Ahmad Tajudin, Satpol PP yang Tewas di Koja
Bentrok di muka makam keramat Mbah Priok menimbulkan korban jiwa. Dua orang aparat Satuan Polisi Pamong Praja dipastikan tewas, Ahmad Tajudin dan W Soepono.
Kepergian korban menimbulkan duka bagi keluarga. Kakak Ahmad Tajudin, Ahmad Rivai (32), mengetahui kabar duka itu sehabis maghrib.
Lelayu datang dari rekan korban dari sesama anggota Satpol PP Jakarta Barat. “Pertama kali dikabarkan hanya cidera, begitu dikabarkan saya langsung ke RS Koja,” kata Ahmad Rivai, Kamis 15 April 2010 dini hari.
Ahmad Tajudin tewas dalam usia relatif muda, 27 tahun. Dia adalah warga Jalan HH No 43 RT 9/1, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Sebuah rumah sederhana satu lantai dengan tembok warna biru, diketahui sebagai tempat tinggalnya.
Ahmad Tajudin adalah anak kesebelas dari 13 bersaudara, dari pasangan Haji Mahmud dan Hj Halifah. Korban bekerja di Satpol PP Walikota Jakarta Barat sejak tahun 2005.
Ahmad Tajudin tewas dengan luka sabetan di punggung, luka di kepala, wajah dan lengan.
“Kami menerima ini dengan sabar dan meminta pengertian dari satpol PP untuk memperhatikan anggotanya,” kata Ahmad Rivai.
Sebelumnya, kepastian tewasnya Ahmad Tajudin disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Priyanto saat berkunjung ke RS Koja, pukul 23.00 WIB, Rabu 14 April 2010. Saat itu, baru satu aparat yang dipastikan tewas.
Sumber berita VivaNews
Kemudian ini berita tentang kematian Israel :
Keluarga Sesali Kematian Israel
Keluarga mengaku menyesalkan kematian Israel Jaya Mangunsang (26), aparat Satpol PP Jakarta Utara yang mengorbankan jiwanya ketika bertugas dalam penggusuran di Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang berakhir dengan kerusuhan.
“Meski dia (Israel) meninggal saat bertugas, namun saya tetap menyesali kejadian itu. Sebab Pemerintah Jakarta Utara tidak membekali keterampilan anggota Satpol PP untuk menghadapi massa,” ujar adik kandung korban, Kartika (22), kepada ANTARA di Bekasi, Kamis.
Almarhum Israel yang tinggal bersama orang tuanya di Jalan Swadaya RT02 RW14 nomor 97, Kelurahan Jati Bening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, telah bergabung dalam Satpol PP Pemerintah Jakarta Utara sejak tahun 2005 dengan status sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT).
“Berdasarkan pengakuan kakak saya, dia hanya dibekali pengetahuan seputar pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) dan jarang dibekali ilmu bela diri mau pun persenjataan yang lengkap untuk mengatasi kericuhan massa,” katanya.
Saat peristiwa kericuhan Tanjung Priok, kata dia, Israel anak ke dua dari empat bersaudara pasangan Zainal Abidin Mangunsong dan Ny. Tintauli Pangaribuan itu tergabung dalam tim lapis pertama pengamanan di Jalan Koja dekat Terminal Peti Kemas Tanjung Priok.
“Saat terjadi bentrokan, Israel bersama dengan rekan satu timnya tidak mampu mengimbangi jumlah massa yang saat itu mulai beringas. Saat terjadi kejar-kejaran, kakak saya terjatuh, sementara tameng dan pentungannya terpental,” katanya.
Melihat situasi itu, kata dia, sekumpulan massa yang mengamuk langsung melempari batu ke tubuh korban serta memberi pukulan menggunakan benda tumpul hingga mengeluarkan darah di bagian kepala belakang.
“Informasi yang saya terima dari temannya, Israel sama sekali tidak memberikan perlawanan, dan temannya lari menyelamatkan diri,” katanya.
Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Koja Jakarta Utara dalam keadaan koma untuk mendapat perawatan darurat. Namun, fasilitas kedokteran di RS tersebut tidak maksimal, sehingga kembali dirujuk ke RS Tarakan Jakarta Pusat, hingga akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 04:00 WIB akibat luka dalam di bagian kepala.
Sementara itu, Mikron Abadi (35), rekan korban yang juga bertugas sebagai anggota Satpol PP Jakarta Utara, turut membenarkan pernyataan Kartika terkait minimnya pembekalan anggota oleh Pemerintah Jakarta Utara dalam mengahadapi kerusuhan.
“Dalam sebulan, kami hanya sekali diberi pelatihan ilmu bela diri dasar setiap hari Jumat. Itu pun hanya sekitar 20 persen saja, selebihnya senam kesehatan jasmani di sekitar pelataran parkir gedung pemerintahan,” ujarnya.
