You are currently browsing the tag archive for the ‘Avatar’ tag.

Mungkin saat ini sudah banyak para penggemar film Avatar yang kontroversial dari James Cameron sudah tidak sabar ingin melihat sequelnya. Karena memang masih butuh waktu yang cukup lama untuk dapat menontonnya. Penasaran dengan filmnya seperti apa?

Baca entri selengkapnya »

Barusan habis Googling dan menemukan banyak kreasi Avatar Default Twitter yang dibentuk menjadi macam-macam gambar, dan ide pun langsung keluar. Saya buka Sotosop (baca : Photosop) dan mulai berkreasi dengan mengkawin-silangkan antara burung twitter dengan maho yang ada di Kaskus. Dan inilah hasilnya :

Dan kalau twitter sedang overload, jadinya seperti ini :

Itu adalah gambar yang saya gunakan kalau gagal PERTAMAX.

“You’re not on Pandora anymore, you’re on Condet, ladies and gentlemen”
Tio Alexander – 2010

Mungkin lama-lama saya akan dituduh sebagai anggota Klompencapir (Kelompok Pencaci dan Pencibir) karena artikel-artikel saya yang kebanyakan booming adalah artikel-artikel yang sifatnya kontroversial, yang isinya Kripik Kritik Pedas dan, ya… sedikit bumbu-bumbu cacian dalam bentuk yang halus. (lelembut?) Tapi setidaknya saya nggak salah dong kalau mengkritik sesuatu hal yang menyimpang dari aturan (baca : hati nurani) yang ada. Inget lho, aturan yang sudah ditetapkan, bukan kontrak sosial. πŸ˜›

Oh iya, kali ini saya akan mencaci dan mencibir film aneh dengan judul “Petualangan Bersama Suku Biru”

Apakah ada yang merasa De Javu saat mendengar judulnya??

Bagi yang merasa De Javu, baiknya anda melihat video ini dahulu :


Avatar Movie by James Cameron

Sudah ditonton kan? Kalau belum sebaiknya ditonton dulu. πŸ™‚

Kalau sudah ditonton, kemudian kita bandingkan dengan video ini :


Petualangan Bersama Suku Blao Biru, di TPI

Bagaimana? Yang sudah nonton kedua video di atas, pastinya sudah punya gambaran dong. πŸ™‚

Kalau pendapat saya adalah :

  1. Video Pertama = Masterpiece!
  2. Video Kedua = SAMPAH!

Lho sampah gimana??

Sampah karena plagiat!
Plagiat karena nggak kreatif!

Kenapa akhir-akhir ini TPI selalu menyajikan film-film remake dari film asing? Mulai dari film Filipina hingga film Amerika. Mending kalau remakenya lebih bagus, lha ini malah merusak karya orang lain. Film Avatar karya James Cameron yang mendapatkan predikat film terlaris sepanjang 2009 (padahal baru sebulan yang lalu diputar di bioskop), dihancurkan citranya oleh film sampah seperti ini.

Jika kita lihat dari film “Petualangan Bersama Suku Blao Biru” di TPI, maka kita akan mengetahui kalau semua tokoh, kejadian, latar tempat, dan lain-lainnya, dibuat seolah sama oleh sang plagiator. Bahkan setiap adegannya!!

Oh… maaf, saya ralat, tidak semua adegan. Kecuali adegan ciuman antara Jake Sully dan Neytiri saja yang tidak ada. Sepenuhnya, cerita dibuat sama seolah sama, namun dengan kualitas yang rendah. Dari mulai bentuk karakternya hingga adegannya. Coba saja lihat dua karakter utama di bawah ini :

Jake Sully? Masih kecil??

Neytiri? Juga masih kecil??

Oh iya, sebelum saya menulis ini, ternyata Joko Anwar sudah menyindir duluan dalam twitternya.

Dengar-dengar “Avatar di TPI” juga 3D lho! πŸ˜†

Dah ah… nanti yang njiplak filmnya marah…

Akhirnya bisa posting lagi setelah kemarin seharian terkapar di kamar… T_T

(Ngetik postingan sambil dengerin lagi FFX – Lee Soo Young πŸ˜€ )

Kemarin Selasa (5/1/2010), saya diajak bertemu kawan-kawan dunia maya saya. Mereka adalah Cinta, Ayu, dan Inez. Awalnya saya nggak PD dan deg-degan, soalnya ini pertemuan saya pertama kali dengan kawan dari dunia Maya. Pertemuannya sendiri sudah ditentukan seminggu sebelum bertemu, dan pas hari H, wuih deg-degan sebelum berangkat. πŸ˜† Norak banget ya.

