Kecewa dengan pengunjung asal Malaysia

Sungguh saya sangat kecewa sekali dengan pengunjung-pengunjung BLOG yang berasal dari Malaysia. Pasalnya sebagian besar dari mereka datang ke blog ini dengan tujuan hanya untuk meninggalkan komentar-komentar penghinaan kepada Bangsa Indonesia (yang sering orang-orang malon menyebutnya indon) yang tak jelas tujuannya, dan tentunya komentar-komentar yang seperti itulah yang saya anggap sebagai sampah (SPAM). Menyampah di BLOG ini sama saja menganggap BLOG ini sebagai tempat sampah!! Dan ini merupakan penghinaan terhadap saya dan Bangsa Indonesia.

Komentar penghinaan bagaimanakah yang dimaksud?

Saya akan tunjukkan komentar penghinaan pertama yang mendarat di BLOG ini, dan sengaja saya tidak menghapusnya, sebab ini akan bisa dijadikan bukti bahwa saya tidak berbohong. Inilah komentar penghinaan dari orang Malaysia bertanggal 27/09/2009 :

contoh komen malingshitInilah contoh komentar penghinaan yang terdapat pada Polling Indonesia-Malaysia

Komentar awal ini sengaja tidak saya hapus. Saya pikir inilah wajah asli mereka yang sudah sepatutnya dibiarkan agar “daging yang membusuk kemudian akan tercium baunya”. Dan saya biasa saja menanggapinya, sampai akhirnya… Malon-malon itu berdatangan mencaci dan memaki Indonesia, bahkan saya pun menjadi bahan cacian mereka!! Hampir setiap hari saya harus menghapus satu-persatu SPAM mereka!! Ini sungguh keterlaluan. Bagian mana dari BLOG ini yang menghina mereka?

Serumpunkah kita?

Saya tidak menghendaki adanya permusuhan dengan mereka, yang katanya menurut mereka kita adalah saudara serumpun mereka. Saya Bangsa Jawa, mereka Bangsa Melayu (katanya). Apakah banyak kesamaan budaya dari Bangsa Jawa dengan Bangsa Melayu (katanya)? Menurut sejarah yang saya pelajari bahkan peradaban Bangsa Jawa lebih dahulu eksis di Nusantara ini (+1300 SM,  Jawadwipa) sedangkan peradaban Bangsa Melayu baru ada setelahnya, itupun bukan di Melaka, melainkan di Sumatera. Dan kalaupun ada kesamaan budaya, itu karena Melaka telah terjajah oleh Kerajaan-Kerajaan Jawa dan Melayu (Sumatera). Mereka terjajah bahkan semenjak Negara Jawadwipa berdiri. Dan kembali menjadi Vassal State (Negara Budak) saat Majapahit berkuasa (1300 M).

Wilayah kekuasaan Majapahit, termasuk Melaka sebagai bagian Vassal State (negara budak) dari Majapahit saat itu

Jadi kalau mereka mengklaim Keris dan Batik sebagai warisan kebudayaan leluhur mereka, sebaiknya mereka berpikir dahulu seribu kali, kalau-kalau Sang Mahapatih Gajahmada bangkit kembali dari kubur untuk mengklaim Malaysia. Hahaha… 😀

Dan satu lagi, mereka bilang bendera Indonesia “Sang Saka Merah Putih”  menjiplak dari bendera Monako dan Polandia? Coba lihat baik-baik bendera Negara Federasi Majapahit ini, karena inilah asal muasal  “Sang Saka Merah Putih”.

United States of Majapahit FlagBendera Majapahit, inspirasi terbentuknya “Sang Saka Merah Putih”

Kenapa malah setelah melihat bendera ini saya malah berpikir bahwa bendera mereka yang menjiplak bendera Majapahit? 😀

Memang saya akui tidak semua orang-orang Malaysia seperti itu, beberapa orang diantaranya seperti Pakcik Shahlil dan Buanda Warith datang ke BLOG ini dengan tujuan berkunjung dan meninggalkan komentar yang baik. Mereka adalah contoh orang-orang yang baik dari Malaysia, yang mau menghargai kita sebagai orang Indonesia dan sesama Muslim. Sebagai catatan bahwa Pakcik Shahlil bercerita kepada saya bahwa dahulu leluhurnya berasal dari Bugis di Sulawesi.

Maraknya klaim budaya yang dilakukan pemerintah Malaysia beserta jajaran swasta mereka menambah ricuh ketegangan yang sudah ada semenjak zaman orde lama. Yang jelas ada “Invisible hand” (baca : Zionisme Internasional) yang berusaha mengadu domba 2 negara Muslim ini, dan kalau ini sampai terjadi artinya kiamat sudah dekat.

Hadis riwayat Abu Hurairah, ia berkata:
Rasulullah SAW bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi kecuali setelah dua golongan besar saling berperang sehingga pecahlah peperangan hebat antara keduanya padahal dakwah mereka adalah satu. (Shahih Muslim No.5142)

Mungkinkah yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah Indonesia dan Malaysia? Tapi bisa saja itu bukan Indonesia dan Malaysia, tapi kalau itu benar mau seperti apa pertanggung jawaban kita nanti di akhirat? Waullahuallam.

Akhir kata, saya mengucapkan permohonan maaf kepada yang merasa tersinggung karena membaca unek-unek ini. Dan saya juga mengharapkan pihak-pihak (Malaysia) yang menghina saya untuk meminta maaf secara pribadi. Saya tidak ingin memperpanas masalah ini kalau kalian tidak memulainya!

Mulai sekarang, jadilah tetangga yang baik, jangan mencuri sesuatu milik tetanggamu, dan kalau mau meminjam sebaiknya minta izin dulu, dan jangan pula barang pinjaman diakui sebagai barang milik pribadi. Malu lah sama leluhur kau yang orang Bugis dan orang Sumatera itu. 🙂

Tio Alexander™

master pedang

Iklan