Kendati anggota Satpol PP telah diberi Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) dari pemerintah setempat, kata dia, namun tidak seluruh anggota mendapat fasilitas secara penuh.
“Untuk kategori PTT, hanya menerima biaya pengobatan di RS saja. Namun, bagi yang telah PNS sudah menerima tunjangan secara penuh termasuk asuransi kematian,” ujarnya.
Menurut Mikron yang saat kericuhan bertugas sebagai supir truk pengangkut anggota, upah yang diterima anggota Satpol PP dengan status PTT setiap bulannya sekitar Rp1.650.000. Dengan perincian gaji pokok sebesar Rp900 ribu ditambah tunjangan kinerja Rp750 ribu.
Sumber berita Antara
Dan yang terakhir berita tentang W Soepono :
Jenazah Satpol PP Soepono Dievakuasi Petugas PMI
Setelah berjam-jam tergeletak, jenazah Satpol PP W Soepono, berhasil dievakuasi. Jenazah Soepono diusung dengan keranda oleh petugas PMI sambil berjalan kaki.
Pantauan detikcom, Selasa (14/4/2010), puluhan santri yang sebelumnya bentrok dengan Satpol PP, kini membantu mengawal jenazah tersebut ke RS Koja. Letak RS Koja memang tidak terlalu jauh dari pelabuhan ini.
Para santri juga membacakan salawat untuk jenazah Soepono. Informasi yang dikumpulkan, setelah dibawa ke RS Koja, Soepono akan diotopsi di RSCM.
Sebelumnya Soepono ditemukan tewas di kawasan peti kemas kompleks Pelindo. Kondisinya cukup mengenaskan. Seragam Satpol PP yang masih melekat di tubuhnya dipenuhi dengan darah.
Sumber berita DetikNews
Saya tidak mengetahui yang manakah diantara ketiga anggota Satpol PP tersebut yang ada di foto ini. Yang jelas foto ini diambil selepas kejadian bentrokan antara warga Koja dengan aparatur pemprov DKI tersebut.
Berikut foto-fotonya :
Korban ditemukan warga telah berlumuran darah dan dibiarkan tergeletak
Korban ditemukan warga telah berlumuran darah dan dibiarkan tergeletak




109 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
15/04/2010 pada 14:08
Noriez
Ngeri ya…
*Prihatin banget sama kejadian ini.
Kalo begini, semuanya jadi korban.
*dan apa yang terjadi kemarin, akan jadi sejarah hitam bangsa Indonesia untuk Anak Cucu kita..
Satpol PP vs Warga..
15/04/2010 pada 14:51
SouL
ngeri!! amat !!!!!!!!!!
15/04/2010 pada 15:32
Danu Akbar
astaghfirullah.
Indonesia sekarang makin memprihatinkan.
semua masalah di selesaikan dengan kekerasan.
15/04/2010 pada 15:36
salmaninstitute
Seluruh pengurus salmaninstitute turut berduka cita atas peristiwa kelabu di Tanjung Priok
15/04/2010 pada 16:55
rama
Inalilahi Wa inna Ilaihi Rojiun, tragis sekali….. smg jgn terulang kembali tragedi ini di bumi pertiwi ini, Amin
15/04/2010 pada 18:41
novita
bravo “MBAH PRIOK”
15/04/2010 pada 19:15
rusli
ni la kebodohan rakyat ini
g pernah pake otak mau nya pake otot doank
padahal 1 bangsa z pun bisa bgt
15/04/2010 pada 19:17
Tio Alexander™
Pemimpinnya juga begitu sih gan
15/04/2010 pada 22:20
gun young ysrael
yaaa emang gitu resiko jadi antek!!!! yang diantekin penjahat, penjarah, koruptor!!!!! makanya masih percaya ama preman yang ngaku jadi pemerentah????????? booooooooooooooooooonx!!!! bravo rakyat!!!!!!
17/04/2010 pada 14:28
gun young ysreael kovlok!!
orang lg berduka komennya malah gn.. anda tidak berpendidikan sekali..
16/04/2010 pada 08:16
m a d i x
mereka tidak bodoh, mereka hanya menganggur dan tak mengerti, jika semua orang bekerja, mana ada yang sempat mengurusi kekerasan seperti ini?
16/04/2010 pada 16:52
waluyo
benar-benar….
15/04/2010 pada 19:36
mamad
sedih hati ini oh… indonesiaku tercinta. saatnya kita bangkitkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.. yang telah lama hilang digilas semangat penegakkan hukum, ham, kapitalisme, demokrasi yang keblabasan….