Di sepanjang perjalanan saya berpikir, nanti apa ya yang akan dibicarakan di sana? Saya nggak punya bahan pembicaraan, tapi Insya Allah kalau ditanya ya saya jawab selama itu saya tau jawabannya.

Di perjalanan juga saya merasa kesal karena supir Metro Mini 72 yang jalannya lambat seperti siput. Rasanya saat itu saya ingin melempar sendal saya ke arah supirnya. Padahal saat itu jalanan sedang sepi dan lancar, mengesalkan!! 😦

Sesampainya di PIM (Pondok Indah Mall) saya segera bergegas menelepon kawan-kawan untuk mengetahui di mana saya harus bertemu mereka. Setelah dihubungi, ternyata saya harus ke Gramedia di PIM 2. Maka segeralah saya ke sana, dan entah mengapa saat berjalan ke sana, saya seperti sudah mengetahui harus ke mana arahnya, seperti ada peta di kepala saya. Dan benar saja, tanpa tersasar saya langsung menemukan mereka.

Foto rame-rame di jembatan penghubung PIM 1 dan PIM 2, yang foto mas-mas penjaga stan makanan. πŸ˜€

Setelah melihat-lihat buku dan beberapa dari kami membeli buku, Cinta mengajak kami menonton film Avatar. Ya nggak apa-apa sih, selama uang saya masih cukup. Soalnya sejujurnya uang saya sudah habis untuk membetulkan komputer. πŸ˜† Tapi entah mengapa, alhamdulilah uangnya cukup. Cukup dalam artian habis tak tersisa setelah sampai rumah. πŸ˜†

Oh iya, untuk ulasan Film Avatar nanti saya posting sendiri, nggak di sini. Di sini cuma foto-foto kami pas nonton kemarin. BTW, si Cinta menangis lho pas nonton, menangis diselingi bunyi makanan yang masuk ke mulutnya. Sementara yang lain serius nonton, eh saya malah kerasukan penunggu bioskop situ. πŸ˜†

Dan inilah foto-foto narsis kami di PIM :

Cinta, Ayu, dan saya. Di belakangnya poster Avatar.

Cinta, Ayu, dan Inez. Abis foto ini langsung di usir satpamnya! πŸ˜†

Setelah nonton, kami pun sholat, dah dilanjutkan dengan makan!!

Lapar!!

Berhubung di PIM restaurannya mahal-mahal, kami mencari KFC yang letaknya cukup tersembunyi di sana. Dan faktanya KFC di sana ternyata lebih mahal daripada di KFC tempat lain. (Kecuali bandara tentunya) πŸ˜€

PERHATIAN!! INI BUKAN IKLAN!!

Dan ini beberapa foto narsis kami di KFC setempat :

Ini fotonya tegang soalnya nggak tau kapan timernya nyala. πŸ˜†

Jangan salah, yang makannya paling banyak justru yang tengah. πŸ˜€

Setelah di usir karena foto-foto di tempat umum, kami melanjutkan perjalanan ke Barat mencari kitab suci tempat foto lagi. Dan berikut inilah penampakannya :

Di jembatan penghubung PIM 2 dan PIM 1

Yang ambil foto ini nyengir melulu bawaannya. πŸ˜€

No comment, ntar ada yg marah…

Inez : Kenapa mesti di depan sih?
Tio : Buat nutupin iklan.
Ayu : (ngakak) πŸ˜†

Satpam : Mbak-mbak, tolong jangan kemping di mall ya!

Untuk foto di rumah-rumahan ini kami harus mengusir seorang anak tak berdosa yang sedang asyiknya bermain. 😦

Mbak, kalau nggak beli jangan nutupin toko saya dong. πŸ˜›

Wew, jarinya kok begitu mbak?? 😯

Menu

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email. GRATIS!

Bergabunglah dengan 605 pengikut lainnya

Rating teratas

RIWAYAT BLOG

dilarang keras copy paste kecuali menyertakan sumbernya!

Download Qur’an Digital

free counters