“Kami adalah kelompok kecil yang terpencar, hingga suatu saat kami dipersatukan.”

Terakhir saya menulis untuk blog ini adalah tentang “Mengungkap Konspirasi Imunisasi dan Bahaya Vaksin“. Tentunya tulisan itu adalah sebuah tulisan yang amat dipertentangkan, khususnya di dunia kedokteran modern.

Suara-suara bernada kecaman

Tak lama setelah saya menulis dan mempublikasikan artikel tersebut, banyak di antara orang-orang yang memandang bahwa saya menyebarkan kebohongan, khususnya orang-orang yang bekerja secara langsung sebagai penyebar imunisasi dan beberapa diantaranya adalah orang departemen kesehatan. Mereka mengecam saya. Mereka berkata bahwa sayalah yang sebenarnya membunuh bayi-bayi tak berdosa itu apabila orang-orang percaya dengan tulisan saya. Mereka berpikir bahwa vaksinasilah yang sebenarnya penolong bagi masa depan generasi bangsa kita? Bangsa-bangsa di seluruh dunia?

Belum cukupkah semua fakta-fakta yang telah saya tunjukkan kepada kalian?

Belum cukupkah para ilmuwan memberikan penjelasan?

Tak hanya mereka yang terjun langsung di dunia medis, bahkan (sebelumnya maaf) yang non-muslim pun beberapa sangat menganggap orang-orang Yahudi sebagai saudara terdekat mereka. Ayolah kawan… kontribusi apa yang mereka berikan kepada kalian sehingga kalian membela mereka? Padahal mereka sama-sama telah mengadu domba kita (muslim dan non-muslim) selama ribuan tahun!

Tidak tahukah kalian tentang sejarah yang sebenarnya terjadi?

Bacalah ini wahai kawanku kaum non-muslim :

Surat Rabbi Shamur kepada kaum Yahudi di Perancis :

“Saudara-saudara, dengan rasa sedih pengaduan kalian kami pelajari. Derita nasib buruk yang kalian alami membuat kami ikut bersedih. Kalian mengadukan, bahwa raja Perancis telah memaksa kalian memeluk agama Nasrani. Kalian sulit menentang perintah paksaan itu. Maka masuklah ke agama Nasrani. Tetapi harus diingat, bahwa ajaran Musa harus tetap kalian pegang erat-erat dalam hati sanubari. Umat Kristen memerintahkan supaya kalian menyerahkan harta benda kalian. Laksanakanlah. Selanjutnya didiklah putra-putri kalian menjadi pedagang dan pengusaha yang tangguh, agar pelan-pelan bisa merebut kembali harta benda itu dari tangan mereka. Kalian juga melaporkan, bahwa mereka mengancam keselamatan hidup kalian. Maka, binalah putra-putri kalian untuk menjadi dokter, agar bisa membunuh orang-orang Kristen secara rahasia. Mereka menghancurkan tempat peribadatan kalian. Maka, didiklah putra-putri kalian untuk menjadi pendeta, agar bisa menghancurkan gereja mereka dari dalam. Mereka menindas dengan melanggar hak dan nilai kemanusiaan. Maka, didiklah putra-putri kalian sebagai agen-agen propaganda dan penulis, agar bisa menyelusup ke dalam jajaran pemerintahan. Dengan demikian, kalian akan bisa menundukkan orang Kristen dengan cengkeraman kuku-kuku kekuasaan internasional yang kalian kendalikan dari balik layar. Ini berarti pelampiasan dendam kesumat kalian terhadap mereka.”

24 July 1489
Pemimpin Tertinggi Yahudi Konstantinopel

~ kutipan buku “Yahudi Menggenggam Dunia” karya William G. Carr

Bagaimana wahai kawanku? Sudah jelaskah kalian atas maksud mereka? Mereka membunuh saudara-saudara kami, mereka juga membunuh saudara-saudara kalian! Mereka mengancam kehidupan kami, juga kalian! Tak sadarkah kalian akan hal itu?

