Ini berita yang sangat unik disaat banyak orang di Indonesia yang mencemooh poligami, bahkan presiden SBY pun ikut sibuk saat ada salah satu ulama kita yang poligami. Saya jadi ingat salah satu dedengkot JIL (laknatullah) yang bernama Musdah Mulia, dia sangat menggebu-gebu mengharamkan poligami. Padahal Allah menghalalkannya kepada manusia yang dapat berlaku adil.

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”
(Qur’an surah An-Nisa (4) : 3)

Jika kita mengamati ayat di atas, sudah jelaslah bahwa Allah membolehkan poligami dengan syarat dapat berlaku adil, dan batasnya juga empat maksimal, nggak boleh lebih dari itu. Tapi kalau takut nggak bisa adil ya istrinya seorang saja.😀

Allah membolehkannya dengan syarat yang amat ketat lho!

Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang mempunyai dua isteri, kemudian lebih mencintai kepada salah satu di antara keduanya maka ia datang pada hari kiamat sedangkan tubuhnya miring sebelah.” (Hadits Riwayat Al Khamsah)

Karena pada dasarnya Islam mengajarkan monogami, dan Rasulullah sendiri pun monogami dengan Siti Khadijah, dan itu adalah sebagian besar masa perkawinannya hingga kemudian menikah lagi dengan Aisyah yang sudah berumur kurang lebih 17-19 tahun (bukan 9 tahun, karena perawi haditsnya pikun dan tidak dapat dipercaya).

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Qur’an surah An-Nisa (4) : 129)

Nah, Allah membolehkannya kok, namun dengan syarat-syarat yang ketat. Istilahnya kalau bahasa sekarang ialah “Syarat dan ketentuan berlaku”. Lagipula Rasulullah menikahi janda sahabatnya bukan karena syahwat, melainkan karena ingin menafkahi keluarga yang ditinggalkan karena meninggal dalam perang. Dan janda-janda sahabatnya itu sudah tua lho, bukan muda lagi.

Ingat Allah melarang kita mengharamkan apa yang sudah Allah halalkan!

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
(Qur’an surah Al-Maidah (5) : 87)

Yang unik pada ayat itu adalah “…dan janganlah kamu melampaui batas” karena Allah memberi batas maksimal hanya 4 orang istri.😀

Nah sekarang kalau kasusnya sudah seperti di Rusia, seperti pada artikel di bawah ini, bagaimana hayo?😀

Masyarakat Rusia Membutuhkan Poligami!

Rusia sedang menghadapi bahaya demografi. Jumlah penduduk perempuannya jauh melebihi laki-laki. Bahkan, dari 145 juta penduduk Rusia, sekitar 10 juta penduduk wanitanya tidak menikah.

Melihat ketimpangan komposisi penduduk itu, tak heran bila di eks negara Uni Soviet itu kemudian muncul usulan menerapkan poligami yang diatur secara resmi oleh negara. Adalah Vladimir Zhirinovsky, anggota parlemen Rusia yang melemparkan usulan tersebut. Dia sudah menyampaikan idenya itu kepada Presiden Rusia Dmitry Medvedev.

”Di Rusia, 30 persen bayi terlahir di luar nikah. Jika seorang pria mendapatkan hak untuk mendaftarkan pernikahannya dengan wanita  kedua yang telah melahirkan, tanpa bercerai dengan istri pertamanya, dengan alasan pria tersebut menghormati istri pertamanya dan tidak ingin rumah tangganya runtuh, maka kami akan turut bertanggung jawab atas keluarga istri kedua,” cetus Zhirinovsky seperti dikutip oleh kantor berita RIANovosti. ”Kita harus melegalisasikan status hubungan perkawinan ini.”

Melalui poligami, Ketua Partai Demokrasi Liberal Rusia (LDPR) ini sebenarnya juga menginginkan agar tingkat kelahiran di negaranya bisa ditingkatkan. Sejak beberapa tahun terakhir, Rusia dihantui oleh minimnya angka kelahiran bayi. Keluarga di sana lebih memilih untuk hanya memiliki satu anak dengan alasan biaya hidup yang tinggi.

Karena itu pula, Zhirinovsky mengusulkan pula agar pemerintah memberikan insentif khusus (bonus) sebesar 100 ribu rubel (sekitar 3,3 ribu dolar AS atau sekitar Rp 30 juta) kepada keluarga atau wanita yang mempunyai anak pertama. Saat ini, Rusia telah memberikan insentif sebesar 300 ribu rubel untuk setiap kelahiran anak kedua. ”Mari kita realisasikan bonus 100 ribu rubel atas kelahiran anak pertama. Saya yakin, bahwa dengan begitu, sebagian wanita yang semula ingin melakukan aborsi, mereka akan membatalkan niatnya dan lebih memilih melahirkan bayinya,” jelasnya.

Kini, Rusia kekurangan laki-laki dan lebih banyak perempuannya. Usulan Zhirinovsky ini sejalan dengan aksi Perdana Menteri Chechnya, Ramzan Kadirov, yang juga telah mengajukan proposal dilegalkannya poligami. Disebutkan bahwa dalam beberapa kali perang, laki-laki Chechnya telah berkurang sekitar 10 persen. Akibatnya, kini lebih banyak wanita di Chechnya. ”Setiap laki-laki dapat bebas memilih kehidupannya. Dia adalah seorang pemimpin dalam lingkungannya. Dan, saya kira, kehidupan pribadinya tidak boleh diintervensi (oleh siapapun),” cetus Kadirov.

Mengamini apa yang disampaikan Kadirov, Vladimir Zhirinovsky mengatakan, ”Lihat, sekarang kita memiliki 10 juta wanita Rusia yang tidak menikah.” Saat ini, pemerintah Rusia masih memberlakukan aturan monogami dan melarang dilakukannya poligami. Kabarnya, banyak warga yang melakukan poligami secara diam-diam, entah karena kebutuhan atau karena ketimpangan demografis yang menakutkan itu.

Sumber : Republika

Bagaimana? Masih mau menentang hukum Allah?😀

~Tio Alexander