Sudah bukan rahasia lagi tentang adanya penjara-penjara rahasia milik Amerika Serikat yang banyak terdapat di berbagai negara, seperti Guantanamo di Kuba, Abu Ghuraib di Iraq, Penjara Lithuania, Penjara Bondsteel di Kosovo, dan berbagai penjara-penjara milik CIA (Central Intelegent Agency) lainnya di seluruh dunia. Tapi yang selama ini ditutup-tutupi adalah, bagaimanakah CIA selama ini memperlakukan para tawanan itu? Mari lihat cara-cara mereka menginterogasi para tawanan mereka yang jelas-jelas juga manusia.

GuantanamoKondisi para tawanan Amerika Serikat di Guantanamo

Berikut ini metode-metode interograsi yang resmi diajarkan kepada personil US Military oleh SERE (US Military Training Programme – Survival, Evasion, Resistance, Escape) :

  1. Isolation : Caranya tersangka ditempatkan di ruang tersendiri tanpa bisa melakukan kontak apapun dg orang lain. Dalam periode tertentu tersangka akan mengalami kegelisahan berat karena keinginan yg sangat kuat untuk berinteraksi dengan orang lain.
  2. Sleep Deprivation : Dengan mencegah tersangka untuk tidur selama beberapa hari. Setelah beberapa hari tersangka akhirnya diperbolehkan tidur tapi segera dibangunkan lagi dan langsung di interogasi. Mantan Perdana Menteri Israel Menachem Begin pernah mengalami ini pada saat dia ditahan KGB. Dia bilang,” Orang-orang terlihat seperti diselimuti kabut dan rasanya aku sudah mati. Kakiku gemetaran hebat dan SATU… hanya SATU keinginanku : TIDUR. Kelaparan dan kehausan tidak ada apa-apanya dibandingkan ini.Selain menimbulkan halusinasi, sleep deprivation yang lebih dari 24 jam akan menimbulkan kegilaan sementara.
  3. Sensory Deprivation : Metodenya dengan menempatkan tersangka di semacam tabung yang mengisolasi total semua rangsangan dari luar. Tabung tersebut diberi sebuah lubang kecil untuk tempat bernapas penghuninya. Pada percobaan yang dilakukan terhadap 17 orang subjek, hanya 6 orang yg bertahan sampai 36 jam. Yang lainnya mengalami kegelisahan berat dan kepanikan.
  4. Stress Position : Tersangka dipaksa berdiri selama berjam-jam tanpa diberi pegangan apapun. Variasi lainnya selain berdiri tahanan juga disuruh mengangkat lengannya. Metode ini pada penerapannya di lapangan berkembang menjadi semakin inovatif seperti mengikat tangan kebelakang lalu diikatkan lagi ke pergelangan kaki pada posisi “ditarik”.
  5. Sensory Bombardment : Caranya dengan menyuruh tahanan berdiri menghadap tembok. Mata ditutup dan tangan diikat erat lalu tahanan akan dibombardir dengan sinar lampu sangat terang dan suara-suara keras sehingga mengakibatkan kekacauan indra tubuh akibat rangsangan yang berlebih, gangguan tidur dan konsentrasi. Salah seorang sumber di tahanan menyebutkan ada seorang tahanan yang “keras kepala” mengalami penyiksaan ini selama 7 hari non-stop.
  6. Forced Nudity : Metode ini banyak diterapkan tentara Amerika di Iraq saat menginterograsi tawanan perang. Prakteknya dengan menelanjangi tersangka di depan tahanan yang lain dan membiarkannya tetap bugil dalam jangka waktu yang lama. Akibatnya tersangka akan merasa malu luar biasa.
  7. Sexual Humiliation : Hal ini disesuaikan dengan budaya dan kepercayaan yang dianut oleh si tersangka. Cara-caranya seperti tersangka dipaksa melakukan adegan seks dengan sesama jenis, disuruh memakai pakaian wanita (untuk tersangka pria) lalu dipaksa menari telanjang di depan personil wanita.
  8. Cultural Humiliation : Seperti poin di atas cara ini jg disesuaikan dengan budaya setempat. Metode ini pada intinya memaksa tersangka melakukan sesuatu yang menurut pandangan tersangka merupakan sesuatu yang dilarang atau memalukan. Contohnya bagi muslim dipaksa makan babi. Selain itu bisa juga dengan penghinaan-penghinaan verbal sampai tersangka merasa sangat terhina dan mematahkan semangatnya.
  9. Extreme Cold : Cara ini dulunya berasal dari Cina yang diterapkan kepada tahanan politik atau para aktivis keagamaan. Umumnya tahanan secara rutin tubuhnya diguyur air dingin dan dibiarkan berada di dalam atau di luar ruangan yang juga bersuhu rendah. Ada juga yang dipaksa berdiri di tengah hujan salju cuma mengenakan pakaian seadanya. Metode yang berlawanan adalah menggunakan panas yaitu dengan mengurung tahanan di semacam ruang sempit yang minim ventilasi dan bersuhu tinggi. Disebut juga “hot box”. Tersangka baru akan dikeluarkan setelah mau bekerjasama dengan interogatornya.
  10. Phobias : Phobias digunakan untuk menimbulkan perasaan panik pada diri tersangka. Contohnya kalau si tersangka takut dengan laba-laba maka selnya akan diisi penuh dengan laba-laba sampai tersangka tersebut mengalami rasa takut dan panik yang luar biasa. Pada tahap tersebut barulah interogasi dilaksanakan.
  11. Water Boarding : Metode ini belakangan dilarang digunakan dalam US Military. Tp tidak ada yang menjamin apakah aturan tersebut benar-benar dilaksanakan atau tidak. Waterboarding dilakukan dengan mengikat tubuh erat-erat tersangka pada sebuah papan atau meja dengan posisi kaki lebih tinggi daripada kepala, lalu matanya ditutup. Kemudian wajah tersangka disiram dengan air berulang-kali dengan teknik tertentu. Secara psikologi tersangka akan merasa dirinya tenggelam dan timbul reaksi tersedak karena air yang diguyurkan ke wajahnya itu. Metode ini sangat efektif karena dalam percobaan yang dilakukan terhadap anggota CIA sendiri ternyata rata-rata mereka hanya bertahan selama 14 detik!