Jadi apakah kalian masih menganggap bahwa saya menyebarkan kebohongan, padahal sudah banyak bukti kejahatan yang mereka lakukan? Dan ingatlah bahwa adik saya adalah salah satu korban dari imunisasi, padahal sesungguhnya kami tidak menghendaki hal ini terjadi. Sudah cukup Ibu saya saja yang wajahnya berubah pucat dan menyesali diri jika mendengar kata-kata imunisasi! Tidak, sekali lagi saya tidak ingin membiarkan hal ini terjadi lagi pada Ibu-Ibu lainnya! Dan juga saya tidak ingin anak lainnya menjadi cacat karena kebusukan mereka!

Kecamlah saya, dan saya akan terus berteriak demi kebenaran!

Mereka pikir Zionis adalah mitos dan saya mengada-ada?

All Seeing Eye, Simbol Tertinggi Zionisme

Sebagian dari kalian mungkin berpikir bahwa Zionisme, Freemason, Illuminati, dll. adalah sebuah mitos belaka. Mitos yang digunakan dan diciptakan untuk menakut-nakuti dunia dan memulai perang?

Ya, jujurlah bahwa sebagian dari kalian berpikir seperti itu!

Sadarkah kalian mereka adalah nyata dan hendak mencelakakan kita?

“The war now proposed is for the purpose of establishing Jewish influence throughout the world.” (Perang sekarang diusulkan untuk tujuan pembentukan pengaruh Yahudi di seluruh dunia)

~ General George van Horn Mosely, to the New York Tribune, March 29, 1939

“Jika Anda akan melihat kembali rekaman (sejarah), Anda akan menemukan bahwa mereka yang menentang intervensi terus-menerus berusaha untuk mengklarifikasi fakta-fakta dan masalah, sedangkan intervensionis (zionisme) telah mencoba untuk menyembunyikan fakta dan membuat masalah yang membingungkan.”

~ Charles Lindbergh, “Des Moines Speech” September 11, 1941

Justru mereka lah yang telah menciptakan banyak peperangan di muka bumi. Mereka menebar fitnah dan mengadu domba banyak bangsa.

Bahkan mereka yang hendak menjadikan Rasul-Rasul dan Nabi-Nabi yang seharusnya menjadi suri tauladan kita sebagai mitos.

Pernahkah kalian menemukan Nabi Musa dalam buku sejarah tentang Mesir? Atau Nabi Dzulqarnaen dalam sejarah Bangsa China? Atau Nabi Daniel dalam sejarah Bangsa Persia? Atau  mungkin kalian asing dengan nama-nama mereka? Baru dengar?

Orang-orang Zionis lah yang menghapus nama para Nabi dan Rasul dari buku sejarah kita. Karena siapa yang memenangkan peperangan, dialah yang menulis ulang buku sejarah.

Memberitakan kebenaran atau apa yang dipercaya orang banyak?

Dahulu saya dilema akan sebuah hal, yaitu mengucapkan kebenaran tetapi dianggap gila, atau mengikuti apa yang dipercaya orang banyak tapi hati saya merana?

Oke, mungkin sebuah ayat dalam Qur’an dapat membantu saya menjawabnya.

“Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.”
Qur’an surah Az Zukhruf (43) : 78

Sungguh Tuhanku Maha Pemurah, saya diberikan jawaban seketika atas keraguan saya!

“…kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.”

Jadi ternyata kebanyakan manusia membenci kebenaran? Karena apa? Takut?

Tidak wahai saudaraku… takutlah hanya kepada Allah! Jangan takut kepada mereka (zionis).

Jika setan saja takut karena mengimani Allah, lalu kenapa kita tidak?

Mati dalam membawa kebenaran

Tipikal orang Yahudi adalah takut mati, tapi tidak bagi saya!

Kenapa harus takut mati bila mati adalah gerbang pertemuan kita dengan Sang Pencipta kita?

Kami ingin mati dalam keadaan beriman kepada Allah dan dalam keadaan membawa kebenaran.

Iklan