15/04/2010 pada 19:49
budi orang pandeglang
rakyat tetap yang menjadi korban para penguasa dan pemilik negeri, begitu mudahnya nyawa-nyawa rakyat dipertaruhkan demi uang, rakyat adalah kekayaan paling berharga, jangan adu domba mereka dmi kepentingan duniawi, apakah demi kepentingan segenlintir orang serakah rakyat dijadikan tumbal, negriku dipenuhi orang serakah
15/04/2010 pada 19:51
Adek
Masya Alloh…. Beginikah budaya Orang Timur saat ini… ???
16/04/2010 pada 20:57
FBI
orang timur jauh barangkali,… kalo disini tidak seperti itu
15/04/2010 pada 20:15
sergo
MAMPUS!!!
16/04/2010 pada 08:14
m a d i x
kalo saudara, ayah, anak, atau anda sendiri yang (maaf) “mampus”, apakah anda bahagia juga?
16/04/2010 pada 14:57
Bento
makanya jangan asal bilang mampus, dia juga punya anak…istri dan keluarga
16/04/2010 pada 20:29
cardio82
Mampus Satuan polisi preman penjahat.
18/08/2010 pada 04:35
imanuel
bicara hati-hati mas mulutmu adalah harimau mu, mereka hanya menjalankan tugas yang mengabdi untuk bangsamu indonesia
16/04/2010 pada 20:51
FBI
astafirullah,… masih ada yang komen kayak gitu
18/08/2010 pada 04:32
imanuel
mudah-mudahan saudara sendiri mengalami hal tersebut, semoga anda di beri petunjuk
07/11/2010 pada 21:50
Fajri
Wah… anda yang bilang mampu berarti adan tidak punya perasaan gmn kalau sudara anda yg menjadi korban… itu juga bukan salah Satpol PP atau Masyarakat yang salah adalah pemerintah mereka (Satpol PP) hanya menjalankan perintah.. kalau mau koment pikir dulu… hal yang atau yang buruknya
15/04/2010 pada 20:30
musuh publik
..Untuk sego..mustinya lo tahu..dia masih saudara kita..apapun tindak yg di lakukan tidak di benarkan di atas agama dan kemanusiaan..elo perlu ketahui..ketika harga diri kita di injak dan saudara kita di pukuli sampai mati oleh negara lain..mana ada yg reaksi ( Malaysia )..kok dengan saudara sendiri lebih biadab….BIADAB LO ORANG…
15/04/2010 pada 21:03
Thom
kalo begini, satpolmppnya juga korban ya…
kekerasan emg ujung-ujungnya keduabelah pihak yg jadi korban
15/04/2010 pada 21:51
joni prayoga
MULAILAH JADI BANGSA YG BERPENDIDIKAN DARI SEKARANG, INDONESIA…
SELESAIKAN MASALAH DENGAN OTAK BUKAN DENGAN OTOT, APALAGI DGN PERTUMPAHAN DARAH….PRIHATIN BANGET!!!
15/04/2010 pada 22:22
gun young ysrael
yang ndidik tu negara!!!! negaranta gak becus ngasih pendidikan rakyatna….
negara preman! biarin rame… mampus sekalian….!!!!
15/04/2010 pada 22:29
mumetzwae
sesuatu yang sebenarnya tidak rumit tapi dibikin rumit, apa itu coba…obat nyamuk…
15/04/2010 pada 22:45
anton hendra
sat pol pp hanya menjalankan tugas mengapa hrus mesti pol pp yg di dsalahkan. pol pp adalah pengayom masyarakat dan menjaga ketertiban dan keamanan itu lah tugasnya.bentrok terjadi karna masa yang mengadakan perlawanan.mgkin ada motif di balik ini.saya pribadi menolak kalau pol pp di bubarkan karna pol pp sdah berumur 60 tahun.
harap masyarkat mengerti pol pp juga mayoritas agama islam sekali lagi mereka hanya menjalankan tugas.
jaga perdamian selalu…………..
15/04/2010 pada 23:54
chero
SATPOL ditugaskan untuk jaga instansi pmerintah,bukan untuk perang.sebaiknya tentara aja yang hadapi kerusuhan,pelaku krusuhan bukan warga tapi udah preman,itu pantasnya di berondong peluru tajam.kalau memungkinkan culik,buang ke laut yang paling dalam.
17/04/2010 pada 20:46
Ai
Elo Kali yang Preman, Tentara itu untuk mempertahankan negara, dasar lu gobl***…
16/04/2010 pada 00:21
Thomas
Siapa yang salah?? satpol PP ibarat makan buah simalakama, maju disalahkan, nggak maju dapat sanksi.
TRAGIS!
16/04/2010 pada 01:05
Abu Musaddad
Salam kenal dari Malaysia……….
16/04/2010 pada 03:51
DESTA
Alloh Benci sesama muslim Yang saling membunuh inilah tanda di mana sunnah telah di tinggalkan_ setiap manusia bertindak seperti binatang!!!
