Jika pedang sudah terangkat

Kami duduk dengan damai
Mereka datang mengancam
Mereka berbuat aniaya
Padahal ini tanah kami

Ini adalah tanah kami
Sekali lagi, ini adalah tanah kami!
Bukan tanah kalian!
Dan bukan tanah tuhan kalian!

Kalian berbuat aniaya di tanah kami
Kalian mengangkat pedang di depan mata kami
Jika pedang sudah terangkat, maka perang dikobarkan
Tidak peduli siang ataupun malam, ini tanah kami!

Perang sudah dimulai, darah siap ditumpahkan
Dan mereka akan berlarian mencari persembunyian
Dan pohon-pohon dan batu akan menyeru kami untuk menemukan mereka
Dan sebuah batu berseru, “Wahai umat Muhammad, mereka ada di sini!”

Mereka kemudian kembali berlarian
Akankah mereka memohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Satu?
Tidak, sekali-kali tidak!
Mereka bahkan tidak lebih baik dari batu yang berseru mengagungkan Tuhan kami.

Mereka akan tertangkap dan mereka menangisi diri mereka
Kemudian mereka akan berkata, “Kami adalah saudara kalian, jangan bunuh kami!”
Dan sebatang pohon berseru, “Mereka ingkar terhadap Allah, bunuhlah mereka!”
Sungguh jika mereka tak mau menyebut nama Allah, habislah sudah masa mereka

Saat pedang sudah terangkat dan darah ditumpahkan
Maka saat itu sudah habis masa mereka untuk mencari
Mereka hidup dalam kehampaan ruh mereka dan mati dengan keadaan yang sama
Jika saja mereka mengerti, maka tak perlulah kepala mereka terlepas dari tubuhnya

W.S. Darmadi
25 Mei 2010
20:10 WIB

Anda mau tau kenapa saya menulis ini? Alasannya saudara kami telah banyak dimurtadkan oleh kaum penyembah Salib.

Iklan