You are currently browsing the category archive for the ‘DarikU’ category.
Beberapa jam ini HIV/AIDS banyak dibicarakan orang. Terlebih setelah adanya berita bahwa maho-maho (kaum homoseksual) internasional akan datang ke Indonesia untuk membuat festival filmnya. Salah seorang kawan saya, Sarah, meminta saya untuk menuliskan pandangan saya tentang HIV/AIDS tersebut. Apakah HIV/AIDS bisa disembuhkan atau tidak? Berikut pandangan saya tentang HIV/AIDS.

Pada kenal Pastor Terry Jones kan? Itu lho Pastur yang dari Amerika yang waktu itu sempat bikin hari membakar Qur’an (walau akhirnya dibatalkan karena diancam oleh pemerintah mereka).
Pastor Terry Jones
Nah sebagai umat muslim, sepertinya kita sedikit harus berterima kasih sama dia deh. Bukan karena dia mau bakar Qur’an, tapi karena secara nggak langsung dia sudah membantu mempromosikan keindahan Islam kepada khalayak warga Barat sana. Berikut ucapan terima kasih dari Dr. Sabeel Ahmed kepadanya. Baca entri selengkapnya »
Ada seorang muslim (entah dia benar-benar muslim atau hanya klonengan yang mengaku-aku saja) mengkritisi artikel tentang dasar hukum warga Bekasi menolak pembangunan gereja HKBP. Dia berkata bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin yang sangat bertoleransi terhadap kaum minoritas dan tidak seharusnya menolak pembangunan gereja tersebut.
Jika dia adalah seorang muslim, maka saya akan bertanya kepadanya : “Lalu di mana rasa toleransi anda terhadap saudara muslim anda sendiri di Bekasi sana?”

“Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.”
UUD ’45 pasal 34

Menjelang sore begini, rata-rata pikiran kita yang sedang (belajar) berpuasa sudah banyak membayangkan segarnya es-es khas Indonesia, misalnya Es Cendol, Es Campur, Es Teler, atau Es Palu Butung dari Makkasar yang terkenal. Apalagi kalau melihat secara langsung orang yang sedang mencicipinya.
Bagi para amatir di bidang berpuasa Ramadhan, banyak yang nggak tahan akan godaan. Tapi saya yakin bagi yang amat mengerti tentang agama, apalagi mengerti tentang ilmu kesehatan, pasti akan melanjutkan puasanya. Karena sesungguhnya puasa itu nggak sekedar menahan lapar dan haus serta amarah, namun juga sebagai metode penyeimbang pencernaan kita. Kalau biasanya 11 bulan lamanya porsi kita makan semerawut (alias kadang kekenyangan sampai mau muntah dan atau bahkan kadang menahan lapar sampai kentut-kentut karena masuk angin), maka selama 1 bulan Allah memberikan kewajiban kepada kita untuk membebaskan tubuh kita dari perlakuan semena-mena kita.

Barbourula Kalimantanensis


Komen-komen