
Semalam ada seorang bidan muda menelepon saya. Dia menanyakan kepada saya tentang mengapa saya sangat melarang Imunisasi bagi anak-anak (terutama sekali keponakan-keponakan saya). Apakah alasan saya melarangnya? Berikut tulisan singkat saya (bahannya terlalu banyak jadi saya persingkat).
Imunisasi dan Konspirasi di dalamnya.
Jika kita merunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, kita dapat menemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia, dan mereka adalah bagian dari Zionisme Internasional.
Kenyataannya, mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya :
The UN’s WHO was established by the Rockefeller family’s foundation in 1948 – the year after the same Rockefeller cohort established the CIA. Two years later the Rockefeller Foundation established the U.S. Government’s National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation’s Public Health Service (PHS).
~ Dr. Leonard Horowitz dalam “WHO Issues H1N1 Swine Flu Propaganda”
Wah hebat sekali ya penguasaan mereka pada lembaga-lembaga strategis.
Dilihat dari latar belakang WHO, jelas bahwa vaksinasi modern (atau kita menyebutnya imunisasi) adalah salah satu campur tangan (Baca : konspirasi) Zionisme dengan tujuan untuk menguasai dan memperbudak seluruh dunia dalam “New World Order” mereka.
Apa Kata Para Ilmuwan Tentang Vaksinasi?
“Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan.”
~ Dr. James R. Shannon, mantan direktur Institusi Kesehatan Nasional Amerika
“Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun.”
~ Dr. Richard Moskowitz, Harvard University
“Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorang pun dari mereka yang terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.”
~ Dr. W.B. Clarke, peneliti kanker Inggris
“Ketika vaksin dinyatakan aman, keamanannya adalah istilah relatif yang tidak dapat diartikan secara umum”.
~ dr. Harris Coulter, pakar vaksin internasional
“Kasus polio meningkat secara cepat sejak vaksin dijalankan. Pada tahun 1957-1958 peningkatan sebesar 50%, dan tahun 1958-1959 peningkatan menjadi 80%.”
~ Dr. Bernard Greenberg, dalam sidang kongres AS tahun 1962
“Sebelum vaksinasi besar besaran 50 tahun yang lalu, di negara itu (Amerika) tidak terdapat wabah kanker, penyakit autoimun, dan kasus autisme.”
~ Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional
“Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syarat, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia saat ini.”
~ Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika
“Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.”
~ Dr. William Hay, dalam buku “Immunisation: The Reality behind the Myth”
Dan masih banyak lagi pendapat ilmuwan yang lainnya.
Dan ternyata faktanya di Jerman para praktisi medis, mulai dokter hingga perawat, menolak adanya imunisasi campak. Penolakan itu diterbitkan dalam “Journal of the American Medical Association” (20 Februari 1981) yang berisi sebuah artikel dengan judul “Rubella Vaccine in Susceptible Hospital Employees, Poor Physician Participation”. Dalam artikel itu disebutkan bahwa jumlah partisipan terendah dalam imunisasi campak terjadi di kalangan praktisi medis di Jerman. Hal ini terjadi pada para pakar obstetrik, dan kadar terendah lain terjadi pada para pakar pediatrik. Kurang lebih 90% pakar obstetrik dan 66% parak pediatrik menolak suntikan vaksin rubella.
Lalu mengapa bisa hal itu terjadi? Apa rahasia di balik vaksin dan imunisasi?
Menurut pencarian saya tentang imunisasi yang telah saya lakukan sejak beberapa tahun lalu. Saya berusaha mengaitkannya dengan metode ilmu genetik dalam Islam yang sedikit telah saya pahami.
Vaksin yang telah diproduksi dan dikirim ke berbagai tempat di belahan bumi ini (terutama negara muslim, negara dunia ketiga, dan negara berkembang), adalah sebuah proyek untuk mengacaukan sifat dan watak generasi penerus di negara-negara tersebut.
Vaksin tersebut dibiakkan di dalam tubuh manusia yang bahkan kita tidak ketahui sifat dan asal muasalnya. Kita tau bahwa vaksin didapat dari darah sang penderita penyakit yang telah berhasil melawan penyakit tersebut. Itu artinya dalam vaksin tersebut terdapat DNA sang inang dari tempat virus dibiakkan tersebut.
Pernahkah anda berpikir apabila DNA orang asing ini tercampur dengan bayi yang masih dalam keadaan suci?
DNA adalah berisi cetak biru atau rangkuman genetik leluhur-leluhur kita yang akan kita warisi. Termasuk sifat, watak, dan sejarah penyakitnya.
Lalu apa jadinya apabila DNA orang yang tidak kita tau asal usul dan wataknya bila tercampur dengan bayi yang masih suci? Tentunya bayi tersebut akan mewarisi genetik DNA sang inang vaksin tersebut.
Pernahkan anda terpikir apabila sang inang vaksin tersebut dipilih dari orang-orang yang terbuang, kriminal, pembunuh, pemerkosa, peminum alkohol, dan sebagainya?
Dari banyak sumber yang saya dengar selama ini, penelitian tentang virus dilakukan kepada para narapidana untuk menghemat biaya penelitian, atau malah mungkin hal itu disengaja?

Zat-zat kimia berbahaya dalam vaksin.
Vaksin mengandung substansi berbahaya yang diperlukan untuk mencegah infeksi dan meningkatkan performa vaksin. Seperti merkuri, formaldehyde, dan aluminium, yang dapat membawa efek jangka panjang seperti keterbelakangan mental, autisme, hiperaktif. alzheimer, kemandulan, dll. Dalam 10 tahun terakhir, jumlah anak autis meningkat dari antara 200 – 500 % di setiap negara bagian di Amerika.
Babi dalam Vaksin.
Penggunaan asam amino binatang babi dalam vaksin bukanlah berita yang baru. Bahkan kaum Muslim dan Yahudi banyak yang menentang hal ini karena babi memang diharamkan, seperti tertuang dalam Qur’an ayat berikut :
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Qur’an surah Al-Maidah (5) ayat 3
Bahkan dalam Perjanjian Lama (Taurat) juga disebutkan :
“Jangan makan babi. Binatang itu haram karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak. Dagingnya tidak boleh dimakan dan bangkainya pun tak boleh disentuh karena binatang itu haram.”
Imamat 11 : 7-8
Lalu mengapa Allah mengharamkan Babi?

1. Asam Amino manusia yang hanya sedikit berbeda dari binatang babi.
Asam amino adalah salah satu penyusun protein pada makhluk hidup. Jika kita melihat insulin pada manusia dan babi, maka hanya akan terpaut satu daripada babi. Berikut penjelasannya :
Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7
Insulin babi : C257H383N65O77S6 MW=5777,6
Penjelasan : hanya 1 asam amino berbeda
Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7
Insulin sapi : C254H377N65O75S6 MW=5733,6
Penjelasan : ada 3 asam amino berbeda
Para produsen vaksin mengatakan bahwa jika menggunakan asam amino babi, maka mereka tidak memerlukan banyak proses penelitian lagi karena hanya terpaut satu asam amino. Berbeda dengan sapi yang terpaut 3 asam amino.
“Secara chemisty, DNA manusia dan babi hanya beda 3 persen. Aplikasi teknologi transgenetika membuat organ penyusun tubuh babi akan semakin mirip dengan manusia.”
~ Dr. Muladno, ahli genetika molekuler di Fakultas Peternakan IPB
Tapi sayangnya mereka lupa jika asam aminonya hampir identik berarti sama saja kita memakan daging manusia (kanibal), dan telah jelas bahwa kanibal dapat menyebabkan penyakit-penyakit genetik yang tidak bisa disembuhkan, termasuk penyakit syaraf dan lain-lain.
Di China, terdapat sebuah desa yang gemar memakan daging manusia yang melintas di desanya, yang kemudian digunakan untuk sebuah perayaan. Mereka mengatakan bahwa rasa daging manusia mirip dengan rasa daging babi.
