You are currently browsing the tag archive for the ‘rahasia sunnah’ tag.
Fenomena Sun Halo di Yogyakarta
Hari ini (04/01/2011) orang banyak membicarakan tentang fenomena “HALO” atau cincin cahaya yang terlihat mengelilingi matahari. Objek yang tergolong langka di Indonesia tersebut terjadi di langit Jogja dan sekitarnya pada pukul 10:15 hingga 11:15 WIB. Lingkaran cahaya tersebut berbentuk pelangi dan terlihat sangat indah. Banyak orang mengaitkannya dengan pertanda adanya bencana. Dan semenjak siang tadi kawan-kawan saya banyak yang bertanya kepada saya tentang pertanda tersebut, benarkah pertanda akan terjadi bencana?
Pertanda Bencana kah?

Malam ini adalah malam tahun baru masehi, yaitu permulaan tahun pada kalender gregorian. Mayoritas manusia di bumi ini merayakannya. Hmmm… untuk apa? Apakah merayakan penambahan tahun, yang artinya jatah umur dunia (dan jatah umur kita) semakin berkurang?
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”
(Hadits Riwayat Abu Dawud)
Beberapa jam ini HIV/AIDS banyak dibicarakan orang. Terlebih setelah adanya berita bahwa maho-maho (kaum homoseksual) internasional akan datang ke Indonesia untuk membuat festival filmnya. Salah seorang kawan saya, Sarah, meminta saya untuk menuliskan pandangan saya tentang HIV/AIDS tersebut. Apakah HIV/AIDS bisa disembuhkan atau tidak? Berikut pandangan saya tentang HIV/AIDS.

Berikut ini salah satu informasi penting bagi Ibu-Ibu yang baru dan atau akan memiliki bayi :

Pemberian susu formula pada bayi baru lahir ternyata memberi risiko yang tak ringan. Otak bayi berpotensi tidak berkembang akibat terlalu banyak mengkonsumsi susu formula.
”Risiko sistem jaringan otak tidak terbangun sebesar 20 persen,” kata Penasihat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) DKI Jakarta, Sri Purwanti Hubertin, Senin (23/8).

“Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.”
UUD ’45 pasal 34

Menjelang sore begini, rata-rata pikiran kita yang sedang (belajar) berpuasa sudah banyak membayangkan segarnya es-es khas Indonesia, misalnya Es Cendol, Es Campur, Es Teler, atau Es Palu Butung dari Makkasar yang terkenal. Apalagi kalau melihat secara langsung orang yang sedang mencicipinya.
Bagi para amatir di bidang berpuasa Ramadhan, banyak yang nggak tahan akan godaan. Tapi saya yakin bagi yang amat mengerti tentang agama, apalagi mengerti tentang ilmu kesehatan, pasti akan melanjutkan puasanya. Karena sesungguhnya puasa itu nggak sekedar menahan lapar dan haus serta amarah, namun juga sebagai metode penyeimbang pencernaan kita. Kalau biasanya 11 bulan lamanya porsi kita makan semerawut (alias kadang kekenyangan sampai mau muntah dan atau bahkan kadang menahan lapar sampai kentut-kentut karena masuk angin), maka selama 1 bulan Allah memberikan kewajiban kepada kita untuk membebaskan tubuh kita dari perlakuan semena-mena kita.





Komen-komen