Sebulan ini berita tentang pembubaran FPI sangat menyeruak ke di media-media propaganda seperti TV, Internet, dan media cetak, bahkan di berbagai forum-forum besar internet Indonesia. Rupa-rupanya kelompok-kelompok yang tidak senang dengan diberantasnya kemaksiatan merasa sudah berhasil mempengaruhi opini publik bahwa FPI hanyalah ormas pembuat onar. Benarkah demikian?

Jika kita memperhatikan dengan saksama siapa saja orang-orang yang mengususng pembubaran FPI, maka kita akan mendapatkan beberapa kelompok sebagai berikut :

1. JIL (Jaringan Islam Liberal)

Kelompok yang  mengatasnamakan Islam ini tidak layak sebetulnya disebut sebagai Islam, karena mereka merubah berbagai hukum Islam yang sudah Allah tetapkan di Qur’an. Diantaranya hukum-hukum Islam yang mereka tentang adalah dirahamkannya babi, miras, perjudian, dan riba; kemudian mereka juga membolehkan adanya hubungan homoseksual yang menjijikan dan dilarang oleh Allah, mereka juga mengharamkan poligami yang dihalalkan oleh Allah, dan masih banyak lagi.

Bahkan yang lebih parah lagi mereka mengganti lafadz Allah hu Akbar dengan, maaf Anj**g huakbar (naudzubillah). Selengkapnya tentang siapa-siapa saja orang-orang di dalam JIL bisa dilihat di sini : Orang-orang dibalik JIL

2. Mafia Kejahatan

Kelompok mafia kejahatan yang beroperasi di Indonesia sangat banyak, saya tidak akan menyebutkan nama-nama kelompok mereka. Kegiatan mereka adalah melakukan berbagai macam kejahatan kriminal dan kejahatan moral demi untuk mengeruk keuntungan semata, misalnya menjual miras, narkoba, prostitusi, money laundry, perdagangan manusia, dll.

Mengapa mereka ingin FPI dibubarkan? Karena FPI telah mengusik bisnis-bisnis ilegal mereka, diantaranya menghancurkan tempat prostitusi, penjualan narkoba, homoseks, dsb. yang berkedok sebagai bar atau cafe. Banyak anggota FPI yang menjadi sasaran pengeroyokan dan pembunuhan oleh para mafia ini, namun beritanya tidak pernah diangkat ke media. Sebetulnya para mafia ini takut dengan FPI yang kian hari jumlahnya makin banyak, sehingga mereka menggunakan jalur hukum Indonesia yang dapat dibayar.

3. Kristen Radikal

Memangnya ada Kristen Radikal di Indonesia? Ya ada. Mereka lah yang membuat kerusuhan dan pembantaian atas ratusan muslim tak berdosa di Ambon dan Poso. Saya ingat sekali video pembantaian umat muslim secara sadis yang dilakukan mereka di  Ambon. Waktu itu saya masih terlalu kecil untuk melihat rekaman kesadisan yang mereka lakukan, dan saya tidak akan pernah melupakan kejadian itu.

Lalu mengapa Kristen Radikal ingin membubarkan FPI? Karena FPI dianggap sebagai garda terdepan pelindung umat muslim dari pemurtadan. Banyaknya gereja-gereja yang dibangun tanpa izin di daerah yang populasinya 99% muslim adalah salah satu bentuk pemurtadan yang ada di Indonesia. Bukan rahasia lagi kristenisasi sangat gencar dilakukan di Indonesia, salah satunya di Sumatera Barat selepas gempa bumi beberapa waktu lalu.