2. Sifat babi yang buruk dapat menurun kepada manusia yang memakannya.
Seorang Imam Muslim bersama kawannya orang barat pernah melakuak test kepada 3 ekor babi dan 3 ekor ayam, masing masing adalah 2 jantan dan 1 betina. Dan hasilnya adalah :
Ketika 2 ekor ayam jantan dan 1 ayam betina dilepas, maka 2 ayam jantan tersebut bertarung hingga satu tewas/kalah untuk merebutkan betina. Namun apa yang terjadi ketika 2 ekor babi jantan dan 1 ekor babi betina dilepas ? ternyata babi jantan yang satu membantu yang lain untuk melaksanakan hajat seksualnya pada si betina.
Dan sang Imam berkata, “Inilah ! Daging babi itu membunuh ‘ghirah’ (rasa cemburu) orang yang memakannya dan ini terjadi pada kaum kalian.”
Beberapa penelitian di barat juga banyak yang menyatakan bahwa memakan babi dapat mempengaruhi watak, resiko perselingkuhan, dan hasrat seksual yang melebihi ambang batas kewajaran sebagai manusia.
3. Tubuh babi dapat mengubah virus jinak menjadi ganas.
Babi memiliki berbagai reseptor dalam tubuhnya yang dapat menjadikan virus jinak yang masuk ke dalam tubuh babi kemudian keluar dalam keadaan ganas, diantaranya reseptor yang sangat dikenal para ilmuwan adalah reseptor alfa 2,6 sialic acid untuk mengikat influenza manusia dan 2,3 sialic acid untuk mengikat virus influenza unggas. Virus-virus yang terikat ke dalam reseptor tersebut kemudian dapat berubah menjadi ganas. Selain itu reseptor-reseptor itu juga dapat mengikat dua jenis virus yang memiliki sifat yang berbeda, untuk kemudian di mixing menjadi satu virus ganas yang memiliki 2 sifat.
4. Banyaknya penyakit dalam tubuh Babi
Kita sudah mengetahui sejak Sekolah Dasar dahulu bahwa babi mengandung cacing pita yang sangat berbahaya. Cacing pita bahkan dapat mengganggu sistem syaraf dan dapat masuk hingga otak manusia. Selain cacing pita masih banyak penyakit lainnya yang disebabkan oleh babi melalui bakteri, karena kebiasaannya yang senang memakan kotoran, bahkan kotorannya sendiri.
5. Sifat aneh babi lainnya.
“Babi mempunyai sifat kembar antara binatang buas dan binatang jinak. Sifatnya yang menyerupai binatang buas adalah karena ia bertaring dan suka makan bangkai, sedangkan sifatnya yang menyerupai binatang jinak ialah karena ia berceracak dan makan rumput serta dedaunan lainnya.
Babi memiliki syahwat yang amat kuat, hingga pada saat ia kawin (bersetubuh), pejantan bertengger di atas betinanya yang berjalan bermil-mil jauhnya. Pejantannya mengejar-ngejar betina demikian kasar hingga terjadi perkelahian yang mungkin menewaskan salah satu atau menewaskan kedua-duanya.
Satu kali mengandung, babi betina dapat melahirkan dua puluh ekor anak. Pejantan mulai kawin bila telah berumur 8 bulan, sedangkan betinanya mulai melahirkan bila telah mencapai umur 6 bulan. Di beberapa negeri, babi kawin pada umur 4 bulan, betinanya mulai bunting setelah dikawini dan akan melahirkan setelah bunting selama enam atau tujuh bulan. Babi betina yang telah mencapai umur 15 tahun tidak dapat beranak. Jenis binatang ini adalah yang paling banyak mempunyai keturunan. Babi jantan merupakan binatang jantan yang paling tahan lama bertengger di atas betinanya (kawin).
Yang mengherankan, jika sebelah matanya dicungkil ia segera mati. Babi memiliki kesamaan dengan manusia, yaitu kulitnya tidak dapat dikelupas kecuali jika dipotong lebih dulu daging yang berada di bawahnya.”
~ Kamal al-Din Muhammad ibn Musa al-Damiri, dalam Kitabul-Hayawan Al-Kubra
Bencana akibat vaksin yang tidak pernah dipublikasikan.
- Di Amerika pada tahun 1991 – 1994 sebanyak 38.787 masalah kesehatan dilaporkan kepada Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA. Dari jumlah ini 45% terjadi pada hari vaksinasi, 20% pada hari berikutnya dan 93% dalam waktu 2 mgg setelah vaksinasi. Kematian biasanya terjadi di kalangan anak anak usia 1-3 bulan.
- Pada 1986 ada 1300 kasus pertusis di Kansas dan 90% penderita adalah anak-anak yang telah mendapatkan vaksinasi ini sebelumnya. Kegagalan sejenis juga terjadi di Nova Scotia di mana pertusis telah muncul sekalipun telah dilakukan vaksinasi universal.
- Jerman mewajibkan vaksinasi tahun 1939. Jumlah kasus dipteri naik menjadi 150.000 kasus, di mana pada tahun yang sama, Norwegia yang tidak melakukan vaksinasi, kasus dipterinya hanya sebanyak 50 kasus.
- Penularan polio dalam skala besar, menyerang anak-anak di Nigeria Utara berpenduduk muslim. Hal itu terjadi setelah diberikan vaksinasi polio, sumbangan AS untuk penduduk muslim. Beberapa pemimpin Islam lokal menuduh Pemerintah Federal Nigeria menjadi bagian dari pelaksanaan rencana Amerika untuk menghabiskan orang-orang Muslim dengan menggunakan vaksin.
- Tahun 1989-1991 vaksin campak ”high titre” buatan Yugoslavia Edmonton-Zagreb diuji coba pada 1500 anak-anak miskin keturunan orang hitam dan latin, di kota Los Angeles, Meksiko, Haiti dan Afrika. Vaksin tersebut sangat direkomendasikan oleh WHO. Program dihentikan setelah di dapati banyak anak-anak meninggal dunia dalam jumlah yang besar.
- Vaksin campak menyebabkan penindasan terhadap sistem kekebalan tubuh anak-anak dalam waktu panjang selama 6 bulan sampai 3 tahun. Akibatnya anak-anak yang diberi vaksin mengalami penurunan kekebalan tubuh dan meninggal dunia dalam jumlah besar dari penyakit-penyakit lainnya WHO kemudian menarik vaksin-vaksin tersebut dari pasar di tahun 1992.
- Setiap program vaksin dari WHO di laksanakan di Afrika dan Negara-negara dunia ketiga lainnya, hampir selalu terdapat penjangkitan penyakit-penyakit berbahaya di lokasi program vaksin dilakukan. Virus HIV penyebab Aids di perkenalkan lewat program WHO melalui komunitas homoseksual melalui vaksin hepatitis dan masuk ke Afrika tengah melalui vaksin cacar.
- Desember 2002, Menteri Kesehatan Amerika, Tommy G. Thompson menyatakan, tidak merencanakan memberi suntikan vaksin cacar. Dia juga merekomendasikan kepada anggota kabinet lainnya untuk tidak meminta pelaksaanaan vaksin itu. Sejak vaksinasi massal diterapkan pada jutaan bayi, banyak dilaporkan berbagai gangguan serius pada otak, jantung, sistem metabolisme, dan gangguan lain mulai mengisi halaman-halaman jurnal kesehatan.
- Kenyataannya vaksin untuk janin telah digunakan untuk memasukan encephalomyelitis, dengan indikasi terjadi pembengkakan otak dan pendarahan di dalam. Bart Classen, seorang dokter dari Maryland, menerbitkan data yang memperlihatkan bahwa tingkat penyakit diabetes berkembang secara signifikan di Selandia Baru, setelah vaksin hepatitis B diberikan secara massal di kalangan anak-anak.
- Melaporkan bahwa, vaksin meningococcal merupakan ”Bom waktu bagi kesehatan penerima vaksin.”
