Memeluk Dunia

Aku tak bisa berpikir untuk saat ini
Aku tak bisa berempati untuk saat ini
Aku tak bisa menjadi manusia untuk saat ini
Aku bahkan terlalu lemah untuk saat ini

Kau hampir selalu dapat merusak pikiranku
Kau hampir selalu dapat melenyapkan empatiku
Kau hampir-hampir menjadikan hatiku beku
Kau bahkan terlalu kuat mempengaruhiku

Aku seolah tunduk kepadamu
Kau seolah memperbudakku
Aku melupakan sekitarku karenamu
kau menjadikanku terlalu mencintaimu

Mengapa dirimu yang fana seolah nyata?
Memang nyata, tapi hanya sementara
Menjadi fana karena tidak selamanya
Mengubah pola pikir kebanyakan manusia

Inilah yang terlihat indah sementara
Indah yang akan lenyap jika sudah waktunya
Ilmu yang ada bahkan tak sanggup menjangkaunya
Inilah yang kita sebut dengan nama dunia

Dan herannya begitu banyak yang memeluknya

W.S Darmadi
15 januari 2010
13:47 WIB

Puisi di atas bukanlah tentang puisi cinta atau patah hati, melainkan puisi tentang keadaan kebanyakan manusia saat ini. “Memeluk dunia” adalah 2 kata yang pas sebagai penggambaran begitu cintanya seseorang terhadap dunia hingga melupakan banyak hal, termasuk hubungan dengan Tuhannya.