Hari ini saya memang sama sekali tidak menulis sebuah artikel pun, hanya mengomentari sebuah artikel berita dari Republika tentang Kembalinya Tionghoa Indonesia kepada Islam. Soalnya seharian ini kepala rasanya pusing nyut-nyutan karena migrain saya kambuh, kayanya sih karena kemarin kehujanan. Jadi seharian ini saya terpaksa membatalakan janji saya dengan seorang kawan dan beristirahat di rumah sambil membaca-baca majalah National Geographic. Kalau diingat-ingat sudah lama sekali saya tidak meluangkan waktu untuk membaca buku, karena selama ini saya hanya terpaku pada bacaan di Internet. Padahal buku itu kan salah satu sumber ilmu yang telah dikumpulkan secara terperinci oleh penulisnya.

Sehabis makan malam bersama keluarga tercinta, kemudian saya iseng-iseng kembali membuka Dashboard WordPress saya. Berharap banyak komen yang muncul, meski hanya ada beberapa. Tapi betapa terkejutnya saya saat membaca salah satu komen yang berisi kebencian terhadap Islam. Orang mungkin boleh membenci saya, tetapi tidak dengan Islam!

Tidak ada yang salah dengan Islam. Jika orang membenci saya, mungkin itu karena kesalahan yang saya perbuat. Tapi jika ada yang membenci Islam, maka saya pastikan ada yang salah dengan hati orang itu.

“maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.”
[Qur’an surah Al-Hajj (22) : 46]

Ya nggak heran, Allah pun sudah menuliskannya dalam Qur’an tentang mereka yang buta mata hatinya.

Mungkin orang itu berpikir bahwa komentarnya ke blog saya yang dengan alamat email palsu tidak dapat saya lacak?

Sangat mudah melacak alamat orang dengan fasilitas yang diberikan WordPress. Bahkan dengan bukti ini saja saya sudah dapat melaporkannya ke polisi dengan pasal-pasal penghinaan, terutama penghinaan agama.

Dia bilang saya bangga orang Tionghoa masuk Islam. Ya, tentu saja saya senang sekali. Karena sudah berabad-abad lamanya penjajah Eropa banyak memurtadkan orang-orang Tionghoa pribumi Indonesia yang pada awalnya Muslim. Mungkin juga pengetahuan sejarahnya sangat kurang akan hal itu.

Jika saja dia tau bahwa di China terdapat puluhan juta orang Muslim dari berbagai etnis Zhengguo, mulai dari bangsa Han, Hui, Uyghur, Manchu, Korio, Mongol, dll. Padahal sejarah Islam di China dimulai semenjak Nabi Muhammad masih hidup.

Kemudian dia tulis bahwa semua orang Islam adalah teroris. Mungkin dia tidak pernah melihat laporan FBI ke publik yang menyatakan bahwa jumlah teroris yang dinyatakan Islam jumlahnya tidak lebih dari 1% jumlah teroris pada agama-agama lainnya.

Saya tidak akan membencinya, hanya saja saya akan memblokir IPnya dari blog saya jika masih melontarkan komentar-komentar yang berbau penghinaan. Mudah-mudahan orang itu sadar dan segera diberikan hidayah oleh Allah. Amin…🙂

Oke, sekian curhatan saya. Saya mohon diri untuk kembali beristirahat hingga lekas sembuh dan bisa menulis artikel menarik yang ditunggu-tunggu pembaca setia blog ini lagi.

Terima kasih.🙂