”
tidak hanya satpol PP semuanya DANCO!!!!!
16/04/2010 pada 06:08
elly05
oh god,,,
apa lagee ini,,,,
16/04/2010 pada 07:35
Top Posts — WordPress.com
[...] Foto-Foto Satpol PP yang Tewas di Depan Makam Mbah Priok Setelah sebelumnya saya mempublish foto tentang seorang anak yang diperkirakan tewas dipukuli Satpol PP, kini saya akan [...] [...]
16/04/2010 pada 07:45
unaisahpulsa
ini yg salah bukan satpol PP dan bukan warga tp bang foke yg hrs tanggung jawab.
16/04/2010 pada 08:13
m a d i x
Apakah anda sudah merasa menjadi yang paling benar didunia ini?
jika iya, anda baru berhak menyalahkan orang lain.
16/04/2010 pada 08:11
m a d i x
SEMUANYA SALAH,
UNTUK PEJABAT PELINDO: SUDAH BERAPA LAMA ANDA MERENCANAKAN INI? MERENCANAKAN PERANG SAUDARA YANG BENAR BENAR MENGHASILKAN TIPUDAYA, FITNAH, BAHKAN PEMBUNUHAN. DOSA ANDA BERIBU-RIBU KALI LIPAT DIBANDING ORANG YANG MENYABET DAN MEMBUNUH SAUDARA MEREKA SENDIRI DIPERISTIWA INI. ENTAH SEPERTI APA ANDA NANTI DI NERAKA.
UNTUK SATPOL PP: JANGAN ANDALKAN EMOSI SEMATA DALAM MENJALANKAN TUGAS WALAU SAYA YAKIN ANDA SEMUA TIDAK PERNAH BERNIAT UNTUK MENGANIAYA SAUDARA SENDIRI. JIKA MEMANG SITUASI TIDAK KONDUSIF, MENGAPA TIDAK MUNDUR SAJA? MENGAPA TIDAK DIAM SAJA DAN BIARKAN PARA PEJABAT PELINDO SENDIRI YANG MAJU MELAWAN WARGA? TOH MEREKA PUNYA DUIT BANYAK UNTUK GANTI HARGA TANAH, ITU PUN BILA WARGA BERKENAN.
UNTUK WARGA: JANGAN MAIN HAKIM, SATPOL PP JIKA BENAR-BENAR NIAT KEKERASAN, MEREKA BISA SAJA PAKAI BOM MOLOTOV UNTUK MEMBUYARKAN KEPUNGAN-KEPUNGAN ANDA SEMUA, TAPI TERNYATA TIDAK BUKAN? CUKUP ADAKAN PAGAR BETIS, TIDAK PERLU SAMPAI MEMBUNUH, ANDA SUDAH CUKUP BERDOSA UNTUK MENGHILANGKAN NYAWA SAUDARA ANDA SENDIRI, APALAGI MENJARAH DAN MENCURI SAMPAI MENJUAL YANG BUKAN HAKNYA, DOSA ANDA BERTAMBAH DAN BUKAN LAGI SEBAGAI PEMBELA SANG AHLI WARIS. JANGAN MENGKLAIM BAHWA SATPOL PP HANYA HIDUP DARI UANG ANDA (RAKYAT), MEREKA HIDUP DARI ALLAH, BEGITUPUN ANDA. JANGAN ANGGAP UANG ITU LEBIH BERHARGA DARI ALLAH SEHINGGA MEMINTA BALAS BUDI DARI PAJAK YANG ANDA BAYAR.
UNTUK PEMERINTAH: BILA PEMERINTAH MEMPEKERJAKAN SELURUH RAKYAT (ENTAH SEBAGAI GURU, BURUH, ATAU BAHKAN TUKANG PARKIR OR SENIMAN JALANAN YANG BERSENI), TENTUNYA TAK AKAN ADA ORANG YANG MENGANGGUR DAN AKHIRNYA LEBIH BAIK IKUT2AN HURU HARA DAN MERUGIKAN LAINNYA, BAHKAN MEMBUNUH.
UNTUK SAYA SENDIRI: MAAF TIDAK DAPAT BERPARTISIPASI KARENA SAYA BEKERJA UNTUK HIDUP SAYA SENDIRI DAN ORANG2 DISEKITAR SAYA. SAYA HANYA BISA MEMBERI SEDEKAH DAN BUKAN MENYUMBANG DENGAN KEKERASAN FISIK.