- Anak-anak di Amerika Serikat mendapatkan vaksin yang berpotensi membahayakan dan dapat menyebabkan kerusakan permanen. Berbagai macam imunisasi misalnya, Vaksin-vaksin seperti Hepatitis B, DPT, Polio, MMR, Varicela (Cacar air) terbukti telah banyak memakan korban anak-anak Amerika sendiri, mereka menderita kelainan syaraf, anak-anak cacat, diabetes, autis, autoimun dan lain-lain.
- Vaksin cacar dipercayai bisa memberikan imunisasi kepada masyarakat terhadap cacar. Pada saat vaksin ini diluncurkan, sebenarnya kasus cacar sudah sedang menurun. Jepang mewajibkan suntikan vaksin pada 1872. Pada 1892, ada 165.774 kasus cacar dengan 29.979 berakhir dengan kematian walaupun adanya program vaksin.
- Pemaksaan vaksin cacar, di mana orang yang menolak bisa diperkarakan secara hukum, dilakukan di Inggris tahun 1867. Dalam 4 tahun, 97.5& masyarakat usia 2 sampai 50 tahun telah divaksinasi. Setahun kemudian Inggris merasakan epidemik cacar terburuknya dalam sejarah dengan 44.840 kematian. Antara 1871 – 1880 kasus cacar naik dari 28 menjadi 46 per 100.000 orang. Vaksin cacar tidak berhasil.
- Dan masih banyak lagi.
Mengapa vaksin gagal melindungi terhadap penyakit?
Walene James, pengarang buku Immunization: the Reality Behind The Myth, mengatakan respon inflamatori penuh diperlukan untuk menciptakan kekebalan nyata.
Sebelum introduksi vaksin cacar dan gondok, kasus cacar dan gondok yang menimpa anak-anak adalah kasus tidak berbahaya. Vaksin “mengecoh” tubuh sehingga tubuh kita tidak menghasilkan respon inflamatory terhadap virus yang diinjeksi.
SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) naik dari 0.55 per 1000 orang di 1953 menjadi 12.8 per 1000 pada 1992 di Olmstead County, Minnesota. Puncak kejadian SIDS adalah umur 2 – 4 bulan, waktu di mana vaksin mulai diberikan kepada bayi. 85% kasus SIDS terjadi di 6 bulan pertama bayi. Persentase kasus SIDS telah naik dari 2.5 per 1000 menjadi 17.9 per 1000 dari 1953 sampai 1992. Naikan kematian akibat SIDS meningkat pada saat hampir semua penyakit anak-anak menurun karena perbaikan sanitasi dan kemajuan medikal kecuali SIDS.
Kasus kematian SIDS meningkat pada saat jumlah vaksin yang diberikan kepada balita naik secara meyakinkan menjadi 36 per anak.
Dr. W. Torch berhasil mendokumentasikan 12 kasus kematian pada anak-anak yang terjadi dalam 3,5 – 19 jam paska imunisasi DPT. Dia kemudian juga melaporkan 11 kasus kematian SIDS dan satu yang hampir mati 24 jam paska injeksi DPT. Saat dia mempelajari 70 kasus kematian SIDS, 2/3 korban adalah mereka yang baru divaksinasi mulai dari 1,5 hari sampai 3 minggu sebelumnya.
Tidak ada satu kematian pun yang dihubungkan dengan vaksin. Vaksin dianggap hal yang mulia dan tidak ada pemberitaan negatif apapun mengenai mereka di media utama karena mereka begitu menguntungkan bagi perusahaan farmasi.
Ada alasan yang valid untuk percaya bahwa vaksin bukan saja tak berguna dalam mencegah penyakit, tetapi mereka juga kontraproduktif karena melukai sistem kekebalan yang meningkatkan resiko kanker, penyakit kekebalan tubuh, dan SIDS yang menyebabkan cacat dan kematian.
Lalu adakah imunisasi yang benar menurut Islam?
Ada! Bahkan Rasulullah sendiri yang mengajarkan dan merekomendasikannya.
Imam Bukhari dalam Shahih-nya men-takhrij hadits dari Asma’ binti Abi Bakr
Dari Asma’ binti Abu Bakr bahwa dirinya ketika sedang mengandung Abdullah ibn Zubair di Mekah mengatakan, “Saya keluar dan aku sempurna hamilku 9 bulan, lalu aku datang ke madinah, aku turun di Quba’ dan aku melahirkan di sana, lalu aku pun mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, maka beliau Shalallaahu alaihi wasalam menaruh Abdullah ibn Zubair di dalam kamarnya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam meminta kurma lalu mengunyahnya, kemudian beliau Shalallaahu alaihi wasalam memasukkan kurma yang sudah lumat itu ke dalam mulut Abdullah ibn Zubair. Dan itu adalah makanan yang pertama kali masuk ke mulutnya melalui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, kemudian beliau men-tahnik-nya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam pun mendo’akannya dan mendoakan keberkahan kepadanya.
Dalam shahihain -Shahih Bukhari dan Muslim- dari Abu Musa Al-Asy’ariy, “Anakku lahir, lalu aku membawa dan mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam memberinya nama Ibrahim dan kemudian men-tahnik-nya dengan kurma.” dalam riwayat Imam Bukhari ada tambahan: “maka beliau SAW mendoakan kebaikan dan memdoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku.”
Seorang kakek men-tahnik cucunya yang belum lama dilahirkan
Ibu saya pernah mengatakan bahwa bayi dilahirkan dalam keadaan kekurangan glukosa. Bahkan apabila tubuhnya menguning, maka bayi tersebut dipastikan membutuhkan glukosa dalam keadaan yang cukup untuknya. Bobot bayi saat lahir juga mempengaruhi kandungan glukosa dalam tubuhnya.
Pada kasus bayi prematur yang beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/100 ml darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 ml.
Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 ml darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah.
Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit, seperti bayi menolak untuk menyusui, otot-otot bayi melemas, aktivitas pernafasan terganggu dan kulit bayi menjadi kebiruan, kontraksi atau kejang-kejang.
Terkadang bisa juga menyebabkan sejumlah penyakit yang berbahaya dan lama, seperti insomnia, lemah otak, gangguan syaraf, gangguan pendengaran, penglihatan, atau keduanya.
Apabila hal-hal di atas tidak segera ditanggulangi atau diobati maka bisa menyebabkan kematian. Padahal obat untuk itu adalah sangat mudah, yaitu memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus, baik lewat mulut, maupun pembuluh darah.
Mayoritas atau bahkan semua bayi membutuhkan zat gula dalam bentuk glukosa seketika setelah lahir, maka memberikan kurma yang sudah dilumat bisa menjauhkan sang bayi dari kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat.
Disunnahkannya tahnik kepada bayi adalah obat sekaligus tindakan preventif yang memiliki fungsi penting, dan ini adalah mukjizat kenabian Muhammad SAW secara medis dimana sejarah kemanusiaan tidak pernah mengetahui hal itu sebelumnya, bahkan kini manusia tahu bahayanya kekurangan kadar glukosa dalam darah bayi.
Tahnik sebaiknya dilakukan oleh orang-orang yang beriman kepada Allah, atau dapat pula dilakukan ayah atau ibu sang bayi.
Berikut video tentang tata cara Tahnik :
Penutup
Imunisasi yang selama ini digembar-gemborkan oleh Zionis dapat berdampak kepada masalah yang sangat serius bagi kehidupan penduduk dunia. Mereka yang bertujuan untuk menjadikan ras lainnya berada di bawah kekuasaan mereka dengan berbagai cara. Sudah cukup adik laki-laki saya yang menjadi korban konspirasi imunisasi ini. Kini saatnya kita membuka mata dan bertanya pada hati nurani kita dengan berbagai propaganda yang mereka lakukan.
