You are currently browsing the tag archive for the ‘Miskin’ tag.

“Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.”
UUD ’45 pasal 34
Ada seorang kawan di Facebook yang bertanya kepada saya tentang orang miskin. Pertanyaannya sederhana, dan sering disepelekan orang karena sudah dianggap kewajaran bagi banyak orang di negeri kita. Kemiskinan bagai kewajaran dan makanan sehari-hari yang tak perlu lagi diumbar-umbar melainkan dirasakan.

Ada dua pertanyaan dari pemuda kelas 3 SMA yang bernama Dimas ini, yaitu :
- Kenapa harus kita mengasihani orang miskin?
- Bukankah dia sendiri yg membuat diri dia miskin? Dia tidak mau sekolah, belajar, dan semangat.
Saya akan mencoba menjawab 2 pertanyaan ini, mudah-mudahan yang bersangkutan puas akan jawaban saya.




Komen-komen