Sepak bola ternyata kini telah menjadi salah satu alat pengkafiran bagi Dajjal. dalam rencananya untuk membangun suatu dunia baru (New World Order), dia memanfaatkan situasi ini dengan menyisipkan hal-hal yang bersifat simbolis dalam perhelatan akbar sepak bola sejak beberapa tahun lalu, tetapi menjadi semakin jelas di tahun ini.

Simbolis apa yang tersembunyi?

  • Awal mulainya World Cup adalah 6/11/2010 (11 = 6 + 1 + 1 + 2 + 0 + 1 + 0) yang menggambarkan 2 tiang freemason.
  • FIFA memilih Afrika sebagai tuan rumah 18 tahun setelah runtuhnya Apartheid tahun 1992 (18 = 6 + 6 + 6)
  • Bola digambarkan dalam 11 warna yang mewakili 11 bahasa, 11 bangsa. Tetapi 11 juga menggambarkan 2 tiang dalam freemason.

Kita sebagai muslimin tentunya tidak percaya pada hal seperti itu, akan tetapi kode memang digunakan oleh musuh-musuh Allah untuk memberikan isyarat.

Kaitan World Cup dengan Yahudi

World Cup direncanakan berkaitan dengan beberapa hari penting organisasi yahudi Iluminati.

  • Summer Solstice – 13 minggu – saat matahari titik terjauh di utara katulistiwa
  • Juni tanggal 21 – 22 – Summer Solstice
  • Juni tanggal 21 – Litha, salah satu malam pengorbanan/tumbal manusia dari Illuminati
  • Juli tanggal 4 Hari kemerdekaan Amerika 13 hari setelah Litha dan 66 hari dari April tanggal 30
  • Juli tanggal 19 – 13 hari sebelum Lughnasa
  • Juli tanggal 31 – Agustus tanggal 1 – Lughnasa, Great Sabbat Festival. Agustus juga merupakan salah satu malam pengorbanan/tumbal manusia dari Illuminati

Kita sudah mulai melihat bahwa dari simbol-simbol angka di atas, World Cup sangat erat dengan strategi yahudi. Akan tetapi bagaimana hubungannya dengan Dajjal, Sang raja yang dinantikan oleh yahudi?

Bola Jabulani

Nama “JABULANI” berasal dari bahasa asli Zulu, salah satu bahasa resmi sebelas Republik Afrika Selatan, yang dituturkan oleh hampir 25% dari populasi. Secara harfiah diterjemahkan, “JABULANI” berarti “untuk merayakan”. Sepak bola adalah gairah yang menyatukan dunia. Nama dari pertandingan bola baru tepat membayar upeti kepada perayaan fans internasional sepak bola yang penuh gairah akan menikmati di Afrika Selatan musim panas mendatang.

Benarkah demikian?

Ada banyak kecurigaan bahwa Jabulani menyembunyikan kata yang sebenarnya yaitu Jahbulon. Ini mengingat bentuk panel bola Jabulani yang serupa dengan simbol Jahbulon.

Hal ini boleh saja dibantah, akan tetapi mengapa FIFA bersikeras menggunakan bola yang dikatakan tidak enak oleh sebagian besar pemain bola yang pernah mencobanya?

Berikut ini adalah arti Jahbulon dalam perbendaharaan yahudi.

  • Jah berasal dari bahasa Kaldea artinya ‘Tuhan’ dan di dalam bahasa Yahudi berarti ‘kehendak Tuhan yang tidak terbatas kehendak-Nya’. Kata jah menunjukkan kekuatan yang nyata, harapan masa depan, dan sifat abadi (external existence of the most high).
  • Bul berasal dari bahasa Syiria artinya ‘Tuhan yang mutlak disembah karena mempunyai kekuatan dalam segala hal’.
  • On diambil dari kebiasaan masyarakat Mesir kuno, yang artinya ‘bapak kami yang berada di surga’. Sehingga gabungan dari ketiga komponen bahasa tersebut, Jah-bul-on adalah ‘Tuhan yang Mahakuasa dalam segala hal, yang patut disembah karena kekuasaannya tersebut’.