Bahkan Allah telah menyuruh kita berhati-hati terdadap berita dari mereka :
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
Qur’an surah Al-Hujuraat (49) : 6
Masih banyak sumber yang belum saya paparkan di sini. Termasuk bagaimana teknologi pengetahuan Islam menyingkap bagaimana setan dapat menjadikan manusia menjadi jahat melalui makanan yang haram yang kita konsumsi. Insya Allah lain waktu saya dapat menjelaskannya.
Semoga Allah memberkahi dan melindungi kita semua.
Penulis : Tio Alexander




125 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
19/04/2010 pada 20:47
Rina
Bagus banget dek… sampe mbak dektein sama suami nih by phone….
Thanks yaa dek, tetap bermanfaat
)
19/04/2010 pada 20:48
Tio Alexander™
Makasih mbak udah mau mampir baca smp abis
19/04/2010 pada 20:47
theonlynelly
5 gelas cendol buat tulisan adek!
Sayang aq dan adek2q dl divaksin. Kalo aq punya anak, apa nurun ke anakq jg ya? Pokoknya anakq nanti harus di-tahnik aja! Semoga Allah mengampuni ortuq karena mereka tdk tahu..
19/04/2010 pada 20:49
Tio Alexander™
Amin mbak. Orang yg ga tau kan ga dosa
19/04/2010 pada 21:45
firyan
jaringan mereka udah kuat banget… gimana nyerangnya?
20/04/2010 pada 07:51
Mengungkap Konspirasi Imunisasi dan Bahaya Vaksin « Un2kmU! | Dokter Budi Menjawab
[...] selengkapnya Kategori tulisan: Jantung, Kanker, anak, kesehatan, obat, teknologi kesehatan, tips Post Tags: allah, balas, dariku, karanganku, puisiku, title, tulisan-terbaru, un2kmu, untuknya Cancel Reply [...]
20/04/2010 pada 17:16
asmarantaka
wah ru tahu ane…..trus cuma pake se butir kurma bisa kebal gitu??….apakah sudah diteliti lebih lanjut??
20/04/2010 pada 17:35
Tio Alexander™
Itu ada penjelasannya di atas
20/04/2010 pada 20:49
lia eka
bagus bgt informasinya..izin untuk di share ke temen2 ya? ^_^
20/04/2010 pada 20:49
Tio Alexander™
Silahkan
21/04/2010 pada 16:44
Ikbal Akib
bagus ni blognya yo, kawan2 dan keluarga harus tau ni. thanks
22/04/2010 pada 17:04
NurAzizah Vidya
wah.. sip dah..
23/04/2010 pada 06:09
Kamilah Sang Pembawa Kabar yang Terasing « Un2kmU!
[...] saya menulis untuk blog ini adalah tentang “Mengungkap Konspirasi Imunisasi dan Bahaya Vaksin“. Tentunya tulisan itu adalah sebuah tulisan yang amat dipertentangkan, khususnya di dunia [...]
27/04/2010 pada 18:03
abinahasya
permisi ngopy untuk di blog ku akh. Jazakallah
03/05/2010 pada 09:12
Ayahe binbin
bagus bgt kang.suwun infonya..
03/05/2010 pada 10:07
Muslim
Alhamdulilah anakku 2 orang tidak ada yang di Imunisasi, semoga hal penting seperti ini makin diketahui oleh banyak umat islam. Izin share ya
03/05/2010 pada 17:08
pujo
Nice posting! Saya punya 2 anak. Anak pertama sempat diimunisasi, paket I. Setelah itu selalu saya cegah. Kini anak kedua, alhamdulillah bersih sama sekali tidak ada vaksinasi. Sejauh ini alhamdulillah oke2 saja. Malah nampak sehat dibanding anak2 sepermainannya.
Oya, sepertinya saya kenal masjid yang jadi background foto anda.
22/07/2010 pada 01:13
Tio Alexander™
Oh itu Masjid As-Sa’adah
03/05/2010 pada 17:29
blognyapichan
Thankz banged y atas infone. Berarti men-tahnik juga susah ya…harus cari kurma dulu. Secara kalo ga bulan puasa susah cari kurma. Kadang juga kurmanya gag murni mateng sndri. Jadi gimana dunk?
02/07/2010 pada 01:57
Tio Alexander™
Pakai gula jawa juga bisa kok
03/05/2010 pada 22:37
masgiey
sayang sekali, dua putriku sudah tercemar vaksin…
tapi ngomong2 kapankah dunia medis menyadari kesalahan ini?
Trus tindakan selanjutnya apa dong?
22/07/2010 pada 01:12
Tio Alexander™
Tindakan selajutnya adalah melawan stereotipe kita terhadap propaganda mereka yang selama ini hanya meracuni kita.
09/05/2010 pada 10:40
NyakDon
Salam…
Tulisan ini sangat bermakna dan penting utk disebarkan kepada kaum muslimin.. Oleh itu, sy mohon izin utk di share ke teman2 dan blog institusi islam dan dakwah… terima kasih!
09/05/2010 pada 10:41
Tio Alexander™
Silahkan..
12/05/2010 pada 12:28
Narta
assalamu’alaikum
Meskipun terbesit sedikit syak, saya percaya kebenaran sebagian tulisan ini. Andaikata Bapak yakin dengan data-datanya dan bisa menyajikan dalam bentuk artikel ilmiah untuk kemudian disampaikan kepada lembaga yang kompeten, maka insya-allah akan lebih bermanfaat dan menghindarkan fitnah. Pada dasarnya saya sependapat, yang terbaik adalah yang sesuai sifat alamiah, nature, fithrah-nya.
Wassalam
12/05/2010 pada 15:24
Tio Alexander™
Sudah ada yg membuat bukunya kok. Namanya Hj. Ummu Salamah. Beliau bidan yg jg meneliti langsung.
12/05/2010 pada 16:39
Ely Muflihah
Artikel bagus. MOhon ijin disebarluaskan ke teman2. tks.
13/05/2010 pada 08:20
yudho
apakah saya boleh menyebarkannya lagi melalui blog saya??
13/05/2010 pada 17:01
Tio Alexander™
Tentu saja. Saya akan sangat senang sekali apabila anda juga menyertakan linknya.
13/05/2010 pada 16:42
tamasolusi
Nice post …Salam kenal
17/05/2010 pada 09:26
Jezzy Ariani
Wow mencengangkan antara percaya atau tidak. Kebetulan saya mau menikah, info yg seperti ini sangat saya butuhkan. Ini membuka wacana saya dalam pengetahuan umum+islam. Ok kelak tidak akan memvaksin anak saya, tapi sekedar ikut posyandu utk tahu gizi anak, boleh kan?
22/07/2010 pada 00:56
Tio Alexander™
Silahkan jika hanya untuk posyandu, tapi tidak untuk vaksin.
18/05/2010 pada 00:23
FAJAR
Tulisan yang kreatif..sangat bermanfaat untuk umat ..izin share keteman2..untuk diperbanyak ke orang-orang muslim..
24/05/2010 pada 02:00
wynda
bagus bgt dek, makasi ya..
25/05/2010 pada 20:17
Tio Alexander™
Sama2
25/05/2010 pada 10:56
lia
assalamu’alaikum…
info penting nih, tapi my baby dah terlanjur ikut imunisasi alhamdulillah baru 3 vaksin,, gak2 lagi dah…
kalau boleh tau, judul buku Hj. Ummu Salamah apa yah?
terimakasih
08/06/2010 pada 22:20
ian
tulisan yg bgs,selain men-tahnikkan anak pd orang2 alim ada satu lagi imunisasi cr Islam yaitu dg aqiqoh dan pemberian asi selama 2 th pd bayi.
