Cinta yang Datang Tak Terduga


Berapa kali kau melontarkan kata-kata benci padaku
Entah itu kata-kata yang membuatku kesal atau pun tidak
Namun satu hal yg kau harus tahu wahai sayangku
Cintaku timbul dari sikapmu yang selalu meladeniku
Inikah cinta yang datang tanpa diduga-duga?

Tujuan yang tadinya hanya bercanda denganmu
Akhirnya berbuah menjadi suatu yang indah
Panah asmara menusuk hatiku secepat kau mengerjaiku
Inikah cinta yang datang tanpa diduga-duga?

Robohnya kebencianku bukan karena sikap manismu
Itulah yang membuat cinta ini berbeda
Nama-nama tak wajar yang selalu kau lontarkan
Dan kini berubah menjadi nama-nama kesayangan
Untuk yang lalu dan di masa depan aku tetap menyayangimu

W.S.Darmadi
11 September 2009
19:00 WIB

Puisi ini terinspirasi dari dua orang (berlawanan jenis) yang  kerap kali saling melontarkan cacian dan makian. Dua orang ini, sebut saja Dewi dan Dwi, mereka saling melempar nama-nama cacian seperti nama “Belatung Item” untuk si oknum laki-laki yang selanjutnya kita sebut Dwi tadi, dan “Kecoa Abu-Abu” untuk si oknum perempuan yang selanjutnya kita sebut Dewi tadi. Saya berpikir mereka hanya saling bercanda saja, maklumlah anak muda (Hohoho… kenapa di sini saya serasa tua ya?). Tapi saya yakin dari ‘benci-bencian’ bisa timbul ‘suka-sukaan’ dan lalu ‘cinta-cintaan’ eh ndlalah jadi cinta beneran deh! 🙂 —> Kebanyakan nonton Telenovela waktu SD dulu. 😛

Baedewae, kalau cerita kalian dibikin Film Layar Lebar seru juga tuh.
Ada produser yang berminat?? 😀

Yah saya doakan yg terbaik buat kalian berdua.^^

NOTE : Rahasia kalian aman koq sama saya. Nanti kalau kalian benar-benar jadian jangan lupa konfirmasi ke saya ya. WAJIB!!^^

Iklan