Sholat dalam video ini tergolong dalam Sholat Tercepat di Indonesia! Bahkan mungkin di dunia!! Silahkan cek TKP, gan!😀

Video  ini dipublikasikan di Youtube tertanggal 26 September 2008. Kejadiannya sendiri bertempat di Kabupaten Indragiri Hulu, Rengat, Riau.


Nah, setelah melihat video yang tadi, Malaysia pun tidak mau kalah. Mereka kemudian mempublikasikan Sholat tercepat mereka. Cekidot!

Apakah yang mereka lakukan??

Apakah mereka sholat untuk mengharapkan ridha Allah?

Atau mungkin malah mengharapkan “Sertifikat Guinness World of Record” sebagai sholat tercepat di dunia??

Silahkan baca riwayat hadits berikut :

Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW sarat dengan hikmah dan manfaat. Asalkan, semua gerak dilakukan dengan benar, tuma’ninah, dan istikamah.

Suatu ketika Rasulullah SAW berada di dalam Masjid Nabawi, Madinah. Selepas menunaikan shalat, beliau menghadap para sahabat untuk bersilaturahmi dan memberi tausiyah. Tiba-tiba, masuklah seorang laki-laki ke dalam masjid, lalu shalat dengan cepat.

Setelah selesai, si laki-laki tadi bergegas menghadap Rasulullah SAW sambil mengucapkan salam. Rasulullah SAW berkata pada laki-laki itu, “Sahabatku, engkau tadi belum shalat!”

Mendengar perkataan Rasulullah SAW, si laki-laki itu kaget. Ia pun kembali ke tempat shalat dan mengulangi shalatnya. Seperti sebelumnya, ia shalat dengan sangat cepat. Rasulullah SAW tersenyum melihat ‘gaya’ shalat seperti itu.

Setelah melaksanakan shalat untuk kedua kalinya, laki-laki tadi kembali mendatangi Rasulullah SAW. Lagi-lagi, Rasulullah SAW berkata pada orang itu, “Sahabatku, tolong ulangi lagi shalatmu! Engkau tadi belum shalat.”

Untuk kedua kalinya, orang itu merasa kaget. Ia merasa telah melaksanakan shalat sesuai aturan. Meski demikian, dengan senang hati ia menuruti perintah Rasulullah SAW, dengan gaya shalat yang sama.

Seperti sebelumnya, Rasulullah SAW kembali menyuruh orang itu mengulangi shalatnya. Karena bingung, ia pun berkata, “Wahai Rasulullah, demi Allah yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak bisa melaksanakan shalat dengan lebih baik lagi. Karena itu, ajarilah aku!”

“Sahabatku,” kata Rasulullah SAW dengan tersenyum, “Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah Al-Fatihah dan surat dalam Al Quran yang engkau pandang paling mudah. Lalu, ruku’ dengan tenang (tuma’ninah), kemudian bangunlah hingga engkau berdiri tegak. Sesudah itu, sujud dengan tenang, lalu bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang. Lakukanlah seperti itu pada setiap shalatmu.”

Kisah dari Mahmud bin Rabi’ Al Anshari dan diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahih-nya ini, memberikan gambaran bahwa shalat tidak cukup sekadar ‘benar’ gerakannya saja, tapi juga harus dilakukan dengan tuma’ninah, tenang, dan khusyu’.

Kekhusyu’an ruhani akan sulit tercapai, bila fisiknya tidak khusyu’. Dalam arti, dilakukan dengan cepat dan terburu-buru. Gerakan terlampau cepat dan terburu-buru, akan sulit bagi seseorang untuk menghayati setiap bacaan, tata gerak tubuh menjadi tidak sempurna, dan jalinan komunikasi dengan Allah SWT menjadi kurang optimal. Akibatnya, fungsi shalat sebagai pencegah perbuatan keji dan munkar akan kehilangan makna. Karena itu, sangatlah beralasan bila Rasulullah SAW mengganggap tidak sempurna orang yang melakukan shalat dengan gerakan cepat (tidak tuma’ninah).

pak-harto-imamJadi kangen lihat Pak harto waktu beliau memimpin Sholat.^^