Opened_Qur'an Qur’an adalah sesuatu yang indah. Qur’an adalah sesuatu yang tersusun secara terperinci dan sistematis. Qur’an adalah sesuatu yang ilmiah. Qur’an adalah sesuatu yang memiliki keluwesan bahasa yang tinggi sehingga sangat mudah dipahami. Qur’an dapat menjangkau siapa saja. Tidak membatasi usia pembacanya, tidak membatasi kewarganegaraan atau suku bangsa pembacanya, tidak membatasi ras dan jenis pembacanya, tidak membatasi bahasa yang digunakan pembacanya, tidak membatasi apa keyakinannya, bahkan tidak terbatas pada ruang dan waktu.

Sejak awal diturunkan hingga masa depan, Qur’an selalu update mengeluarkan pengetahuan yang terkandung di dalamnya, sepanjang orang mau berpikir dan memperlakukannya dengan baik. Sepanjang semesta alam fana ini masih dalam masanya. Karena Qur’an adalah pusat ilmu pengetahuan semesta alam yang telah dituliskan, diturunkan, dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang mau berpikir, orang-orang yang mau menggunakan akalnya, yang mau menggunakan rasionalitasnya, dan mau menggunakan ilmu pengetahuannya dalam mempelajari segala yang ada di semesta alam ini. Tidak peduli dia seorang anak kecil, remaja, orang dewasa, atau orang tua. Tidak peduli apa derajatnya, apakah seorang kaya atau seorang miskin. Tidak peduli tingkat pendidikan dan gelarnya. Entah dia menempuh jalur pendidikan formal atau tidak. Selama dia masih mau memikirkan segala sesuatunya menurut rasionalitas akalnya, pasti akan bisa mengerti. Karena Al-Qur’an akan mendekati siapa saja yang mau mendekatinya.

Mendekati Qur’an bagaikan mendekati seorang gadis. Semakin kita sayang dan memperhatikannya, berkali-kali lipat Qur’an akan lebih sayang dan memperhatikan kita. Sungguh Qur’an jauh lebih dalam daripada cinta pertama sepasang manusia. Dan hanya Cinta Qur’an yang dapat menjamin kita selalu tersenyum, dapat menangis bahagia, dapat selalu ceria dalam menjalani hidup, apabila kita selalu mengingatnya. Dan terlebih lagi hanya Cinta Qur’an yang dapat membimbing kita untuk mengenal-Nya, untuk mendapatkan kebahagiaan-Nya, untuk dapat bertemu dengan-Nya. Yang Maha Menciptakan segala sesuatunya menurut ukuran yang tepat, dengan sistematis, dan menurut sunatullah-Nya, dengan kesempurnaan yang tak terhingga.

Qur’an dan ilmu pengetahuan adalah suatu kesatuan yang tak dapat terpisahkan. Karena ilmu pengetahuan adalah bagian dari Al-Qur’an. Mendekati ilmu pengetahuan belum tentu akan dapat dekat dengan Al-Qur’an. Tapi siapa yang mendekati Al-Qur’an, maka ilmu pengetahuan akan mendekatinya. Suatu hal yang selama ini menjadi rahasia para ilmuan besar seperti Ibnu Sina (Avicena), Al-Jaber (Aljabar), Professor Keith L. Moore, DR. Maurice Buchaille, Professor Terajaten, Adnan Oktar (Harun Yahya), Captain Jaques Yves Costeau, dan masih banyak lagi ilmuan besar dunia yang memiliki ilmu pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu, yang memiliki hasil penemuan besar dunia, yang memiliki hasil karya yang luar biasa.

Seorang Einstein yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang Matematika Sains, masih belum dapat menyamai kemampuan Ibnu Sina, Sang Bapak Kedokteran Dunia, yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang Sains, Matematika, Kedokteran, Filsafat, Astronomi, Geologi, Fiqh, yang memiliki lebih dari 500 karya sastra yang memukau dan menguasai lebih banyak disiplin ilmu lagi. Karena seorang jenius Einstein yang mengetahui Qur’an, bahkan tidak mau mendekatinya, sehingga hanya ilmu pengetahuan yang digelutinya lah yang dapat dikuasainya. Sedangkan Ibnu Sina yang mempelajari ilmu pengetahuan dengan bimbingan Al-Qur’an mampu menjangkau lebih dari alam semesta, yang menyebabkan ilmu pengetahuan mau mendekatinya.

