USA/ASU

Untuk para pengadu domba
Neraka jahanam tempatnya
Intervensi berujung sengsara
Tentara bagai boneka
Empat Abad lebih seakan tanda
Dari pertumbuhan menjadi angkara murka

Setan-setan berpakaian malaikat
Tanpa ada yang melihat
Atau kini orang-orang sekarat
Tumpul bagai pisau berkarat
Entah merasa atau tidak, mereka terjerat

Opini publik seakan dongeng pengantar kantuk
Farfum yang menutupi bau busuk

Anti yang kembali berseru
Membakar jiwa para penyeru
Emosi yang membara melawan jiwa yang membatu
Ringannya tangan dan kaki saling menderu
Iringan tubuh yang penuh debu
Cabikan terasa bagai gigitan kutu
Akankah ini berakhir… atau malah bertambah seru?

W.S. Darmadi
Jakarta, Maret 2004

Setelah pencarian yang cukup panjang (baca : acak-acak kamar) akhirnya puisi ini ditemukan juga. Puisi ini adalah salah satu dari 26 puisi terbaik saya (menurut saya) yang hilang entah kemana. Puisi ini sudah lama sekali dibuat, yaitu tahun 2004 silam saat Bush dan pasukan Amerika sedang giat-giatnya menggempur Iraq untuk menginvasinya.

Judul puisi ini adalah USA/ASU, yang berarti USA atau ASU. Tanda / (garis miring) pada judul merupakan perumpamaan cermin yang merefleksikan sesuatu menjadi kebalikannya (contoh : kanan/kiri), dan dapat berarti pula sesuatu yang menjadi sifat asli yang terwujud dalam bayangan gambar cermin tersebut. USA sendiri merupakan akronim dari “United State of America” sedangkan ASU berasal dari Bahasa Jawa yang berarti binatang anjing, yaitu binatang yang selalu digunakan manusia untuk memperolok manusia lainnya yang dianggap lebih hina daripada yang memperolok.

Untuk warna tulisan, saya lebih memilih warna merah yang membentuk tulisan “United State of America” secara vertikal dan dominasi biru di setiap baitnya.

Di kalimat terakhir saya menulis “Akankah ini berakhir… atau malah bertambah seru?”, adalah komentar sinis saya terhadap Pemerintahan Amerika yang selalu mencampuri urusan rumah tangga negara lain. Ya, nyatanya memang hingga saat ini dipimpin Obama sekalipun tidak ada perubahan yang berarti dari “kegiatan sok ikut campur” mereka. Kita lihat saja kelanjutan aksi Paman Sam dan kawan-kawan.🙂