Setelah kemarin saya menulis tentang 10 Binatang Terpintar di Bumi, yang salah satunya adalah Simpanse, maka kini saya akan menceritakan tentang simpanse yang memiliki perilaku sosial yang menyerupai manusia. Akan tetapi walau menyerupai manusia, tetap saja mereka adalah binatang. DNA mereka berbeda dengan manusia. Itulah yang membuktikan bahwa kera bukanlah nenek moyang manusia.🙂

Para simpanse berbondong-bondong datang memberikan penghormatan terakhir

Jika manusia berkabung atas kematian sanak saudara atau sahabat, tentunya mereka akan merasakan kesedihan. Terdiam sejenak untuk mengingat-ingat kenangan-kenangan manis bersama, dan menyesali kesalahan yang pernah dilakukan terhadap orang yang meninggalkannya. Bahkan walau tanpa menetesnya air mata, pasti akan terdapat kesedihan yang berasal dari hati kecilnya.

Simpanse yang Berduka

Kejadian ini bermula saat seorang pekerja dari Sanaga-Yong Chimpanzee Rescue Centre di Kamerun, hendak membawa seekor simpanse yang telah mati. Simpanse itu bernama Dorothy, ia mati karena umurnya yang sudah terlalu tua.

Para pekerja di penangkaran itu mengatakan, “Saat kami membawa Dorothy untuk dikuburkan, semua keluarga simpanse itu beramai-ramai datang ke pinggir kawat perimeter untuk memberikan penghormatan terakhir mereka.”

Salah seorang pekerja akhirnya membiarkan seluruh keluarga simpanse itu untuk mengantarkan mayat Dorothy ke tempat peristirahatan terakhirnya.

“Simpanse adalah binatang yang sangat berisik dalam aktivitas mereka sehari-hari. Tapi hari ini kami melihat mereka begitu hening dan bersedih atas kematian salah satu keluarga mereka.” Ujar pekerja itu.

Rata-rata hidup simpanse di penangkaran itu paling lama adalah 40 tahun, dan saat ini Dorothy meninggal pada umurnya yang 30an tahun.

Seorang pekerja mengatakan, “Kejadian ini adalah hal yang sangat langka. Ini menunjukkan kecerdasan primata ini saat bersosialisasi dengan sesamanya.”

Salah satu simpanse yang sedang bersedih dan terdiam

Bahkan sang fotografer Monica Szczupider, yang saat itu hadir sangat antusias. Ia berkata bahwa yang paling menakjubkan adalah saat mereka terdiam sewaktu menghadiri pemakaman saudara mereka.

Diterjemahkan dari The Times oleh Tio Alexander