Negeriku Kampung Halamanku


Kupijakkan sepasang kakiku di sebuah tempat
Tempat terindah yang pernah ku diami
Negeri indah bertabur kehijauan zamrud nan berkilau
Gunung-gunung gagah nan kokoh memilar cakrawala
Lautan biru yang banyak menyimpan harta kehidupan
dan pantai pasir putih berkilauan cahaya permata

Inilah…
Aku telah sampai
Kampung halamanku yang selalu dibanggakan orang
Yang selalu ingin diperebutkan ketamakan karena keindahannya

Sejuk udara dingin melalui pegunungan
Bukit, lembah, bahkan puncak sudah mereka lewati
Kehangatan penyambutan lautan pada pantai
Mengajak berbagai bangsa dari negeri lainnya untuk datang
Juga air segar yang mengalir melalui celah-celah bumi memancar menghujani ke penjuru negeri ini

Indahnya hati bilamana menyatukan mereka
Tapi sebusuknya hati bilamana merusak mereka!

Melihat binatang dan pepohonan selalu tersenyum dan menyapa diriku dengan kelembutan
Indahnya hati bilamana mencoba melindungi mereka

Anak kerbau berkata pada sebulir padi,
“Apa yang bisa kulakukan untuk kehidupan?”

Sang biji padi menjawab,
“Gemburkan tanah dan bawa aku ke sana!”

“Hanya itu saja?”,
tanya sang kerbau

Sang biji padi pun tersenyum padanya

Hamparan dataran rendah luas bak permadani
Hijau ada, dan menguning emas pun ada
Tegalan ladang berbalkon-balkon menyimpan berpucuk biji-biji emas dan berakar sumber kehidupan
Tidak sia-sia hasil peluh penduduk desa

Negeri ini adalah negeriku
Kampung halamanku
Yang keindahannya masih terlihat
Meminta kami untuk melindungi mereka

W.S. Darmadi
Februari 2004

Puisi ini dibuat pada saat saya duduk di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama) yaitu di SMP Negeri 49 Jakarta, dan ditujukan untuk tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Senang sekali rasanya dapat menemukan puisi-puisi saya yang dahulu saya kira hilang. Tapi karena puisi ini juga saya bertekad untuk terus membuat karya-karya yang lebih baik lagi. 🙂

Iklan