Foto Marwa el Sherbini dipasang di Balai Kota Dresden Foto Marwa el Sherbini dipasang di Balai Kota Dresden

Akhir pekan lalu kematian perempuan Mesir Marwa el Sherbini diperingati di Jerman. Ia meninggal dunia ketika diserang di dalam proses pengadilan.

Di depan Balai Kota Dresden, hari Sabtu lalu, ratusan orang mengenang perempuan Mesir Marwa el Sherbini, yang menjadi korban pembunuhan dengan serangan pisau, beberapa hari yang lalu. Mereka meletakkan mawar putih, di tangga gedung Balaikota, sebagai bentuk penghormatan dan pertanda untuk hidup bersama secara damai. Upacara berkabung itu, juga dihadiri Ketua Partai Sosial Demokrat SPD Franz Müntefering, dan Ketua Majelis Pusat Islam Jerman Ayyub Axel Köhler. Sejumlah warga yang menghadirinya hendak menunjukkan sikap bahwa Dresden adalah kota yang terbuka.

Suasana sunyi menyelimuti halaman gedung Balaikota. Warga yang hadir, diantaranya sejumlah besar warga asing, diam, membisu dan diselimuti ketegangan. Sejumlah warga yang berasal dari Mesir membawa poster dengan potret Marwa el Sherbini dan keluarganya. Posternya antara lain bertuliskan,”Marwa kami akan tetap mengenangmu”. dan ” Hentikan hasutan-hasutan yang memusuhi Islam”. Aiman Mazyek, Sekretaris Jenderal Majelis Pusat Islam Jerman mengatakan, kasus pembunuhan terhadap Marwa al Sherbini bertentangan dengan kebebasan beragama, dimana di dalamnya termasuk menggunakan jilbab. Diharapkannya adanya sikap bersama dalam menghadapi paham yang bersifat anti semitis dan Islam.

“Pada kenyataan, begitu banyaknya warga kota Dresden yang datang dan mengungkapkan rasa solidaritas untuk menentang kelompok radikal kanan serta segala bentuk yang bersifat rasis. Ini merupakan sebuah isyarat yang baik. Namun ini baru merupakan langkah pertama. Orang-orang yang mendalanginya harus diungkapkan. Tidak ada gunanya berbicara yang muluk-muluk didepan umum, tapi setelah itu tidak melakukan apapun. Kita harus belajar dari pengalaman yang tragis ini.”

Sementara itu Ketua Partai Sosial Demokrat Franz Müntefering menekankan, kasus pembunuhan terhadap Marwa el Sherbini, harus diusut secara tuntas.

“Solusi untuk masa depan adalah, kita tidak saling melemparkan tuduhan, melainkan saling membantu, dan dengan sekuat tenaga berusaha menciptakan hidup bersama yang damai dan penuh persaudaraan.”

Sejumlah besar warga juga menuliskan pesan berkabung di buku ucapan belasungkawa yang disediakan kota Dresden. Di depan Balai Kota dipasang spanduk sepanjang dua meter yang bertuliskan, mengutuk aksi pembunuhan tersebut, yang dinilai memalukan pengadilan di Jerman. Sebagaimana diketahui, serangan pembunuhan terhadap Marwa el Sherbini, terjadi dalam sidang kasus dakwaan atas seorang pemuda Jerman, keturunan Rusia. Pemuda ini terlibat perang mulut dengan Marwa el Sherbini, di tempat bermain anak-anak. Marwa yang memakai jilbab itu disebutnya sebagai teroris dan islamis.Diperkirakan dakwaan dalam kasus pembunuhan tersebut akan disampaikan dalam waktu dekat. Sedangkan proses pengadilannya kemungkinan baru akan dapat digelar akhir tahun ini, atau awal tahun 2010 mendatang.

Sumber : http://www.dw-world.de
Penulis : Dietze, Beate / Samuel Limahekin
Penterjemah : Asril Ridwan

Iklan