Baru saja saya melihat poster Film Bidadari Jakarta yang dibilang akan mengulas beratnya kehidupan jalanan di Jakarta bagi para pendatang baru dari daerah. Mendengar tema yang diangkat, mungkin akan banyak orang akan tertarik untuk menontonnya. tapi anda mungkin akan berpikir berkali-kali setelah melihat poster filmnya yang sangat… bisa saya bilang seperti hasil karya desain anak SMP yang baru saja belajar Adobe Photoshop. Sungguh memprihatinkan… bahkan menyedihkan apabila sampai dilihat oleh orang asing.

Berikut ini adalah gambarnya :

Jangankan para ahli desain, mungkin orang awam sekalipun akan menganggap film ini adalah film “ecek-ecek” setelah membandingkan dengan poster film lainnya. Untuk membuat film memang membutuhkan biaya yang besar, tapi apakah jika sekadar membuat poster film yang bagus saja mereka tak mampu? Padahal untuk membuatnya tidak membutuhkan biaya yang banyak.  Tak adakah ahli desain grafis atau sekadar ahli fotografi di antara sekian banyak kru filmnya?

Jelas sekali di poster itu memiliki banyak kesalahan yang teramat fatal bagi saya. Kesalahan itu bahkan bukan hanya kesalahan desain posternya, namun juga kemasan produknya.

Sebuah produk akan sangat menjadi menarik bagi konsumen apabila dikemas secara eksklusif, dan bahkan akan meningkatkan harga jual.

Guru saya pernah berkata,

“Kotoran sapi saja apabila dibungkus dalam wadah yang menarik, dengan desain yang bagus dapat dijual dengan harga yang tinggi. Bahkan orang mungkin akan mengira itu adalah pupuk eksklusif.”

Jelas sekali sang pembuat disain poster film ini tidak mengerti yang namanya strategi “First Impression”. Gambar poster hanya dicrop dari 6 gambar, yaitu gambar Perempuan, gambar bunga teratai, gambar pegasus, gambar langit sore, gambar kota, dan gambar Monas. Bahkan desain terlihat sangat mencolok karena penggabungan gambar yang terlihat tidak rapi. Gambar latar yang berwarna sangat tidak serasi dengan gambar sang perempuan dan pegasus yang hitam-putih. Apalagi saat melihat warna-warna tulisannya yang terkesan seperti orang yang tidak mengerti komposisi warna. Saya memang bukanlah ahli desain grafis. Tapi sebagai orang yang peka terhadap warna saya sangat kecewa dengan desain poster ini.

Melihat poster film ini dan judulnya, saya seolah mendapatkan gambaran bahwa film ini bercerita tentang seorang bidadari khayangan yang berdiri di atas bunga teratai (seperti Dewi Kwan Im) dan memiliki seekor kuda pegasus tunggangan. Bidadari itu kemudian turun ke kota Jakarta yang modern, entah hanya sekadar berkunjung, berbelanja, atau malah mencari sang pangeran? 😆

Desain poster dan gambarnya boleh-boleh saja tak berhubungan dengan alur cerita, akan tetapi ini sudah menyimpang dari konsep cerita.

Saya mencoba membuat poster versi saya sendiri agar saya tidak dianggap hanya omong besar, mengkritik tapi tak bisa membuat hasil yang lebih baik. Maka akan saya tunjukkan hasil desain saya sendiri.

Berikut ini desain versi saya :

Bagi para pembaca blog Un2kmU sekalian, silahkan anda membandingkan hasil karya saya dengan poster yang ada di atas. 🙂

Alasan saya membuat dengan gambar tersebut :

Mungkin poster buatan saya menyimpang dari tema (sama-sama menyimpang seperti poster di atas), akan tetapi saya mengambil sosok sang bidadari tersebut, dengan dibalut pakaian khas Jakarta. Dan bidadari tersebut sedang melirik diantara bangunan tua di kota Jakarta.

Coba anda jujur, sebagai penonton, anda lebih tertarik poster yang mana? Poster film tersebut, atau poster yang saya buat? Ya mungkin ini hanya unek-unek saya, dan semoga para pembuat film lainnya lebih memperhatikan hal yang tidak sepele ini. Karena sudah banyak kasus penjualan film yang buruk, namun karena poster dan marketing yang bagus, orang jadi berbondong-bondong menontonnya. 🙂

Oh iya, dan satu lagi! Jangan pernah sebuah film bioskop menggunakan domain blog gratisan untuk promosi! Malu lah, apalagi sampai dicantumkan di poster. Padahal biaya pembuatan website .com dan hostingnya setahun tidak lebih dari 150 ribu. 😀

BAGI YANG MASIH PROTES KARENA MUNGKIN DESAIN SAYA SEPERTI SAMPUL MAJALAH IBU-IBU, SILAHKAN LIHAT DESAIN POSTER SAYA YANG INI :

Iklan