16/04/2010 pada 21:00
diyat
yang salah siapa?,,,yang benar siapa,….? yang nyuruh siapa,…yg punya maksud siapa…tujuannya utk apa…..sok lalieur sim kuring mah,….ku jaman kiwari….boga ibu pertiwi teh ngan ceurik wae………smoga saladar…mikir heula mun rek ngalakukeun naon2 teh……
sediiiihhhhh….sediiihhhhh saya mah
17/04/2010 pada 00:44
anton hendra
saya sependapat dengan anda.kita tidak boleh saling menyalahkan yang terpenting sekarang kita kembali untuk membnah diri.jika tidak saling emosi pasti tidak terjadi hal yang demikian toh semua masalah bisa di selesaikan dengan musyawarah
16/04/2010 pada 08:25
fakhma
wahhhh,,…
merinding dengernyaaa,…
16/04/2010 pada 08:56
mitra-karya
lha wong anggota dewannya saja kalo menyelesaikan masalah juga jotos-jotosan,palagi rakyat bawahnya. Satpol PP udahlah gaji gak seberapa, didikan ala satpam dipekerjakan ala militer. Yang kaya makin rakus, pelabuhan kurang lebar apa..? keruk tuh puncak, urug tuh pantai, jgn situs sejarah di obok-obok.. Begini nih, kalo dah jatuh korban baru ngomong hentikan, dari kemarin pada kemana neh pemerintah..?
16/04/2010 pada 15:12
Bento
Mas /ibu : Mitra karya, dari awal juga makam itu tidak akan dibongkar, inilah kalau anda hanya dapat berita sepihak, mereka itu mau menertibkan bangunan yang berdiri disekitar makam, sehingga penataannya jelas.
sebenarnya mereka yang terlibat bentrok itu belaain siapa sih wong ahli waris minta ganti rugi kok…….mungkin kalau dibayar sesuai dgn NJOP ahli waris tersenyum dan selelsai dapat duit.
mudah-mudahan ada bisa yang kasih info yang jelas sehinga masyarakat itu jangan deh mudah terprovokasi…….kalau udah begini ya rugi sendirikan, menyusahkan keluarga, anak istri dll.
yuk kita jaga perdamaian keluarga besar bangsa Indonesia ini……amin
16/04/2010 pada 09:58
auliaafifhuda
kalo udah begini, baru pada dingin mikirnya..
turut berbela sungkawa
16/04/2010 pada 10:31
Kautsar
berantem gara-gara kuburan? sayang banget..
16/04/2010 pada 10:39
meriyantodoktoral
KEKERASAN TIDAK AKAN MENGHASILKAN KEBAIKAN…… MALAH AKAN MENAMBAH PARAH KEADAAN… HENTIKAN SEGALA MACAM BENTUK KEKERASAN DI TANAH AIR INI…..
16/04/2010 pada 11:22
omiyan
ati ati berita yang ditayangin oleh beberapa Media sepertinya sengaja ga berimbang ketika Satpol PP Vs Warga China Benteng, Media meliputnya ke warga China Benteng tapi ketia Satpol PP Vs Kelompok warga Makam Mbah Priok, terkesan berita yang ditonjolkana dalah korban yang berjatuhan dari Pihak Satpol PP
seharusnya ada berita Kronologis kenapa hal ini terjadi ….
Ini akan menjadi bulan-bulanan pihak yang tidak suka dengan orang Islam …..
16/04/2010 pada 13:23
Tio Alexander™
Bener om, itu ada kok foto korban2 yg berjatuhan dari pihak warga.
16/04/2010 pada 11:24
Ade Truna
sudah mengedepankan kekejaman…
16/04/2010 pada 12:27
Ph!duT
Tanjung Priuk kelabu……
16/04/2010 pada 13:56
adi isa
turut prihatin terhadap bangsa ini
16/04/2010 pada 14:00
nasirudin
mau dibawa kemana bangsa ini…?
16/04/2010 pada 14:14
Dedeh hamidah
mengapa rakyat lagi yang jadi korban berjatuhan sementara para penguasa hanya tinggal duduk-duduk saja
30/09/2010 pada 12:33
andromeda
ingat kta bang H.oma..
yg kaya makiin kaya (monyet )..
yg miskin mkin miskin (ngepet )..
kurang nya lapangn pekerjaan membuat sejumlah masyarakat bngung hrus mendapat kan uang dari mana..???
pengangguran meningkat, smua perusahaan skarang sistem kontrak…
karena otak yg pintar di pergunakan untuk berfikir licik bagai kancil…
seandainya pencari krja di terima dan di tentukan dlm wktu traning untuk di jdikan pegawai tetap, perusahaan takut..
knp..???
iia karena suatu saat ssorang kluar drii perusahaan itu, maka perusahaan akan memberikan pesangon…
makanya sekarang apa2 di bikin susah..
dri pda nganggur gag jelas khan mending jdi pengacara..
pengangguran bnyak acara.. : yg maling lah, yg perkosa ah, yg jual narkoba lah, yg nipu lah, yg jambret lah, yyg ngemis lah, yg ngamen lah, nah yg ini malah di adu domba…
bodoh nya kaliian ini..
iNilan saat EGO menjadi PANGLIMA…
gag ingat akhan Bhineka tunggal ika : Berbeda2 suku bangsa tetapi tetap 1.. pemerintah harus menindak tegas akan hal sprti ini..
klo di biarkan lama2 suku agama jga perang…
hancur sudah negara ku tercinta ini…
Biarla TUHAN yg BERTINDAK…
sekali GEMPA, MATI semua…
hayo mau apa dan kmn..????
