Antara Dua Cinta

Cinta bukanlah sesuatu yang berdosa
Namun juga hanya sebuah bunga dunia
Sesuatu yang sepertinya membuat buta
Buta karena sebenarnya memeluk dunia

Aku tau terlalu banyak duka karena cinta
Karena duka terlalu berharap dunia
Sesuatu yang mudah diharapkan begitu saja
Namun pula sulit untuk menghilang dari asa

Merebut cinta bukan berarti bahagia di dunia
Namun mendapat cinta sang Kuasa berarti menaklukkan dunia
Berlalu dari dunia berarti mencampakkan raga
Berlalu dari Sang Kuasa berarti mencampakkan jiwa

Terbuai dunia adalah suatu malapetaka
Menjadikan raga bagai hamba dunia
Terbuai cinta yang fana berarti memeluk dunia
Memeluk sebuah hal yang sebenarnya sia-sia

Bersyukurlah dalam-dalam wahai saudara
Karena Tuhanmu bahkan Maha Bersyukur kepada MahklukNya
Maka malulah kita hidup di dunia
Karena hanya bisa selalu meminta

Jika kau berlari mengejar dunia
Maka kau akan mati memeluk dunia
Jika kau berlari mengejar ridhaNya
Maka kau akan mati menaklukkan dunia

W.S. Darmadi
27 januari 2010
17:45 WIB

Puisi ini bukanlah puisi cinta orang yang kasmaran, tapi puisi tentang orang yang mencari kesadaran antara cinta terhadap dunianya, ataukah cinta terhadap Tuhannya. Jika cinta terhadap dunianya, maka ia akan mati dalam keadaan memeluk dunia, sebuah keadaan yang amat menyedihkan bagi manusia setelah ia mati. Namun jika cinta terhadap Tuhan, maka ia akan mati sebagai penakluk dunia, sebuah keadaan mati yang amat membanggakan. Semoga puisi ini dapat menjadi renungan kita bersama. 🙂

Iklan