14/06/2010 pada 09:55
Gardu_jaga
Info yang bagus. Ijin share di FB, thanks
17/06/2010 pada 10:41
mira
terima kasih infonya, bagus sekali,saya turut prihatin dengan kondisi ini sbg seorang muslim dan kesehatan.. saya berusaha akan menelaah dan membahas kembali
17/06/2010 pada 22:45
wongjowoetan
Apes… kamis hari ini calon istri ngurus surat KUA, WAJIB di suntik TT…
tak suruh cari Habatus Saudah.. dah minum yg banyak dan Zam-zam…
mudah2 mudahan ada pengaruh Barokah dan positifnya…
21/06/2010 pada 07:01
Bill Gates dan Misi Pengurangan Populasi Dunia dengan Vaksin dan KB « Un2kmU
[...] 21/06/2010 in DarikU, Un2kmU | Tags: Amerika Serikat, Autisme, autoimun, Bahaya Vaksinasi, Bill Gates, California, Codex Alimentarius, Dr. Kardinal Moechtar, Ilmu Pengetahuan, Innovating to Zero!, Intelejen, kanker, KB, Keluarga Berencana, Konspirasi, Long Beach, Microsoft, New World Order, Nigeria, Pengetahuan Umum, racun, Rahasia, TED2010, Tips Kehidupan, tips kesehatan, toxic, Vaksin, Vaksinasi, Video, Yahudi, Zionisme Beberapa bulan yang lalu saya sudah membahas tentang betapa bahayanya vaksinasi modern di blog ini. Banyak yang percaya, namun banyak juga yang skeptis. Mungkin juga karena bidang disiplin ilmu saya yang bertentangan dengan ilmu medis. Tapi yang jelas saya menuliskan artikel tersebut bukan tanpa sebab dan tanpa mengambil dari sumber yang terpercaya, justru malah saya banyak mengutip kata-kata dari para ahli medis yang dikenal sebagai ilmuwan ternama di dunia. Bagi yang belum membacanya, silahkan cek di sini : Mengungkap Konspirasi Imunisasi dan Bahaya Vaksin [...]
21/06/2010 pada 08:16
ibnu
Saya pernah melihat berita di TV bahwa populasi penduduk meningkat setelah ditemukannnya obat2an juga termasuk vaksin…
pertanyaan saya, apakah ada vaksin yang memang benar-benar dapat meningkatkan sistem immune?
terimakasih…
21/06/2010 pada 08:17
Tio Alexander™
Tidak, itu hanya propaganda mereka.
21/06/2010 pada 08:43
Kang Deni
Dear Tio…
Nice post,moga bermanfaat…lumayan terbangun dari kelelapan zionism,mungkin karena udah jauh dari dunia dakwah hakiki yang dulu pernah kita usung sama-sama di GICI,jazakallah infonya Tio, I support you from anywhere and anytime!
22/07/2010 pada 00:54
Tio Alexander™
Amin, thanks kang Deni
21/06/2010 pada 08:49
Ali
Wah gimana nih ane udah pernah diimunisasi dulu. Apakah ada cara supaya efek2 yang ditimbulkan imunisasi bisa diredam?
22/07/2010 pada 00:53
Tio Alexander™
Banyak makan makanan dan jamu herbal yg dapat mengurangi kadar racun mas. Jangan lupa rajin dzikir dan mohon ampun kpd Allah agar setan dalam darah dapat keluar.
22/06/2010 pada 15:08
ADIL
izin share
29/06/2010 pada 10:40
ika
ijin share ya
18/07/2010 pada 18:32
Achan
Syukron mas mohon izin share ya
20/07/2010 pada 02:11
asahisoft
jadi perlu berfikir 1000 kali untuk vaksin….
20/07/2010 pada 12:56
risna
ya ALLAH, bagai di smbar petir stlah bca tulisan di atas, smbil memandangi jagoan kecil q yg sedang terlelap tidur…karna sudah terlanjur di vaksin full semua…baru tau skrg, bgus banget…sambil berdoa ya ALLAH…semoga anak ku baik2 saja
20/07/2010 pada 15:43
hani
Alhamdulillah saya dpt link ttg tulisan ini, skrg saya sedang hamil 6 bln, anak ke 2. semoga saya bisa memberikan pengertian ke suami n kluarga ^_^ mohon doanya ya… Terima kasih info yg sangat bermanfaat ini ^_^
20/07/2010 pada 17:00
Tio Alexander™
Amin, mudah-mudahan mereka memahaminya
22/07/2010 pada 00:28
annisa chairina
subhannallah.. Allah tlah membuka mata hati saya utk masalah “vaksin” mlalui tulisan ini..
stelah seharian penuh googling mslh vaksin, krn lg dilema dgn pro kontra mslh ini, baby girl saya usia 3 bln.. sdh vaksin 4x .. hepatitis 1&2, polio, BCG.
sdh terlanjur.. hiks.. tp smg Allah slalu melindungi’nya..
terima ksh teramat sgt kpd bung Tio utk tulisannya yg SPECTACULAR (detail & dpt dipertanggung jwbkan)
SYUKRON
22/07/2010 pada 00:38
Tio Alexander™
Jazakallah… semoga putri anda diberikan kesehatan selalu dan kecerdasan oleh Allah. Amin..
22/07/2010 pada 09:35
Fitri nuraini
Subhanallah…… bener2 baru tau lho saya mas… terima kasih banyak ya.. ini mau aq print ya… supaya bisa aq bawa ke rumah trus di baca suami jg keluarga lain… boleh khan mas????
banyak manfaatnya… Salam buat keluarga mas, semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan kasih sayang Nya… amiin
Wasallam
30/07/2010 pada 14:33
aku luka karna kau tinggalkan seandainya saja dulu aku tidak kau tinggalkan
ijin share buat posyingan blog saya ya… moga artikel ini bermanfa’at buat saudara kita…
30/07/2010 pada 15:26
nunu
trimakasihinfonya…untung belum terlanjur
31/07/2010 pada 09:05
arie
“Secara chemisty, DNA manusia dan babi hanya beda 3 persen. Aplikasi teknologi transgenetika membuat organ penyusun tubuh babi akan semakin mirip dengan manusia.”
~ Dr. Muladno, ahli genetika molekuler di Fakultas Peternakan ITB
Di ITB setau sya ga ada fakultas Peternakan
mohon di koreksi
31/07/2010 pada 18:53
Tio Alexander™
IPB mas, bukan ITB.
31/07/2010 pada 11:43
Ayah Rizqi
Terima kasih banyak atas informasinya yang sangat bermanfaat, semoga mendapat balasan dari Allah SWT.
03/08/2010 pada 21:43
dani
Artikel yang bagus dan bermanfaat, semoga membawa pencerahan bagi umat. mohon ijin untuk di blog saya
04/08/2010 pada 18:38
anie
alhmdlh dpt info ini, tp sy sdh 3 kali vaksin (diluar saat msh kecil), prtma syarat seblm nikah & 2 kali lnjutannya (saat hamil ini) ngaruh ga ya ke bayinya??? tp tar ttp mw dterapkn dianak InsyaAllah (skrg msh dikandungan usia 6 bln). ijin share jg ya…
09/08/2010 pada 02:36
nabila
izin share di fb ya….syukron
12/08/2010 pada 22:46
Abu Atikah
Alhamdulillah artikel ini insya Allah bermanfaat bagi yang belum yakin. Dan memperkuat azzam untuk meninggalkan vaksin yang sudah berniat untuk menjauhi racun vaksin. btw boleh ya mas saya share di blog saya. TQ
13/08/2010 pada 13:24
Tio Alexander™
Silahkan dishare.
17/08/2010 pada 06:02
Istiari
Inna lillaahi wainna ilaihi rooji’un wanastghfirullohal adhiem, Anakku 3 sudah keimunisasi 6 th yl je!!! Mudah2an Alloh swt memberikan kebaikan bagi anakku!!!Sejak kpn info anti imunisasi ini muncul? Saya br tahu skrng, apakh para ilmuwan/ahli medis Indonesia sdh bnyk yg tahu???Syukron. Ijin share ya?
17/08/2010 pada 11:08
Tio Alexander™
Info ini sudah lama sekali, bahkan almarhum kakek saya sudah mengetahuinya sejak beliau masih muda. Para ilmuwan juga sebenarnya sudah banyak yang tau, tapi sebagian besar menutup mata.
