You are currently browsing the tag archive for the ‘Mesir’ tag.

Cerita ini dari Mesir. Pencerita bilang dia lagi shalat tahiyatul masjid, khusu’nya terganggu oleh bau asap rokok yang kuat banget, setelah salam dia tahu di mana asal bau itu, dari orang yang bibirnya saja hitam karena rokok. Dia ngomong ke dirinya, “nanti selesai solat gue mau ngomong ama tuh orang.” Tapi mendadak ada anak kecil sembilan tahunan umurnya masuk mesjid, duduk di samping perokok itu. Dan si anak itu mencium bau asap rokok juga, kemudian mereka terdengar ngobrol.

Sepak bola ternyata kini telah menjadi salah satu alat pengkafiran bagi Dajjal. dalam rencananya untuk membangun suatu dunia baru (New World Order), dia memanfaatkan situasi ini dengan menyisipkan hal-hal yang bersifat simbolis dalam perhelatan akbar sepak bola sejak beberapa tahun lalu, tetapi menjadi semakin jelas di tahun ini.
Simbolis apa yang tersembunyi?
- Awal mulainya World Cup adalah 6/11/2010 (11 = 6 + 1 + 1 + 2 + 0 + 1 + 0) yang menggambarkan 2 tiang freemason.
- FIFA memilih Afrika sebagai tuan rumah 18 tahun setelah runtuhnya Apartheid tahun 1992 (18 = 6 + 6 + 6)
- Bola digambarkan dalam 11 warna yang mewakili 11 bahasa, 11 bangsa. Tetapi 11 juga menggambarkan 2 tiang dalam freemason.
Kita sebagai muslimin tentunya tidak percaya pada hal seperti itu, akan tetapi kode memang digunakan oleh musuh-musuh Allah untuk memberikan isyarat.
Kaitan World Cup dengan Yahudi

“Hari ini tanggal 22 Juni 2010, nyang artinye Jakarte kite ulang taon lagi. Kagak kerasa ane dah lama tinggal di Jakarte ini. Apalagi ini ultah nyang ke-483 taon. Wah udah tua banget ya umurnye? 17 taon lagi pan jadi 500 taon yak?”
Itulah sepenggal ucapan selamat ulang tahun dari saya dalam dialek Betawi tentang umur Jakarta yang semakin tua ini. Karena di zaman modern ini, jarang-jarang lho ada sebuah kota yang tetap dikenal sebagai salah satu pusat peradaban hingga nyaris 500 tahun lamanya. Itu semua dimulai semenjak zaman kerajaan-kerajaan hindu jawa dahulu.

Theodore Herzl, inilah nama Bapak Zionis Yahudi. Penggagas negara Israel ini lahir di Budapest, 1860. Herzl lancar berbahasa jerman dan Prancis, namun lemah dalam bahasa Hebrew, Yiddish dan Rusia; sekuler tulen, intelektual yang kosmopolitan, seorang doktor hukum. Ketika pada tahun 1894-1895 terjadi gelombang antisemit di Eropa akibat pengkhianatan seorang Yahudi-Prancis yang menjadi kapten pada angkatan bersenjata Prancis, yang menjual ribuan rahasia Prancis pada Jerman. Herzl yang tengah menjadi wartawan dan meliput peristiwa tersebut terdorong untuk mengeluarkan gagasan? negara bagi bangsa Yahudi’. Pada tahun 1896 ia menulis artikel tentang Der Judenstaat (Negara Yahudi) di bawah subtitel : An Attempt at a Modern Solution of the Jewish Question.

Kisah seorang wanita yang sengsara… Ketika Allah mengabulkan permintaan “vila” nya di neraka…
Kisah ini ditulis oleh redaksi majalah Al-Manar, Mesir. Ia mengisahkan, “Musim panas merupakan ujian yang cukup berat, terutama bagi seorang muslimah. Ia dituntut untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannya. Gerah dan panas tak lantas menjadikan mereka menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan jilbab, kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki manfaat multi fungsi.”
Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari kairo ke Alexandria, di sebuah mikrobus, ada seorang gadis muda yang berpakaian kurang layak untuk di deskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan.
Ia duduk di ujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja, cara berpakaiannya mengundang perhatian orang di dalam mikrobus tersebut.
Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk di sampingnya mengingatkan bahwa cara berpakaiannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tidak baik bagi dirinya sendiri. Di samping mengingatkan bahwa cara berpakaian seperti itu melanggar aturan syar’i. Orang tua tersebut berbicara agak hati-hati dan pelan-pelan, sebagaimana layaknya seorang bapak berbicara kepada anaknya.
Tapi apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung lalu ia mengekspresikan kemarahannya dengan berkata, “Jika memang bapak mau, ini ponsel saya, tolong pesankan saya tempat di neraka tuhan anda!”
Orang tua tersebut hanya bisa beristighfar sembari mengelus dadanya; kasihan nian gadis itu, semoga Allah memberinya hidayah.
Detik-detik berikutnya suasana begitu senyap, penumpang mikrobus mulai terlelap dalam kantuk.
Hingga sampailah perjalanan di ujung tujuan. Kini para penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi terhalangi oleh perempuan muda itu yang masih terlihat tidur.
“Bangunkan saja!” teriak seorang penumpang.
“Iya bangunkan saja” teriak penumpang lainnya.
Tapi perempuan muda tersebut tetap bungkam. Salah seorang penumpang lain mencoba mendekati si perempuan muda tersebut dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah.
Namun Astaghfirullahal ‘Azhim! Apakah yang terjadi? ternyata perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi, ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan NERAKA.
Kontan seisi Mikrobus berucap Istghifar sembari menggeleng-gelengkan kepala. Sebuah akhir kehidupan yang menakutkan; mati dalam keadaan menantang ALLAH. Apakah Allah langsung memenuhi permintaan ‘vila’nya untuk tinggal di neraka sana?

Bagaimana? Sudahkah kita memesan surga pada Allah dan menjalankan kehidupan ini sesuai dengan perintahnya?




Komen-komen