4. Komunis Baru Indonesia

Kaum Komunis generasi baru ini bukanlah rahasia lagi. Beberapa tahun lalu saat saya masih aktif di LDK GICI Business School, ada seorang mahasiswa kami tertangkap sebagai agen Komunis yang disusupkan ke kampus kami. Mereka berusaha menggalang kekuatan besar di kalangan pemuda untuk dapat bangkit lagi dan menguasai pemerintahan di Indonesia. Apa jadinya jika Komunisme menguasai Indonesia yang mayoritas Muslim, bisa-bisa sekularisme akan diterapkan pada kehidupan beragama kita. Setahu saya FPI juga berusaha melindungi kaum muslim dari pengaruh Komunis ini. Meski perlu dicatat bahwa kejadian pengusiran agen Komunis di Banyumas beberapa waktu lalu tidak ada campur tangan dari FPI, melainkan organisasi kemasyarakatan yang ada di daerah tersebut.

5. The Invisible Hand (Zionist)

Siapa yang tak kenal kelompok konspirator yang satu ini, mereka ada di seluruh penjuru bumi, membuat kekacauan dan berbagai kebohongan. Kalau yang ini sih nggak perlu di bahas lagi tujuan mereka, karena sudah sering di bahas di blog ini. Silahkan anda cari-cari saja dengan keyword Zionisme di kotak pencarian di sidebar blog ini.

Hubungan FPI dengan masyarakat non-muslim

Setelah melihat siapa-siapa saja kelompok yang berusaha keras ingin membubarkan FPI dan motivasi mereka, dapat kita simpulkan bahwa mereka memiliki tujuan yang buruk, terutama terhadap umat Islam di Indonesia. Di mana ada FPI, di situ kemaksiatan diberantas. Justru di dekat FPI sendiri banyak orang yang merasa aman, bahkan orang non-muslim sendiri.

Pimpinan FPI, Habieb Rizieq bersama para ulama

Markas FPI di Petamburan Jakarta Pusat ini sekitarnya ada 5 gereja, hubungannya dengan FPI saat ini baik-baik saja. Bahkan para pendetanya sangat mengenal baik para anggota dan pengurus FPI yang ada di situ. Kenapa, karena gereja-gereja ini resmi punya ijin dan sesuai dengan peruntukannya. Sementara kalau ruko jadi gereja, kan lain cerita. Berarti peruntukannya untuk rumah tinggal dan toko, kok tiba-tiba berubah jadi gereja.

Benarkah FPI selalu berbuat anarkis?

Tidak, menurut saya itu hanya orang-orang yang disusupi ke FPI agar dapat memanas-manasi suasana dari dalam FPI sendiri. Dalam ilmu intelejen, praktek mata-mata atau spionase adalah hal yang lazim dilakukan antar kelompok. Bahkan merusak kelompok lawan dengan mengadakan propaganda di dalam tubuh lawan tersebut. Tapi Islam melarang hal selicik itu, karena kaum muslim selalu berperang dengan etika dalam peperangan.

Adapun berita-berita yang selama ini kita lihat di TV, Internet, dan media cetak adalah bentuk-bentuk propaganda demi melancarkan usaha mereka untuk membubarkan FPI yang selalu membasmi kemaksiatan dan melindungi aqidah masyarakat dari berbagai gempuran pengerusakan moralitas dan pemurtadan.

Perlukan FPI dibubarkan?

Untuk pertanyaan ini saya bertanya langsung kepada beberapa orang, termasuk ayah saya yang moderat. Bagaimana ayah saya yang moderat menjawabnya?

“FPI tidak perlu dibubarkan. Mereka memberantas tempat maksiat dan banyak menjadi relawan di saat bencana.”

Sungguh hal yang sangat tidak bisa dipercaya bahwa ayah saya yang selama ini moderat malah mendukung FPI. :D

Lalu pendapat-pendapat lainnya dari kawan-kawan saya sesama muslim (baik yang moderat maupun tidak) mayoritas mengatakan bahwa FPI tidak perlu dibubarkan. Alasannya rata-rata sama dengan pendapat ayah saya, bahkan mereka menambahkan bahwa di zaman para Nabi dahulu tempat maksiat juga dibakar dan dirusak. Seseorang berkata bahwa, “Setan kalau nggak dikerasin nggak akan takut.” Ya itulah orang-orang yang diberantas FPI, yaitu setan dari golongan manusia.