16/04/2010 pada 14:15
randy
satpol pp sebenarnya dapat bersikap lebih profesional…dan juga masyarakatnya jgn mengandalkan emosional….
marilah selesaikan dengan kepala dingin…inilah akibat tidak adanya suatu koordinasi dalam sebuah pengambilan keputusan…sehingga,tidak ada yang menang dan malahan merugi dari sisi jiwa dan finansial…semogaini cepat berakhir…
16/04/2010 pada 14:52
cerita lucu
turut berduka….
16/04/2010 pada 14:53
minniemine
anak priok emang gk maen2 yah,,,,,,,:@
16/04/2010 pada 14:55
ria amelia
terlepas siapa yang bersalah. apakah warga atau pol pp. setiap yang sengaja melukai sehingga menghilangkan nyawa orang lain wajib untuk ditindak secara pidana.
16/04/2010 pada 15:55
mas bayu
sungguh menyedihkan melihat nasib bangsa kita ya gan
16/04/2010 pada 16:17
omeng
sama2 tak punya hati sebagai mahluk yang berakal…
16/04/2010 pada 16:44
waluyo
nda da yg salah,,,,,tpi yg di sesalin mreka digaji oleh kita(rakyat),,knp harus pake urat…dmn mufakat?…mari bicara,,,mari mndengarkan,,,jauhi kekerasa,,,???
16/04/2010 pada 17:34
agus
no coment!
16/04/2010 pada 17:37
penuai
wahhhhh…..ini dia, pendidikan dangkal dari bangsa Indonesia….berantam karena kuburan…..
RAHASIA BESAR, MENGAPA SERING TERJADI BENCANA ALAM AKHIR2 INI !!!
16/04/2010 pada 17:56
Realodix
Semoga Amal perbuatannya diterima Allah…
16/04/2010 pada 18:03
Mas iLul
Yah.. Udahlah.. Salah Mereka Juga.. Mau-maunya Di Provokasi..
16/04/2010 pada 18:17
men999
Kenapa ya masalah begitu terjadi perselisihan, bukankan negara kita ini negara Hukum kenapa harus ada yang jadi korban gara gara masalah sengketa tanah…
Coba Aja Bikin TEH Hangat diminum terus dibicarakan baik baik antara kedua belah pihak, pasti ada jalan keluarnya, ya kan???
emang Orang Indonesia Suatu masalah diselesaikan Dengan cara Ribut Ribut…
16/04/2010 pada 20:05
jabrik
itu nma xa satpol gelo
18/08/2010 pada 04:57
frisca
dasar apatis.
16/04/2010 pada 21:23
romailprincipe
Ngeri dan kasihan..
Tidak menghakimi juga untuk yang salah..
Mudah2an banyak belajar, pelajaran yang sangat mahal, nyawa tanggungannya
apakah ada follow up hukum?
16/04/2010 pada 21:24
Haris Istanto
Selamat malam, posting yang sangat mengesankan, sukses untuk anda.
Kunjungi juga Blog kami. Terima kasih.
16/04/2010 pada 22:06
punyaanik
seharusnya semua tindakan harus dipikirkan dulu , klau dah terjadi baru pembicaraan, kasihan kluarga korban.
16/04/2010 pada 22:06
yodhi
semoga diterima di sisi Allah s.w.t. dan bagi yang masih diberi hidup,, semoga bisa berpikir lebih jernih dalam bertindak,, nyawa bukan wewenang kita sebagai makhlukNYA.