Akan tetapi, ditafsirkan pula bahwa jah artinya ‘Yahweh’. Bul berasal dari ‘baal’ dan on mempunyai makna sama dengan Osiris (dewa Mesir kuno) bapak dari Horus. Jadi, Jahbulon adalah gabungan kata antara: yahweh, baal, dan Osiris yang juga merupakan kekuatan dari Tuhan Jehovah.

Perhatikan gambar yang menghubungkan bola jabulani dengan simbol jahbulon. Suatu kebetulan yang manis. Perhatikan juga simbol Adidas yang jika dirotasi akan menjadi simbol Dajjal. Perhatikan ketepatan perpotongan piramid dengan logo yang ditunjukkan garis horisontal.

Horus dan simbol pada Piala Dunia 2010

Ra adalah matahari dewa Mesir kuno. Oleh Dinasti Kelima dia telah menjadi dewa utama dalam agama Mesir kuno, diidentifikasi terutama dengan matahari tengah hari. Arti nama ini tidak pasti, namun diperkirakan bahwa jika tidak berarti ‘matahari’ itu mungkin merupakan varian dari atau berhubungan dengan kata-kata yang berarti ‘penciptaan’

Pusat pemujaan untuk Ra adalah Heliopolis (disebut Inun, “Tempat Pilar”, di Mesir), di mana ia diidentifikasikan dengan dewa matahari Atum. Melalui Atum, atau sebagai Atum-Ra ia juga dianggap sebagai yang pertama merupakan asal usul Ennead, yang terdiri dari Shu dan Tefnut, Geb dan Nut, Osiris, Set, Isis dan Nephthys.

Di masa dinasti Mesir yang beriutnya, Ra bergabung dengan dewa Horus, sebagai Re-Horakhty (“Ra, Horus dari Dua Horizons”). Dia oleh orang Mesir dipercaya untuk memerintah di semua bagian dunia yang diciptakan baik langit, bumi, dan dunia bawah. Makhluk ini dikaitkan dengan elang atau rajawali. Ketika di kerajaan baru berikutnya Amun menjadi dewa utama, maka ia melebur dengan Ra sebagai Amun-Ra.

Jadi Ra, Horus, dan Amun Ra adalah makhluk yang sama dan tampaknya ia menjadi pusat pemujaan di Piala Dunia 2010.

Perhatikan gambar-gambar berikut ini.

Pada gambar di atas diperlihatkan bagaimana simbol piala dunia dengan Horus/Amun Ra.

Pada Gambar di bawah juga diperlihatkan bahwa Horus, sudah lama ‘ditanamkan’ oleh FIFA dalam piala.

Pembuktian hubungan antara simbol Horus/Ra dan bentuk stadion yang menggambarkan matahari adalah dilihat dari bentuk stadiun yang menyerupai Calabash dilihat dari samping menguatkan adanya ritual magis.

Ra dan Mata Horus dan Dajjal

Dajjal dikatakan dalam banyak hadits nabi sebagai bermata satu. Dajjal sendiri memang menggunakan simbol mata Horus dan mengubahnya menjadi simbol mata di atas piramid.

Sumber : KASKUS CONSPIRACY BREAKER

Semoga Tuhan melindungi kita dan mengampuni dosa-dosa kita semua.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
“Rasulullah saw. bersabda: Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang Dajjal, suatu keterangan yang belum pernah diceritakan seorang nabi kepada kaumnya? Sesungguhnya ia buta sebelah mata (bermata satu), ia datang dengan membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Maka apa yang dikatakannya surga adalah neraka dan aku telah memperingatkan kalian terhadapnya sebagaimana Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya.” (Shahih Muslim No.5227)