Saya ingat sekali bagaimana pengalaman saya ketika mengikuti Jambore Nasional dulu sewaktu saya SMP. Tapi saya baru tahu kalau ada Jambore On The Air seperti ini. Bagi saya teknologi Informasi sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan saya Karena itu, sebagai pencinta Teknologi Informasi dan “Veteran Pramuka” saya merasa sangat senang sekali mendengar hal ini. Terutama sekali rasa terima kasih kami terhadap Kang Onno W. Purbo yang telah membantu memajukan TI di Indonesia. Saya rasa Kang Onno memang layak menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Republik Indonesia.

pramuka dan orari

Sejak 52 tahun yang lalu, Pramuka (Scout) telah mengadakan Jambore On The Air (JOTA) Internasional atau Jambore di udara menggunakan peralatan ORARI. Selanjutnya, JOTA berkembang menggunakan Internet dan dikenal dengan sebutan Jambore On The Internet (JOTI).

Pada tanggal 17-18 Oktober 2009, kembali diselenggarakan JOTA dan JOTI oleh Pramuka Indonesia bekerja sama dengan ORARI. Rekan-rekan ORARI di seluruh Indonesia membantu adik-adik Pramuka untuk dapat mengudara dan berpartisipasi pada JOTA dan JOTI.

Secara tradisional, adik-adik Pramuka akan berbicara menggunakan radio SSB maupun radio FM VHF untuk berkomunikasi dengan anggota pramuka lainnya di Indonesia maupun di dunia.

Berbeda dengan kegiatan tradisional JOTA, stasiun JOTA YC0ZSA yang berlokasi di Jakarta Pusat yang dioperasikan oleh rekan-rekan ORARI dari Lokal Kemayoran YC0ZAL melakukan beberapa terobosan pada kegiatan JOTA di Indonesia.

Beberapa terobosan yang dilakukan antara lain adalah dilakukan workshop dimana adik-adik Pramuka diperkenalkan teknik untuk beroperasi pada frekuensi Microwave 2,4 GHz menggunakan peralatan Ubiquiti PowerStation2, NanoStation2 dan PicoStation2 yang merupakan hibah dari Wireless University dari Amerika Serikat.

Adik-adik pramuka diperkenalkan cara menginstalasi peralatan dan teknik mengarahkan Access Point PowerStation2 agar dapat tersambung dan memberikan akses Internet pada kecepatan 54Mbps ke peralatan Access Point Client NanoStation2.

Komunikasi digital amatir radio dilakukan menggunakan software Open Source FLDIGI. Di sini mikrofon sama-sama tidak digunakan, adik-adik Pramuka berkomunikasi menggunakan keyboard di komputer melalui saluran radio.

Pada kesempatan JOTA internasional 2009, adik-adik Pramuka menggunakan mode digital BPSK-31 pada frekuensi kerja 14.070MHz. Station JOTA YC0ZSA berhasil berhubungan dengan stasiun di Australia, Vietnam, Rusia dan memonitor komunikasi dari Inggris, Eropa dan banyak stasiun lainnya. Hal ini barangkali pertama kali dilakukan di JOTA Internasional Indonesia.

Yang tidak kalah menarik adalah stasiun JOTI menggunakan software iQSO dan eQSO. JOTI dengan eQSO dilakukan oleh adik Pramuka menggunakan laptop yang tersambung ke Internet. Kira-kira mirip voice chatting di Internet.

Station JOTI YC0ZSA dioperasikan di bawah bimbingan Pak Bambang YD0NWM meggunakan akses Internet selular. JOTI dilakukan pada room Pramuka dan NstaraNet. eQSO kali ini berhasil berkomunikasi dengan stasiun JOTI dari Batam, dan banyak lokasi lainnya melalui Internet.

Sumber : DetikiNet

Foto-Foto Jambore On The Air dari Facebook Kang Onno :

JOTH1

JOTH2

JOTH3

JOTH4

JOTH5

JOTH6

JOTH7

JOTH8

JOTH9

JOTH10

JOTH11

JOTH13

NOTE : Semoga saja ini bisa menjadikan anak-anak Indonesia menjadi calon-calon ahli teknologi informasi di Indonesia dan tentunya dapat juga membanggakan di dunia internasional. Salut buat Kang Onno!!😀