Di sebuah kerajaan pada zaman dahulu kala memiliki raja yang anti pengemis. Di mana-mana dipasang pengumuman, rakyat tidak boleh memberikan sesuatu kepada pengemis. Siapa yang kedapatan melanggar perintah raja maka tangannya akan dipotong dan orangnya dibuang ke luar kerajaan.

Suatu malam, ada seorang wanita berteriak sambil menadahkan tangan di sepanjang jalan. “Adakah hamba Allah yang menginginkan keridhaan-Nya dengan memberikan sesuatu? Anak-anakku sudah dua hari belum makan, mereka hampir mati. ”Demikian teriak wanita itu.

Seorang Muslimah ketika mendengar teriakan itu, bergegas keluar rumah dan memberikan dua bungkus roti. Roti yang satu di tangan kanannya dan roti yang satunya di tangan kirinya, kemudian diberikan kepada wanita tua itu.

Raja memiliki mata-mata yang ditempatkan dan berkeliaran di mana-mana. Mereka itu ada yang memang bekerja sebagai pegawai kerajaan, tapi ada pula orang kebanyakan yang sudi menjadi relawan untuk memata-matai orang yang berani melanggar perintah raja. Kalau di zaman modern sekarang ini, cocoknya disebut informan non SK.

Apa yang dilakukan oleh Muslimah itu tak luput dari pantauan informan. Itu sebabnya tindakan berani Muslimah yang murah hati itu tidak terlalu lama sudah sampai ke telinga raja.

“Dengan tangan mana kamu memberi roti?” Tanya Raja.

“Dengan kedua tangan hamba.” Jawab Muslimah.

Raja segera memerintahkan kedua tangannya dipotong, kemudian mengusirnya ke luar kerajaan.Anak Muslimah yang masih kecil diikatkan di punggungnya. Muslimah itu menyusuri padang pasir. Dia menemukan sebuah sungai yang airnya mengalir bening. Karena haus ia hendak minum. Ketika membungkukan badan, anaknya terjatuh ke dalam sungai. Tentu Muslimah itu kebingungan, bagaimana hendak menggapai sedangkan ia tak memiliki tangan.

Muslimah itu kemudian mendongak ke langit bermunajat kepada Allah. Tiba-tiba dua pemuda tampan berdiri di hadapannya dan menghampirinya. Setelah mengucapkan salam, dua pemuda itu bertanya tentang keadaan Muslimah itu dan diceritakan kronologis sejak awal sampai kejadian yang baru terjadi.

Dua pemuda itu segera mengambil bayi di sungai dan menyerahkan kepada Muslimah. Dua pemuda itu mengembalikan dua tangannya seperti sediakala.

Muslimah setelah melihat keajaiban yang terjadi segera bersimpuh di hadapan mereka dan bertanya, “Siapakah kalian berdua?”

“Kami adalah dua roti yang dulu kamu berikan dengan ikhlas di jalan Allah.” Setelah itu mereka lenyap dari penglihatan Muslimah.

Diambil dari buku Hikayat-Hikayat Hikmah.