Seorang Professor Steven Hawking yang mampu menemukan teori yang melebihi teori relatifitas dimensi dan waktu Einstein. Bahkan tidak lebih baik dari Professor Keith L. Moore yang dapat menemukan teori proses manusia yang secara terperinci dalam Al-Qur’an dan menulis buku yang hingga kini dijadikan buku teks wajib bagi mahasiswa kedokteran di seluruh universitas di dunia. Karena Professor Hawking tidak mau mengenal Al-Qur’an, dia lebih memilih tidak mengetahui apa-apa dibanding mempercayai bahwa Semesta Alam ini diciptakan oleh Sang Maha Pencipta. Sedangkan Professor Moore dengan bimbingan Qur’an mampu menemukan jati dirinya sebagai seorang makhluk yang diciptakan oleh-Nya, sehingga hidupnya lebih bahagia daripada professor-professor lain yang tanpa bimbingan Al-Qur’an berusaha menemukan sesuatu yang pada akhirnya menjadi sia-sia karena tidak mengakui keberadaan Penciptanya sendiri.

Atau seorang Adnan Oktar (Harun Yahya) yang dengan landasan Al-Qur’an dapat mematahkan Teori “konyol” Evolusionis Charles Darwin yang menganggap nenek moyang manusia adalah seekor kera.

Atau seorang Kapten Kapal dan seorang Oceanografer handal dunia, Captain Jaques Yves Costeau yang memecahkan misteri Laut Mediterania yang memiliki air yang berbeda rasa, asin dan tawar, karena setelah membaca sebagian ayat Al-Qur’an yang menunjukannya.

Dan seorang yang diutus oleh Allah SWT, yaitu Rasulullah Muhammad SAW yang buta huruf, yang membawa dan menyampaikan kabar gembira atas setiap wahyu Allah SWT dalam Al-Qur’an dan sunnah kepada manusia, yang kini menjadi seseorang yang dihormati dan dikagumi di seluruh dunia, tidak hanya bagi umat muslim, tetapi juga mendapat tempat bagi orang-orang non-muslim yang mengaguminya seperti Karen Armstrong.

Seorang anak kecil yang baru belajar memahami Al-Qur’an akan dapat terheran-heran dan penasaran karena Qur’an yang selalu membuatnya ingin tahu.

Seorang remaja yang baru mengenal kata-kata cinta, akan terpikat dengan romantisme kata-kata dalam Al-Qur’an.

Seorang dewasa yang baru memahami arti dari sebuah tanggung jawab akan terpukau dengan keseimbangan hukum-hukum yang adil dan bertanggung jawab dalam Al-Qur’an.

Seorang tua yang sudah berpikir bahwa ajal akan segera menjemputnya akan menangis terharu atau memohon ampun kepada Allah SWT saat menemukan kata-kata keindahan surga dan keburukan neraka dalam Al-Qur’an.

Seorang sastrawan akan terpikat dengan keindahan dan tingginya bahasa yang digunakan Al-Qur’an.

Seorang ahli hukum akan menjadikan Al-Qur’an sebagai kitab hukum teradil di dunia setelah memahaminya.

Seorang ahli matematika akan menemukan betapa Al-Qur’an adalah sebuah kesatuan yang terperinci dan tersusun dengan sistematis dan ter-enskripsi dengan kerumitan tertinggi di dunia.

Seorang scientis akan menemukan hal-hal yang baru tentang alam semesta ini dalam memahami Al-Qur’an.

Dan yang terpenting dari semua jenis da sifat orang-orang yang memahaminya, Al-Qur’an mengandung semua kunci dari setiap hidayah yang Allah SWT berikan kepada siapapun yang mau mendekati dan memahaminya.

Sungguh Allah SWT telah menciptakan dan menurunkan Al-Qur’an secara terperinci, sistematis, ilmiah, dan menurut ukuran yang jelas dan tepat, sebagai pedoman hidup makhluk-Nya, dan sebagai rahmat bagi semesta alam, hingga tiba pada saatnya. (Tio Alexander™)

tilawah

Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.

(Qur’an surah Al-Baqarah (2) : 20)


Maka patutkah Aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal dialah yang Telah menurunkan Kitab (Al Quran) kepadamu dengan terperinci? orang-orang yang Telah kami datangkan Kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quran itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.

(Qur’an surah Al-An’aam (6) : 114)


Tidaklah mungkin Al Quran Ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang Telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.

(Qur’an surah Yunus (10) : 37)


Alif laam raa, (Inilah) suatu Kitab yang ayat-ayatNya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha tahu,

(Qur’an surah Huud (11) : 1)


Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.

(Qur’an surah Al-Qamar (54) : 49)


Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan(Nya), dan dia Telah menciptakan segala sesuatu, dan dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.

(Qur’an surah Al-Furqaan (25) : 2)


Dan dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu dia memberikan petunjuk.

(Qur’an surah Adh-Dhuhaa (93) : 7)


Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

(Qur’an surah Al Hijr (15) : 9)


Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

(Qur’an surah Yunus (10) : 100)