Gadis Kecil dan Balon Biru

Di sebuah pantai di bibir laut yang biru

Seorang gadis kecil bertopi biru
berbaju biru
dan bersepatu biru
berlari-lari kecil di bawah langit yang biru
sambil membawa sebuah balon berwarna biru

Seorang gadis kecil bertopi biru
berbaju biru
dan bersepatu biru
dengan riang bermain bersama balon biru
di sebuah pantai di bibir laut yang biru

Seorang gadis kecil bertopi biru
berbaju biru
dan bersepatu biru
tak sengaja melepas balon biru
yang terbang menuju langit yang biru

Seorang gadis kecil bertopi biru
berbaju biru
dan bersepatu biru
kini bersedih kehilangan balon biru
yang terbang menuju langit yang biru

Seorang gadis kecil bertopi biru
berbaju biru
dan bersepatu biru
menangisi balon biru
memanggil-manggil balon biru

Seorang gadis kecil bertopi biru
berbaju biru
dan bersepatu biru
berlari-lari kecil di bawah langit yang biru
mengejar balon biru

Seorang gadis kecil bertopi biru
berbaju biru
dan bersepatu biru
berlari-lari kecil di bawah langit yang biru
menembus ombak dari laut yang biru

Seorang gadis kecil bertopi biru
berbaju biru
dan bersepatu biru
menembus ombak dari laut yang biru
hilang tak terlihat menjadi satu biru

Seorang gadis kecil bertopi biru
berbaju biru
dan bersepatu biru
balonmu kini sudah lepas menuju langit biru
hilang tak terlihat menjadi satu biru

Seorang gadis kecil bertopi biru
berbaju biru
dan bersepatu biru
kini terbang menuju langit biru
bersama balon biru

Seorang gadis kecil bertopi biru
berbaju biru
dan bersepatu biru
tubuhnya kini tertelan laut yang biru
bersama kesedihanku yang mengharu biru

W.S. Darmadi
Jakarta, 10 Agustus 2009
05 : 45 WIB

Sebenarnya puisi ini adalah penulisan ulang kembali puisi dengan judul yang sama, yang pernah saya buat kira-kira 9 tahun silam. Puisi itu menghilang dan ternyata saat saya menuliskannya lagi, perasaan hati saya masih sama sedihnya saat saya menuliskan puisi lamanya. Mungkin puisi ini telah sedikit banyak berkurang dari puisi yang sebelumnya, tapi saya masih bisa merasakan perasaan kesedihan yang sama.

Iklan