Cowok Peliharaan (Cowpet)


Caranya diperlakukan layaknya binatang peliharaan
Orang lain bicara pun tak digubris, walau itu demi dirinya
Wajar kalau ia sering disebut pacar peliharaan
Perempuan lain pun tak ada yang mau mendekatinya
Entah karena takut dengan majikannya, atau malah…?
Tapi yang jelas ia hanya taat pada majikannya, yaitu pacarnya!

W.S. Darmadi
14 September 2009
19:00 WIB

Puisi ini terinspirasi oleh seorang sahabat saya yang bernama Dina Mariana (saya biasa manggil dia dengan sebutan Neng Dina). Saat itu, setelah buka puasa, kami bertemu di Yahoo! Messenger. Tadinya sih hanya mengobrol biasa, eh ndlalah akhirnya curhat tentang gangguan yang dia terima di Facebook. Intinya ada seorang cewek yang membuatnya jengkel setengah mati karena dianggap telah “mencuri” pacarnya. Padahal kalau menurut wawancara (ciailah…😀 ) yang saya lakukan, cowoknya si cewek “penggangu” inilah yang berusaha mendekati Neng Dina. Dan kalau menurut neng Dina, si cowok itu bagaikan peliharaan pacarnya, disuruh apa aja mau dan sangat penurut! (Btw, sepenurutnya peliharaan kalau dia laper, bakalan gigit juga. ~ Coba deh dianalogikan ke sifat laki-laki). Maka sejak itulah kata-kata Cowok Peliharaan “CO-PET” muncul, dan untuk memperkeren bahasanya dijadikan “COW-PET” CO = Cowok (Betawi Language), PET = Peliharaan (English). Harusnya nama ini segera dipatenkan sebelum diklaim oleh negara tetangga!! (Tapi tenang aja, kan ada Roy Suryo!😀 )

NOTE : Puisi ini hanya dibuat dalam waktu 3 menit, dan dipikirkan saat berbelanja gas 3 kilo di warung “Mbak Eni”. Sambil gotong-gotong gas 3 kilo pikirannya melayang-layang.😛 Dan satu lagi! Jangan dibaca “COW PET” yah! Nanti malah artinya jadi “SAPI PELIHARAAN” Hahahaha… LoL😀

selingkuh