Malah yang unik ada pendapat dari salah satu kawan saya yang non-muslim. Dia bilang FPI tidak perlu dibubarkan. Lho kok bisa??

Ibu 2 anak beragama Kristen ini menganggap FPI adalah pahlawan di kompleks tempat tinggalnya. Dahulu sebelum ada FPI di luar kompleks rumahnya banyak terdapat preman yang kerap menggangu dan memeras warga di situ, bahkan adiknya yang baru SMA sering dipalak. Namun setelah ada FPI yang berposko di seberang gerbang kompleks tempat tinggalnya para preman-preman itu kini tidak ada lagi, sebagian pergi dari daerah itu dan sebagian lainnya bertobat dan menjadi tukang ojek. Malahan preman-preman yang tadinya meresahkan itu saat banjir tiba kerap membantu warga kompleks bersama-sama FPI.

FPI saat bencana jebolnya waduk Situ Gintung

Merekalah relawan tercepat yang membantu warga di sana

Relawan FPI medan saat bencana tsunami Aceh

Jangan melihat dari satu sisi

Jadi sebaiknya kita jangan melihat dari satu sisi saja, karena berita-berita propaganda yang ada di media elektronik maupun media cetak sangatlah tidak berimbang. Banyak orang-orang yang justru dikirim ke berbagai komunitas besar, seperti Kaskus, Twitter, dll. untuk membuat propaganda dan mengendalikan opini publik. Dalam praktek intelejen hal itu lazim dilakukan demi menghacurkan lawan. Dalam hal ini FPI yang menjadi target oleh mereka yang menentang hukum-hukum Islam dan melegalkan kemaksiatan.

Seperti kita ketahui juga bahwa media cetak dan elektronik saat ini banyak diisi oleh tulisan dan opini dari orang-orang JIL yang menyebarkan kesesatan, makanya nggak heran hanya itu saja yang mereka ulang-ulang demi mencuci otak kita.

FPI juga memiliki andil besar dalam membantu polisi dalam menangkap berbagai bandar narkoba, germo, sindikat perdagangan anak, dll. Karena itulah Polisi sangat menghormati eksistensi FPI di Indonesia dan saling bahu-membahu menumpas kejahatan dan pengerusakan moral.

Bolehkah menghancurkan tempat maksiat dalam Islam?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa melihat kemungkaran, maka hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan hatinya.”

Jika melihat hadits tersebut, maka perintah pertama yang Rasulullah berikan dalam menghadapi kemunkaran adalah merubahnya menggunakan tangannya. Merubah menggunakan tangan dapat berbagai cara, pertama dengan melarang mereka, kedua dengan mencegah mereka, yang ketiga jika mereka melawan maka kita diperbolehkan membalasnya. Karena menegakkan Hukum Allah di dunia ini adalah kewajiban manusia.

Adapun “jika tidak mampu” memiliki pengertian jika kemunkaran sudah merajalela dan jumlah kaum muslimin yang dapat mencegahnya tidak akan mampu, maka dibolehkan baginya untuk melindungi kebersihan hatinya dan menjauhi kemunkaran itu. Allah juga tidak akan senang apabila hambanya membahayakan dirinya apabila tidak mampu.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf (kebaikan), dan mencegah dari yang munkar (kejahatan), dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”
Qur’an surah Ali-Imron (3) : 110

Maka jika ada orang Islam yang menentang orang mencegah kemunkaran, patut dipertanyakan aqidahnya. Karena Rasulullah dan para sahabatnya dahulu apabila melihat tempat kemaksiatan akan menghancurkannya.

~ Ditulis oleh Tio Alexander, berdasarkan pandangan pribadi, hukum Islam, dan masukan dari berbagai pihak)

About these ads