Cerita dimulai saat tengah malam kemarin, dimana saya harus begadang karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke dalam kotak surat saya. Baik itu kotak surat di e-mail, di KASKUS, termasuk menjawab satu per satu komentar-komentar yang dilayangkan oleh pembaca di blog ini. Selain itu, saya juga masih suka bermain game, :p yaitu game Travian. Yang membuat saya kesal dan tidak bisa tidur adalah karena seorang tetangga saya di Travian menyerang desa saya dengan 800 lebih pasukan hingga seluruh pasukan saya yang berjumlah 550 pasukan harus saya sematkan gelar anumerta semua, eh tunggu… tidak semuanya! Masih ada 2 pasukan yang masih selamat. Itupun kondisi mereka kritis… 😦

un2kmu cityDesa Travian saya… (sengaja namanya sama dengan blog ini, sekalian promosi :p)

Akhirnya subuh pun menjelang, tapi serangan demi serangan tak kunjung padam, sehingga setelah sholat subuh pun saya mesti stand by di depan monitor dan kembali melatih pasukan pertahanan yang lebih kuat. (dan kini sudah ada 700 pasukan lebih) Dan serangan pun mereda.

Kemudian hati ini berkata pada diri saya sendiri, “Harusnya kamu tidur! Bukankah besok kamu harus mengantarkan Blackberry pesanan?”

“Masya Allah, saya lupa!”

Mendengar hati saya berbisik mengingatkan saya, saya kemudian beristighfar… “Astagfirullahaladzim… betapa bodohnya saya yang lebih mementingkan game ini daripada dunia nyata yang sedang saya jalani.”

“Padahal kan hanya seperti itu saja. Pasukan mati bisa dibuat lagi, tapi kalau saya yang mati apakah Allah mau memberikan kesempatan yang kedua kalinya?”

Betapa emosionalnya saya saat mengetahui “penduduk desa” saya dibantai (padahal itu hanya desa fiktif), sedangkan saya malah melalaikan diri ini dari melindungi diri saya saat saya “dibantai” hatinya oleh setan yang terkutuk! Allahuakbar… (hamba mohon ampun kepada-MU)

Apabila anda tertarik untuk mencoba memainkan Travian, klik di sini!

Tapi saya sarankan untuk tidak bermain secara berlebihan.

tarung pedang

Kegiatan berikutnya adalah…

Setelah terjaga sepanjang malam, tentu saja rasa kantuk yang luar biasa menghinggapi mata dan pikiran saya. Saat itu setiap detik yang saya pikirkan adalah “Kamu harus tidur! Kamu harus tidur! Kamu harus tidur!” Padahal jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Waktu yang bagi saya sudah tanggung untuk tidur kembali.

Dan akhirnya…tio boboSaya pun rebahan di kasur, alhasil saya tertidur pulas hingga pacar saya menelepon saya pukul 8:45 pagi.

Dia bertanya kepada saya, “Sayang udah di jalan?”

“Hah? Jalan? Emang sekarang jam berapa??”

“Yee… pasti ketiduran deh. -_-! Makanya kan udah dibilangin kalau nggak usah begadang lagi!”

“Iya, iya, Tio bangun nih… >_<!”

“Ya sudah, bangun ya. Oya mau ngajar lagi, udah masuk nih.”

“Iya, assalamuallaikum.”

“Allaikumussalam…”

Dan saya pun bangun untuk bersiap-siap mengantarkan Blakcberry pesanan. Dan sepanjang perjalanan saya mengalami rasa kantuk yang luar biasa! Untung nggak nabrak! :mrgreen:

tio naik vespa

Mulai saat ini saya harus bisa membenahi waktu tidur saya!! Mudah-mudahan tidak ada lagi predikat “Kalong” yang suka disematkan pada saya semenjak saya SMA. Hahaha… 😆

Ternyata ini posting yang ke-100!! :mrgreen:

posting ke100

Iklan