17/08/2010 pada 12:25
Ummi Nabil Idar
Astaghfirullahal’adzim. Jadi nyesel banget, 2 anak saya, saya beri imunisasi. Memang benar jika kita ingin hidup baik harus memiliki ilmu. terima kasih sharingnya. SEmoga ketika Allah mempercayai kami dengan amanah anak lagi nantinya kami lebih hati-hati. yang sudah terjadi kita serahkan kepada ALLAH. Terima kasih dan salam kenal.
18/08/2010 pada 00:49
resfi
izin share akh..syukron jazilan
19/08/2010 pada 16:35
Daung
Dulu waktu TK aku kena penyakit kuning (hepatitis klo ga salah), kmudian waktu SD jg masih kena Cacar, padahal ibuku jg dah kasih imunisasi wkt aku kecil…
19/08/2010 pada 16:41
Tio Alexander™
Karena sebenarnya imunisasi itu nggak akan bisa mencegah kita terkena penyakit. Justru imun alami yang orang tua kita turunkan lewat DNA merekalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu sendiri.
25/08/2010 pada 11:35
Renny
orang yang sudah diimunisasi bukan berarti tidak akan terkena penyakit itu sama sekali, akan tetapi, orang yang sudah diimunisasi akan terkena gejala yang lebih ringan dibandingkan orang yang belum diimunisasi..
25/08/2010 pada 12:26
Tio Alexander™
Anda salah, justru DNA orang asing dalam vaksin tersebutlah yang dapat merusak imunitas kita, dan bahkan menambah riwayat penyakit baru.
30/08/2010 pada 04:36
yudi
coba di perjelas lagi semuanya.kenapa baru sekarang ini beredar?negara kita kan ada depkes, MUI dan berbagai macam lulusan kedokteran..intinya penjelasan lebih bagus datang dari pemerintah indonesia..pemerintah kita bukan orang2 bodoh lho..semoga ini bisa di pertanggung jawabkan..karana menyangkut orang banyak….
30/08/2010 pada 08:59
Tio Alexander™
Karena bisnis vaksin adalah bisnis yang sangat menguntungkan bagi mereka. Itu ladang uang buat mereka. Pemerintah bukan orang bodoh, dan pemerintah kita amat sangat menyukai uang karena ekonomi kita berbasis kapitalis.
25/08/2010 pada 11:58
Ratih
mohon izin share ke teman2ku ya..
27/08/2010 pada 08:37
roemang
wow…artikel yang sangat menohok!…
saya anggap ini sebagai rujukan untuk calon anak saya ttg vaksinasi…
karena saya belum yakin benar …
saya mau tanya
1.apakah semua vaksinasi dan imunisasi memang mengandung senyawa babi?
2.adakah kaitannya dengan usaha menkes yg dulu dari IPB, yang sempet mengatakan bahwan vaksin flu burung sebagai konspirasi negara2 barat -dan usahanya ini sempat dibukukan. atau artikel ini menegaskan bahwa usaha menkes tersebut benar-benar terbukti?
terima kasih atas penjelasannya
30/08/2010 pada 08:50
Tio Alexander™
Saya jawab ya
1. Ya semua vaksin mengandung senyawa babi. Tapi memang ada yang bilang dibiakkan di organ kera, anjing, dan embrio manusia hasil aborsi. Walau dibiakkan dimanapun, mereka akan tetap memasukkan senyawa babi ke dalamnya.
2. Ya, sangat berkaitan erat. Saat ini Ibu Siti Fadhilah Supari aktif dalam kampanye anti zionisme.
28/08/2010 pada 19:01
AGUS
luar biasa. butuh pengorbanan dan perjuangan untuk bisa sebarkan ini ke semua lapisan masyarakat dan memberkan mereka penyadaran integral tentang imunitas. insyaAllah kita selalu bantu sebarkan ini ke keluarga dan lingkungan sekitar.
29/08/2010 pada 00:01
tugiyo
Assalamualaikum mas….
Alhamdulillah saya mendapatkan info ini,beberapa hari lalu istri saya baru melahirkan,sebagian,saudara saya dan juga mertua saya menyarankan untuk langsung imunisasi setelah puputan.tp ada teman saya menyarankan untuk tidak imunisai yang katanya berbahaya.di situ saya merasa binggung.sedangkan imunisasi telah dilegalkan oleh pemerintah dan di anjurkan kepada seluruh masyarakat. jd mana yg bener.bahkan tmn saya mencoba menyakinkan saya,yg akan meminjamkan buku tentang bahaya imunisasi.tp sebelum tmn saya memijamkan buku itu,saya mencoba search di internet.dan Alhamdulilah atas izin Allah SWT.saya langsung mendapatkan link ini.dan mengabari tmn saya kalo yang di bicarakan benar adanya,tentang kandungan vaksin itu.mudah-mudahan kluarga dan istri saya mau mengerti dan memahaminya..Terima kasih info yg sangat bermanfaat ini
Wassalam….
30/08/2010 pada 04:41
yudi
segala sesuatunya kita serahkan kepada Allah…pola hidup dan makan kita sangat menentukan sistem kekebalan tubuh manusia…cari duit yang halal,,baca do’a sebelum mengkonsumsi sesuatu..itu lebih sehat…….amiiin
30/08/2010 pada 08:42
rini
Barakallah ya mas sudah menyampaikan berita baik ini.
MAs Tio..boleh tau judul bukunya apa ya?
tapi sebelumnya saya ijin mau copy artilkelnya. saya akan sertakan link nya mas tio.
saya mau diskusi juga dengan teman yang kebetulan mengerti. siapa tau bisa haring lebih jauh.
anak saya sudah terlanjur imunisasi, mungkin kalo ada buku Hj. Ummu Salamah jd jelas.
terimakasih ya mas….
30/08/2010 pada 09:02
Tio Alexander™
Bukunya berjudul “Imunisasi, Dampak, Konspirasi & Solusi Sehat ala Rasulullah SAW”
01/09/2010 pada 04:55
ayu
Assallam mualaikum,waduuh baca artikel ini saya jd ketar ketir.ngerasa berdosa ke jagoan kecil saya.soalnya anak saya ikut imunisasi wajib dan tambahan,sekalian mau tanya klo tiba2 berhenti imunisasi pdhl masi ada ada ulangan apa ga lebih berbahaya?soalnya cma setengah2.makasih infonya mas
01/09/2010 pada 16:37
mila
alhamdulillah , dengan informasi nya semua org tahu bahwa vaksin trsebut dapat merusak sistem kekebalan manusia,
semoga dapat banyak lagi informasi yang di tuangkan dalam situs ini,
amin,
22/09/2010 pada 19:33
Abu Falejs
Izin copast yaakh, buat di blog ane…Jazakallah
24/09/2010 pada 23:14
cutev3
kenapa mbak adik laki2nya?
btw dulu saya inget banget divaksin cacar, seminggu langsung sakit panas parah, kejang kejang gitu.dulu divaksin di sekolah.
entah bener apa tidak, tapi saya rasa perilaku saya sedikit demi sedikit mulai berubah, gak penurut lagi kek dulu
27/09/2010 pada 15:53
cizkah
gpp kok mba ayu. Dulu anak saya Ziyad juga sempet diimunisasi (pas baru lahir, gak bilang2, tau2 di kuitansi udah ada 2 suntikan imunisassi buat bayi saya, hiks), abis itu masih bimbang, secara logika kok kasian disuntik terus, kmd stlh mengetahui adanya unsur babi walau hanya sbg katalisastor, total berhenti di usia 5 bln-an kalo gak salah. Abis itu mulai usia 7 bln, saya kasih minyak habbatussauda setetes sehari. Alhamdulillah gpp kok
28/09/2010 pada 09:57
ntnwo
Bro Tio, tks bgt buat infonya. eniwe, anak sy usia 4 bulan, sudah bbrp kali divaksin. jika sekarang saya hentikan, apakah ada efek atau dampaknya? lalu, apakah bro ada saran mengenai susu formula yang aman selepas asi ekslusif (6 bulan)?trims b4
jazakallah
28/09/2010 pada 18:56
Tio Alexander™
Hentikan sekarang!