16/04/2010 pada 23:37
muhamad imron
jangan sampe ada tragdi seperti ini, teman2 satpol PP juga bagian dari kita yang sama2 punya keluarga dan tanggungjawab yang sama… para atasan cari jalan yang terbaik n maslahat untuk semua persoalan… jangan asal punya kekuasaan bisa seenaknya sendiri… jangan salahkan rakyat jika mereka ga bisa nahan amarah… disadari ato ato tidak hal ini berakar dari pemerintah n para bos yang ga mikir sama rakyat… jangan salahkan jika yang bicara bukan lagi mulut melainkan batu, parang, celurit n senjata tajam…
16/04/2010 pada 23:56
Rax
Klau prmasalahan d slesaikan scra baik2 slalu org bduit yg menang,
17/04/2010 pada 06:04
mumetzwae
ga mesti orang yang berduit dan berkuasa yang menang, di tempat saya pernah ada kejadian bahkan sering, orang yang miskin, tidak berkuasa, lemah tapi bisa memenangkan permasalahan yang diselesaikan dengan baik-baik,,,modalnya cuma doa aja dan memohon perlindungan dan keputusan yang sebaik2nya dari Allah bagi semua pihak…
doa itu sepertinya dari ikhlas ya…kalau hati sudah damai bahkan mendoakan kebaikan bagi musuhnya apa Tuhan tidak mengabulkan doa seperti itu,,,
ya itulah saya kadang heran kenapa ya obat nyamuk bakar dibikin berputar-putar padahal kenapa tidak dibikin lurus aja ya atau simple saja hehe…
17/04/2010 pada 06:31
kompiuter
Jangan2 memang disengaja, biar terjadi bentrok anatar satpol pp (rakyat) dengan massa (rakyat) biar ngurangin dikit berita mengenai korupsi. Kayak biasanya berita teroris sebagai pengalih perhatian saja.
18/08/2010 pada 04:53
frisca
di mana polri jangan lepas tangan saja, harusnya polri mengcover pasukan satpol pp karena Polri adalah sipil yang dipersenjatai masa yang maju sipil yang diberi tameng dan pentungan…MALU…DONg…usut tragedi ini hingga tuntas..mereka jg putra-putra bangsa, orang-orang yang terpilih untuk mengabdi kepada bangsa dan negara
17/04/2010 pada 08:54
murry
kasian ya..
padahal satpol pp hanya bekerja berdasarkan perintah,,klo tidak dilaksanakan perintak akan dipecat..yg harus bertanggung jawab adalah pemerintah
17/04/2010 pada 09:14
kelas1
homo homini lupus
manusia itu kadang lebih buas dari binatang
mari kita bertobat sebenar benarnya tobat
KESABARAN ITU TIDAK ADA BATASNYA
17/04/2010 pada 09:41
info net
untuk apa sih pol pp bikin resah masyarakat aja
17/04/2010 pada 10:45
Ipung
turut prihatin…
17/04/2010 pada 12:15
peri01
serem bgt yah fotonya
17/04/2010 pada 13:06
Annang
mana yang salah dan mana yang benar semakin ga jelas…
17/04/2010 pada 13:20
pastur masuk islam
tega banget yah,, toh satpol PP juga orang kecil, yang mencari nafkah, dia berbuat begitu karena tuntutan tugas yg mesti diasalahkan adalah atasan2 mereka
17/04/2010 pada 13:42
isroi
Yang melakukan ini harus bertanggung jawab. Semua yang salah harus memepertanggungjawabkannya secara hukum. Satpol PP juga manusia.
17/04/2010 pada 13:59
ozhi
mahkluk terkejam di dunia adalah……….???MANUSIA..!!!!
17/04/2010 pada 14:47
zoel
INNALILLAHIWAINNAILAHIROJIUN…
TEMPAT USAHA SAYA PERNAH DIGUSUR OLEH SATPOL PP. SAYA TAU MEREKA HANYA MENJALAN PERINTAH…RATA2 YANG DIGUSUR ADALAH YANG TEMPAT SALAH…BEGITU JUGA MAKAM MBAH PERIUK…KALO MEMANG DIKRAMATKAN DAN SAMPAI MINTA HAJAT DISANA INI UDAH SYIRIK..DILARANG DIDALAM AGAMA ISLAM…KALO MEMANG ITU MILIK PELINDO YA BERARTI KEMBALIKAN LAHAN TERSEBUT KE PEMILIKNYA…KENAPA MASSA MELAWAN ORANG YANG INGIN MENGAMBIL HAKNYA ..LAGI PULA KAN ADA PENGADILAN…KALO PEMILIK YANG SAH MERASA DIRUGIKAN KAN BISA BANDING…KATANYA KUBURAN JUGA UDAH DIPINDAH DARI DULU,NGAPAIN LAGI DISANA…APALAGI PELAKUNYA ADALAH SANTRI PENGIKUT HABIB BENER2 MEMALUKAN DAN MERUSAK ISLAM…APAKAH INI TANDA KEBODOHAN TERHADAP AGAMA TELAH MERAJA LELA…
SADARLAH WAHAI SAUDARAKU KAUM MUSLIMIN…MOHON JANGAN RUSAK LAGI ISLAM INI DENGAN CARA KEKERASAN…ISLAM CINTA DAMAI…KALO MAU PERANG ADA CARANYA BEKALI DIRI DULU DENGAN ILMU AGAMA…
17/04/2010 pada 15:02
Rental Mobil Mewah
Kira-kira dengan adanya kejadian ini siapakah yang patut disalahkan???
