Irama Hati Belum Mati

Dia berkata, “Aku tidak punya Hati!”
Isak tangisnya pun kembali terdengar
Air mata yang kembali menetes mendahului hujan

Manusia mempunyai hati untuk merasakan
Emosi juga terlahir dari hati
Merasakan kegembiraan dan juga kesedihan
Irama hati yang tak akan pernah berhenti
Lalu berhenti saat kita mati dan kembali
Irama hati yang tak akan pernah meninggalkanmu
Karena hati itu adalah milikmu
Irama hati yang kau buat sedih dan mati

Harapanmu mungkin sudah pupus
Atau kau pikir kau adalah sebuah batu?
Tanpa emosi, tanpa perasaan, dan tidak memiliki hati?
Irama hatimu yang kau pikir mati masih ada kini bersamaku

W.S.Darmadi
9 Desember 2009
04:24 WIB

Saya tidak ingin mengomentari puisi ini, biarlah itu terjawab dengan puisi selanjutnya. Karena 1000 puisi pun tak akan sanggup.