Tahanan yang Phobia (takut) terhadap AnjingTahanan yang Phobia (takut) terhadap Anjing

Penyiksaan Tahanan GuantanamoPenyiksaan Tahanan Guantanamo

Menara Pengawas Terluar Penjara Camp BondsteelMenara Pengawas Terluar Penjara Camp Bondsteel milik CIA di Kosovo

Lalu bagaimanakah cara Islam memperlakukan tahanan?

Islam adalah Rahmatan Lil Alamin yang berarti Rahmat bagi semesta alam. Kaum muslimin semenjak Nabi Adam sudah diperintahkan oleh Allah SWT pada setiap awal sebelum melakukan sesuatu untuk mengucapkan kalimat Bismillahirahmanirahim yang artinya adalah Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari kalimat indah itulah bahwa kita dapat menemukan betapa Islam sangat mencintai kedamaian dan menyebarkan kasih sayang antar sesama manusia, walaupun berbeda keyakinan sekalipun.

Berikut ini adalah gambar para personil Angkatan Laut Inggris yang ditawan oleh Tentara Iran karena melanggar batas kedaulatan negara tersebut. Terlihat pada gambar bahwa mereka tidak merasakan ketakutan dan bahkan merasa layaknya diperlakukan seperti tamu, sebelum akhirnya mereka kini dibebaskan.

Tawanan Inggris di Iran diperlakukan dengan sangat baikTawanan Inggris di Iran diperlakukan dengan sangat baik, bahkan layaknya tamu

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Anfaal (8) ayat 70 dan 71 :

Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu: “Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil dari padamu dan Dia akan mengampuni kamu.” Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Akan tetapi jika mereka (tawanan-tawanan itu) bermaksud hendak berkhianat kepadamu, maka sesungguhnya mereka telah berkhianat kepada Allah sebelum ini, lalu Allah menjadikan(mu) berkuasa terhadap mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Rasulullah SAW bersabda :

Saling berpesanlah untuk memperlakukan para tawanan dengan baik.

(Hadist Riwayat Ath-Thabrani)

Bagaimanakah Rasulullah memperlakukan tahanan?

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. mengirim pasukan berkuda ke daerah Najed lalu mereka datang kembali dengan membawa seorang tawanan lelaki dari Bani Hanifah bernama Tsumamah bin Utsal, kepala penduduk Yamamah. Mereka lalu mengikatnya pada salah satu tiang mesjid. Suatu hari Rasulullah saw. keluar menemui tawanan tersebut. Beliau bertanya: Bagaimana keadaanmu, wahai Tsumamah? Tawanan itu menjawab: Baik-baik saja, wahai Muhammad. Jika kamu mau membunuh, maka bunuhlah orang yang memang pantas dibunuh. Jika kamu memberikan suatu nikmat maka berikanlah kepada orang yang mau bersyukur. Dan jika kamu minta harta maka akan aku beri berapa saja kamu mau. Rasulullah saw. lalu meninggalkan tawanan tersebut. Esoknya, beliau menemuinya kembali. Beliau bertanya: Bagaimana keadaanmu, wahai Tsumamah? Tawanan itu menjawab: Aku tidak mau bicara kepadamu. Jika kamu memberikan satu nikmat, maka berikan kepada orang yang mau berterima kasih. Jika kamu mau membunuh bunuhlah orang yang memang berhak untuk dibunuh. Dan jika kamu menghendaki harta maka mintalah berapa saja kamu mau maka akan aku beri, maka Rasulullah saw. meninggalkannya. Esoknya, peristiwa yang sama berlangsung lagi. Kemudian Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabat: Lepaskanlah Tsumamah. Tsumamah lalu berangkat menuju ke sebuah telaga. Setelah mandi ia lantas masuk mesjid dan berkata: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Wahai Muhammad! Di muka bumi ini semula tidak ada wajah yang paling aku benci daripada wajahmu. Tetapi sekarang wajahmulah yang paling aku suka di antara wajah-wajah yang pernah aku jumpai. Semula tidak ada agama yang paling aku benci daripada agamamu, dan sekarang hanya agamamulah yang paling aku sukai di antara agama-agama yang pernah aku temui. Dahulu negerimulah yang paling aku benci, tetapi sekarang negerimulah yang paling aku cintai di antara negeri-negeri yang pernah aku kenal. Sesungguhnya pasukan berkudamu selalu mengawasiku, sedangkan aku ingin melakukan umrah. Bagaimana ini? Rasulullah saw. lalu menyampaikan berita gembira kepada Tsumamah bahwa ia diperbolehkan melakukan umrah. Ketika sampai di kota Mekah, seseorang bertanya padanya: Apakah kamu sudah keluar dari agamamu? Tsumamah menjawab: Tidak. Tetapi aku hanya sudah tunduk kepada Rasulullah saw. Demi Allah, tidak akan ada sebutir biji gandum pun dari Yamamah yang akan sampai kepadamu sebelum mendapatkan izin Rasulullah SAW. (Shahih Muslim No.3310)

Kini jelaslah perbedaan antara keduanya. Sungguh Islam adalah sebuah fiqrah yang mencintai perdamaian dan keadilan.

Penulis : Tio Alexander (dari berbagai sumber)