Susu Formula tidak ada yang aman. Silahkan baca di artikel lainnya.
29/09/2010 pada 10:46
ntnwo
bro tio yg dirahmati Allah, apakah ada efek berhenti imunisasi di tengah2?
oia, kebetulan istri saya bekerja. otomatis produksi asi-nya menurun. jadi, kalo susu formula tidak aman apa alternatifnya?tentunya yang sesuai dengan sunnah nabi. tks b4
29/09/2010 pada 23:18
Tio Alexander™
bro ntnwo yang juga dirahmati Allah.
Imunisasi harus secepatnya dihentikan, semakin cepat semakin baik. Dan untuk detoksifikasi racunnya, Rasulullah sudah mengajarkan 3 rumus pengobatan muslim, yaitu menggunakan Madu, Habatusauda (jinten hitam), serta bekam. Untuk anak-anak bisa menggunakan Madu dan Habatusauda beserta produk turunannya. Nanti apabila sang anak sudah beranjak dewasa dan sudah berani dibekam, segeralah berbekam.
Sebaiknya penuhi asupan gizi istri anda supaya ASInya terpenuhi, karena ASI dari ibu sendiri lebih baik. Namun bila tidak dapat mengeluarkan ASI sama sekali, silahkan carikan anak anda Ibu susuan yang berakhlak baik. Usahakan anak anda mendapatkan ASI selama 2 tahun penuh.
Untuk Susu Formula telah dijelaskan dalam artikel lainnya di blog ini bahwa sangat berbahaya bagi perkembangan bayi. Setelah 2 tahun anda bisa memberikan anak anda Susu Sapi yang bukan olahan. Karena produk susu olahan sangat berbahaya.
Terima kasih
30/09/2010 pada 08:31
ntnwo
terima kasih lagi bro tio
,
ada lagi yang saya ingin tanyakan..
1. boleh tau merek madu/habatussauda yang bro tio rekomendasikan?lalu detksifikasinya apakah bisa mulai dilakukan setelah asi akslusif (6 bulan) selesai?
2. mengenai 3 jurus pengobatan muslim, bagaimana pendapat bro tio mengenai propolis?apakah dianjurkan juga?apakah memang bermanfaat?adakah dalilnya baik qur’an maupun sunnah nabi?
jazakallah
30/09/2010 pada 08:42
Tio Alexander™
Jawaban :
1. Nggak ada rekomendasi tertentu. Saya aja belinya random. Biasanya habatusauda saya beli di toko minyak arab dekat rumah saya. Kalau madu saya cari di perternakan madu terpercaya.
Detoksifikasinya boleh dimulai sejak baru lahir. Gunakan madu. Habatusauda bersifat panas, jd gunakan setelah bayi sudah dapat mencerna makanan tingkat lanjut. Yang penting jangan divaksin lg. Karena percuma ditawarkan racunnya apabila ditambah dengan racun yg baru.
2. Propolis termasuk dalam turunan madu. Jd sepertinya sudah dijelaskan dalam Qur’an.
Jazakallah khair
30/09/2010 pada 09:42
ntnwo
tanya lagi nih bro (maap ya banyak tanya
), anak saya masih bisa di tahnik?
oia, izin copas tulisannya ya..saya sudah posting di forum intranet di kantor saya (tentunya merujuk ke blog ini). ternyata banyak sekali yang merespon. btw, ini hasil tulisan sendiri n penelitian sendiri?
30/09/2010 pada 09:48
Tio Alexander™
Bisa kok, silahkan ditahnik secepatnya. Berikan madu secara teratur. Karena dahulu sewaktu SMA saya pernah sakit cacar hingga panas sangat tinggi. Saya bisa bertahan (tidak step) karena sejak kecil dibiasakan minum madu secara teratur.
Silahkan disebarluaskan, penelitian ini berdasarkan sumber dari banyak orang (bisa dilihat di artikel tersebut nama-namanya), saya hanya merangkumnya dan menambahkannya sedikit sekali apa yang saya tau.
28/09/2010 pada 12:03
mutianova
1. “Vaksin tersebut dibiakkan di dalam tubuh manusia yang bahkan kita tidak ketahui sifat dan asal muasalnya. Kita tau bahwa vaksin didapat dari darah sang penderita penyakit yang telah berhasil melawan penyakit tersebut. Itu artinya dalam vaksin tersebut terdapat DNA sang inang dari tempat virus dibiakkan tersebut.”
Tapi kan sekarang virus cuma dibiakkan di media protein saja, yang memang bisa sapi tapi juga bisa protein lain kok. Kalo dibiakkan di protein lain bagaimana hukumnya?
Jika tetap dibiakkan di protein babi tapi dilakukan pemurnian berulang bagaimana hukumnya? Mungkin maaf, dosen saya bilang seperti menanam tumbuhan dengan pupuk dari kotoran babi… itu bagaimana hukumnya?
Trus seperti kasus vaksin polio yang katalisatornya menggunakan enzim babi bagaimana hukumnya? Kan katalisator tidak akan tertinggal setelah reaksi selesai….
2. Zat2 berbahaya seperti Al, formaldehid, merkuri… Demikian juga dengan pernyataan Dr William Hay…. “Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan.” apakahkah tidak ada prosedur pemilihan zat kimia yang aman sebelum dimasukkan ke tubuh bayi? oleh BPOM atau FDA misalnya?
Jazakumullah khairan atas ilmunya yang bermanfaat…
28/09/2010 pada 18:55
Tio Alexander™
Jawaban :
1. Bagaimanapun juga Babi memiliki keharaman yang absolut, termasuk proteinnya. Hal ini juga berlaku bila dibiakkan di media protein Anjing dan Monyet, karena DNAnya bisa tercampur dengan manusia.
2. Pemilihan zat aman?? Justru FDA, BPOM, dan lembaga lain dilarang ikut campur dalam menangani masalah pembuatan vaksin.
29/09/2010 pada 17:50
mutianova
mohon penjelasannya lebih detail. soalnya masalah protein untuk vaksin ini bener2 jadi polemik antara akademisi dan orang2 yang berkepentingan membuat kebijakan. mungkin bukti produknya…. berapa persenkah zat2 berbahaya tersebut dalam produk… segi pengambilan dalilnya sehingga diharamkan…. maaf saya benar2 awam dalam masalah vaksin ini
29/09/2010 pada 23:11
Tio Alexander™
Rasulullah Saw bersabda: “Allah tidak menjadikan kesembuhan kalian pada barang yang diharamkan atasmu”. (H.R. Bukhari)
Nah sudah jelas kan
30/09/2010 pada 04:58
mutianova
Jazakumullah khairan atas ilmunya…
30/09/2010 pada 04:05
HIV/AIDS itu Bisa Disembuhkan atau Tidak?? « Un2kmU
[...] tentang Bahaya Vaksinasi bisa dibaca di artikel saya yang [...]
30/09/2010 pada 11:49
WhindaSabri
Punten Mas Tio Alexander, Sy tertarik dengan tulisan ini. Bisa minta sumber referensinya? TErutama mengenai asal muasal imuniasi. Sy ingin cross check lgsg ke TKP. Kalo memg valid, tentu sy akan lebh berhati2, apalgi sy juga punya bayi
. Oya, soal negara barat tdk menggunakan imunisasi lg informasinya dari mana ya? SAya tanya ke temen saya Ph.D Molecular biology di NYC Univ, katanya sampai sekarang masih koq. Mohon penjelasannya
30/09/2010 pada 19:03
Tio Alexander™
Sumber referensi asal muasal vaksin dari sejarah Zionisme dan Rockefeller, namun saya lupa nama sumbernya, yg jelas sudah dibukukan. Kalau yang tentang pendirian WHO, sumbernya ada di atas : Dr. Leonard Horowitz in “WHO Issues H1N1 Swine Flu Propaganda”
Sebetulnya bukan nggak dipake lagi, pemerintah mereka masih memaksakan, hanya saja kesadaran masyarakat barat tentang bahaya vaksin di negara-negara barat sangat tinggi. Karena banyak ilmuwan mereka yang sudah menerbitkan buku atau jurnal tentang bahaya vaksin. Di Indonesia penelitian mereka ditulis ulang oleh Hj. Ummu Salamah, seorang tabib Thibbun Nabawi (pengobatan metode Rasulullah).
