Puisi Sembilan Dosa


Saat semua mulai lenyap
Ambisi manusia pun terlahap
Tak ada waktu untuk bersiap
Untuk mereka yang masih terlelap

Doa orang-orang baik
Usaha yang terbaik
Atas segala urusan pelik

Terdapatlah suatu pertanyaan
Iman manakah yang kau pertaruhkan?
Gemetar sembari memikirkan
Akankah ini suatu cobaan?

Emosi bercampur kegelisahan mendalam
Mata hati tertutup bagai malam yang kelam
Paksaan jiwa tertolak hati yang suram
Apalah arti hidup jika diri ini tenggelam
Tenggelam cahaya hati dalam gelapnya malam

Luapan kekecewaan tak akan membantu
Imbasnya hanya membuat hati semakin membatu
Membatu karena berkumpul menjadi satu?
Atau malah terpencar menjadi debu?

Erosi dalam jiwa rupanya terlalu parah
Nestapa hidup yang semakin tak terarah
Amarah yang terus akan berbuah
Menjadi suatu hal yang selalu salah

Tempat berdiam selanjutnya bukanlah di sini
Untuk sebuah alasan bodoh mereka berhenti
Jalan panjang membentang tak mereka lewati
Untuk sebuah alasan bodoh pula mereka mencaci
Hilang akal karena berpenyakit hati

Dosa-dosa yang teramat besar
Emisi kehidupan dari jiwa yang kufar
Lima waktu yang telah lama tertidur
Apalah arti kehidupan yang berjalan mundur?
Penuh sesak dengan pikiran yang selalu kufur
Atau jika pikiran ingin terhibur
Nafsu setan dipastikan telah membaur

Saat manusia menjadi durhaka
Ekspresi mereka membabi buta
Menghalalkan segala cara
Berdusta untuk menggapai asa
Ilmu hanya terpakai untuk berbuat dosa
Lalai sudah hidupnya tak terkira
Akankah mereka mati sembari memeluk dunia?
Nama mereka mungkin telah tercatat dalam neraka

W.S. Darmadi
10 September 2009
09:09 WIB

Puisi ini dibuat untuk kembali direnungkan bersama. Tadinya saya ingin membuat puisi ini tepat tanggal 9 bulan 9 tahun 9, tapi sebuah masalah timbul dan menyebabkan puisi ini dibuat menjadi tanggal 10. Sembilan bait puisi ini mengandung 9 dosa manusia, kecuali bait ke dua. Mengapa saya pilih bait ke dua? Karena syarat manusia untuk bisa masuk surga hanyalah dua hal, yaitu kesabaran dan keikhlasan. Semoga puisi ini dapat membantu kita semua dalam menegur hati agar kita dapat menjadi manusia yang selalu bersyukur dan taat pada Allah.

Iklan