17/04/2010 pada 15:14
james
Wajar rakyat marah, dgn peraturan pemerinth yg ngk jls.
17/04/2010 pada 15:38
hanhan
ngerii……
17/04/2010 pada 16:20
asmarantaka
jelas2 yg salah tuh pemerintah yg ngk mau memperhatikan rakyatnya yg perang sendiri2….
17/04/2010 pada 18:22
nukha4ever
mangkanya hati hati dengan sumpah dari orang yang di dsakiti……
17/04/2010 pada 18:31
agus wibowo
para pejabat yang serakah lah otak semuanya ini..mereka mengadu domba…
17/04/2010 pada 19:00
Pojok Bumi
Jangan terulang lagi !
–Pesan dari Pojok Bumi–
17/04/2010 pada 19:20
Mahda_Eka
Mereka..Adalah Korban Ketidak adil”lan Pemerintah..!!
17/04/2010 pada 20:14
Faiz rakhman
…ya allaaaah…udah enggak ada perasaankah orang yang saling bunuh itu??
17/04/2010 pada 20:43
dan
klo kaya gini siapa yang mesti tanggungjawab ya..
*mikir
17/04/2010 pada 21:23
utha
duhhh….
tragis bgt…
nasib anak bangsa seolah dipermainkan oleh atasannya…
jgn hnya mnyalahkan satpol PP…
krn mreka hanya mnjalankan tugas yg dberikan atasannya…
tp sy juga ga nyalahin warga priok…
tp sharusnya mreka berdoa untuk mbah priok,,,klo mreka mngatakan mereka sgt mencintai mbah priok krn telah mnyebarkan agama islam di daerah mreka…
bukannya mnambah lautan darah ditempat peristirahatan mbah priok….
17/04/2010 pada 21:26
utha
ISLAM itu Damai kan???
jagalah agama islam sesuai dg yg diajarkan…
18/04/2010 pada 01:19
Rids
menjalankan tugas dengan arogansi MELANGGAR HAK ASASI MANUSIA, salute buat berlawanan masyarakat Koja. & 14 april 2010 akn menjadi sejarah bagi bangsaini. perlawanan ini merupakan sejarah dari dan pelajaran bagi pemerintah bahwa rakyat tidak akan diam jika haknya di berangus.
…………….
tujuan dari kedok penertiban oleh satpol PP sebenrnya adalah perang terhadap Masyarakat.
dalam kondisi seperti ini wajar jika masa melakukan perlawanan, jika mereka tidak gebukin tuh sat pop PP maka mereka yg bakal di gebukin.
19/04/2010 pada 11:59
susy
Tuhan Tw apa yg dia perbuat
biar tuhan yg menghukum orng yg salah
dan moga dy diterima disisinya
dan keluarga yg ditinggalkan
diksh kesabran,tetap berdoa
biar sang pahlawan berperang diatas sana…
24/04/2010 pada 22:08
Produksi Pemalang
Allah menyesali mengapa semakin banyak kaum yang musyrik (mempersekutukan Allah setara dg makhlukNYA)…
18/08/2010 pada 05:00
frisca
SEMOGA DENGAN KEJADIAN INI AKAN MENJADI PEMBELAJARAN YANG BERHARGA BAGI BANGSA INI
22/08/2010 pada 14:46
dhanie
sekejam kejam’nya rakyat…… lebih… kejam… aparat..!!!
01/09/2010 pada 17:06
marco
kalian jangan bisa ngomong,,kalian tidak ada di tempat kejadian nya,,,,,,
tak usah bilang sama2 org indonesia,,,,,
klo emang sama kenapa mereka menyerang,,rakyatt kecil,,knp mereka bersikap arogan dengan rakyat,,ibu2..anak2….
satpol pp sama aj dengan pemerintah klonialis……….bangsat
semoga mereka yg mati cepet sampe neraka jahanam………
07/11/2010 pada 22:04
Fajri
Kalau koment jangan seperti itu meraka Juga manusia yg hanya menjalankan tugas.. dan sekrang saya balik gmn seandainya kamu yg menjadi anggota Satpol PP yg di tugaskan..dan jangans sekali-kali mengajat orang yang sudah meninggal apa lagi sampai bilang masuk neraka jahanam
dan satu lagi apakah anda pasti masuk Surga… Kalau bicara pakai otak dan di pikirkan jangan pakaia pantat… saya tidak menyalhakn Satpol PP dan tidak Menyalahkan Warga yg saya salahkan Pemrintah dan yang menghasut sampai terjadinya bentrok..
12/11/2010 pada 23:15
ade
hei marco…omongan yg ga berpendidkan…kya lo ahli surga ja…ga di ajarin yah sm orang tua nya……..?