01/10/2010 pada 13:35
Tsuki ^^
AsSalaamu’alaykum wRwB..
Kak, izin share ya.. ^^
Syukran..
16/10/2010 pada 18:53
Bundanya Siraj
Punten mas Tio, sya ibu yg bru sja mlahirkn seorang bayi 3mgu yg lalu. Bayi sy trlanjur diimunisasi 1x nh. Stlh bca blog mas tio sy mmtuskn utk tdk mmberikn imunisasi lg pd byi sy. Apkh trlmbt utk mentahniknya ? Jenis kurma apa yg dianjurkn Rasulullah SAW ? Apakh smua jnis kurma ? Lalu bgmn efek smpingnya ? Sdgkn yg sy thu bayi tdk blh dberi mknn apapun slain Asi pd 6bln prtma. Baiknya tindakn apa sja yg bgus utk qt berikan pd bayi qt slain mentahnik dan pd usia bayi brp sbg pgnti imunisasi ? Mhn pnjelasn lbh dtail ya.
16/10/2010 pada 22:26
Tio Alexander™
Silahkan segera ditahnik. Gunakan jenis kurma terbaik yang bisa anda dapatkan.
Umur kurang dari 6 bulan boleh kok di tahnik kurma. Kurma yang digunakan kan kurma yg sudah dilembutkan, sebaiknya dilembutkan dengan bantuan orang tuanya sendiri dengan dikunyah. Dengan mengunyahnya, maka kurma tersebut sudah melalui proses perubahan zat yang kemudian glukosanya akan sangat berguna bagi sang bayi.
26/10/2010 pada 22:13
abu hanif
jazzakallahukhair akhi…
mantab sekali tsaqofahnya…izin share.
bisa ndak sekalian di bahas tetang imunisasi tersendiri..dari asal usul hingga perkembagan terakhir.
03/12/2010 pada 03:22
Tio Alexander™
Sudah ada bukunya yang ditulis oleh Ibu Ummu Salamah
29/10/2010 pada 13:15
tera
salam kenal. terimakasih sblmnya atas infonya. hanaya ingin sdkt mengkonfirmasi.
1. tentang pendapat para ilmuwan tentang vaksin. bisa dicantumkan linknya asli yg memuat pernyataan2 tersebut. IMHO statement dr siapapun mesti dilihat secara lengkap sesuai konteksnya. tentu akan lebih baik apabila kita membaca hasil penelitian lengkap atau tulisan lengkap di mana pernyataan trsbt ada.
2.tentang “Dan ternyata faktanya di Jerman para praktisi medis, mulai dokter hingga perawat, menolak adanya imunisasi campak….. ” Ini data tahun 1981, bagaimana dg saat ini. apakah kondisinya masih seperti itu? pengetahuan berubah, pendapat para ahli juga berubah.
3. “Vaksin yang telah diproduksi dan dikirim ke berbagai tempat di belahan bumi ini” bagaimana dg vaksin yang diproduksi di Indonesia?
4. “Dari banyak sumber yang saya dengar selama ini, penelitian tentang virus dilakukan kepada para narapidana…” bisa dicantumkan dari mana saja sumbernya?
5. “Menurut pencarian saya tentang imunisasi yang telah saya lakukan sejak beberapa tahun lalu. Saya berusaha mengaitkannya dengan metode ilmu genetik dalam Islam yang sedikit telah saya pahami… ” bisa tolong dijelaskan secara detail bagaimana metode dan hasilnya?
seingat saya yng bodoh tentang islam, rosulpun mengajarakan kita untuk cross check dan cross check informasi. tks
03/12/2010 pada 03:20
Tio Alexander™
Langsung saya jawab ya

1. Kebiasaan buruk saya adalah mencatat dari banyak buku dan sumber, tapi terkadang lupa mencatat nama buku atau pagenya. Sekali lagi maaf kalau yang ini. Tapi untuk buku-buku bahaya vaksin bisa dicek satu-satu dari nama-nama yang tertera di atas. Bahkan via google juga ada kok. Banyak kok datanya.
2. Sudah saya jelaskan bahwa vaksin adalah salah satu senjata biologis kaum Zionist.
3. Vaksin yang diproduksi di Indonesia? Saya belum pernah dengar. Tapi jika ada pastinya seperti pabrik inhaler yang bahkan bahan bakunya saja dirahasiakan sehingga BPOM tidak pernah tau. Pabrik Inhaler yang saya maksud juga masuk dalam daftar perusahaan Zionist.
4. Maaf, narasumber menolak untuk disebutkan namanya. Beliau berkewarganegaraan Inggris.
5. Metode ilmu genetik Islam salah satunya melalui metode perhitungan matematis Qur’an dan ilmu dimensi Semesta. Qur’an juga bisa memetakan DNA manusia lho! Untuk metode ini sangat sulit untuk diterangkan dalam bahasa tulisan karena saya takut akan terjadi kesalahpahaman penangkapan.
Silahkan anda coba cross cek, karena kami juga memiliki tetangga yang belum pernah tersentuh jarum suntik dan obat-obatan dokter. Umurnya kini lebih dari satu tahun dan kecerdasannya serta imunitasnya melampaui anak-anak seumurannya. Semoga penjelasan saya dapat membantu.
31/10/2010 pada 12:15
buluck
ijin kopas gan
07/11/2010 pada 11:24
Zairil
izin share ya..
13/11/2010 pada 00:06
jainuddin
mantaf infonya kang. sy jd tegang nih, ntar ta sebarkan……….
03/12/2010 pada 02:52
Tio Alexander™
Silahkan, semoga bermanfaat.
26/11/2010 pada 13:47
hafidz
Tulisan yang bagus, ijin share ya moga bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya pembaca…
03/12/2010 pada 02:32
Tio Alexander™
Terima kasih, silahkan dishare.. insya Allah menjadi manfaat.
01/12/2010 pada 14:15
tjenarvi
Bagus ini blog,
Pertanyaan:
1. Anak saya setelah lahir, udah main vaksin aja, langsung setelah lahir. Nanti vaksin berikutnya saya akan CEGAH, tidak terlambat kan?
2. Adalah penggantinya? hanya buah kurma? kurma jenis apa dan beli dimana kalau di jakarta?
Terima Kasih.
03/12/2010 pada 02:29
Tio Alexander™
Terima kasih
Jawaban :
1. Insya Allah belum terlambat. Sebaiknya segera didetoksifikasi dengan madu yang melalui ASI (Ibunya yg minum madu) hingga bayi sudah siap makan makanan selain ASI.
2. Kurma yang bagus dan halal lebih baik. Intinya kurma, beli di mana saja boleh, asal jangan Kurma produksi Israel.
Sama2
27/12/2010 pada 09:10
iqlima
ijin share ya, jazakallah
29/12/2010 pada 17:21
bocah_september
mantap gan….mohon izin share tulisannya…..smoga bermanfaat…..
31/12/2010 pada 10:59
chairuddin
apakah anak-anak yahudi juga disuntik vaksin (perlu ada penelitian lebih lanjut)
31/12/2010 pada 20:34
Tio Alexander™
Yahudi yg mana dulu nih? Kalau Yahudi Freemason nggak bakalan anak mereka mau disuntik kaya gt.