Dua Bunga

Sebuah jalan terbuka di hadapanku
Jalan menuju masa depanku
Jalan yang hanya terbuka dua kali
Saat ini dan saat nanti

Namun kini aku tak kuasa
Saat dua buah bunga tumbuh di tengah perjalananku
Dan aku tak akan bisa kembali
Sebab sebuah cahaya menungguku di ujung jalan

Sulit untuk memetik salah satunya
Karena dua buah bunga itu sangatlah kusuka
Yang satu berwarna putih dan harum
Dan yang lainnya berwarna merah juga harum

Hendak aku kembali berjalan
Tak kuasa kembali diriku
Dua buah bunga itu memanggil-manggilku
Dengan senyuman yang menggoyahkan hatiku

Berhenti sejenak aku dalam keraguan
Memikirkan dua buah bunga yang menarik hati
Karena tak mungkin aku hindari
Sebab aku harus memilihnya

Aku tahu ini pasti sulit
Sebab tidak ada jalan yang tidak berbatu
Yang akan membuatku jatuh dan terpedaya
Kemudian berhenti untuk merenungi hikmahnya

Aku kembali memandangi dua buah bunga itu
Dalam pandangan yang penuh harapan
Manakah yang akan kubawa pergi?
Ataukah kutinggalkan keduanya?

Saat aku harus memilih salah satunya
Saat itulah aku tak bisa memilih keduanya
Karena keduanya begitu menarik hatiku
Dan meninggalkan salah satu berarti menyakitiku

Tak mungkin aku kembali
Tak mungkin aku tanpa salah satunya
Sedang tak mungkin pula aku menyakiti
Bilakah kupetik keduanya?

W.S. Darmadi
Jakarta, 11 Agustus 2009
08 : 57 WIB

Puisi ini temanya adalah seorang laki-laki yang mencintai dua orang gadis yang juga mencintainya. (Sebetulnya, ini pengalaman pribadi saya) Namun bagaimanakah akhirnya? Apakah laki-laki itu akan memilih sang bunga putih? Ataukah sang bunga merah? Kita tunggu saja jawabanya, jangan lewatkan episode selanjutnya!! (Padahal puisinya lagi proses tuh, maklum saya maunya sih dua-duanya. :P)

Iklan