You are currently browsing the tag archive for the ‘Google’ tag.

Kejadian ini baru saja terjadi satu jam yang lalu, tepatnya pukul 11.15 (11/10/2010). Lagi asyik-asyiknya nyoba Laptop mahal punya kantor bapak saya (yang kalau saya jual motor baru saya pun nggak akan terbeli itu laptop), eh tiba-tiba ada Pak Pos berkunjung ke rumah. Kemudian Pak Pos itu memanggil nama saya. Langsung saya ngacir ke depan tanpa sandal dan menghampiri sang pahlawan informasi itu.

Pak Pos itu berkata, “Ada surat, mas.”

Saat saya terima, tiba-tiba saya kaget melihat logo GOOGLE yang tertera di amplop surat tersebut. “Hah?? Dari GOOGLE??”

Baca entri selengkapnya »

Berapa hasil dari 1+1+1?

Pertanyaan ini adalah pertanyaan klasik yang telah membuat perdebatan panjang di kalangan kaum tertentu. Karena menurut mereka mengitung 1+1+1 tidaklah semudah menghitung jumlah domba-domba tersesat dikala hendak tidur. Dan itu sudah terjadi hampir 2000 tahun lamanya.

Iseng-iseng saya coba tanyakan pertanyaan ini kepada keponakan saya, Salsa, yang masih kelas 1 SD.

Saya : Adek, 1+1+1= berapa?
Salsa : Tiga.
Saya : Bukannya satu ya?
Salsa : Tigaa..
Saya : 😆

Dalam Aksioma Matematika (sifat-sifat dasar Matematika) sebenarnya sudah menjelaskan bahwa 1+1+1 sejatinya adalah 3, bukan 1 seperti yang dianggap oleh kaum tertentu. Kata aksioma berasal dari Bahasa Yunani αξιωμα (axioma), yang berarti dianggap berharga atau sesuai atau dianggap terbukti dengan sendirinya. Dan perhitungan ini berlaku mutlak dari semenjak dunia ini diciptakan hingga masa berlaku dunia ini habis. Tentunya kita semua sudah mengetahui bahwa tidak akan berubah ketetapan Allah (sunatullah) hingga Allah mencabut sendiri sunatullah-Nya tersebut.

“Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.”
(Qur’an surah Al-Fath (48) : 23)

Baca entri selengkapnya »

Salah seorang kawan saya yang non-muslim pernah bertanya pada saya : “Adakah nama Muhammad dalam perjanjian lama atau perjanjian baru?”

Kemudian saya meminta izin kepadanya untuk mencarinya terlebih dahulu. Seperti biasa saya mengandalkan Mbah Gugel untuk metode pencarian pertama. Dan hasilnya adalah saya menemukan potongan ayat dari Taurat berbahasa Ibrani yang berbunyi sebagai berikut :


“Hikko mamittakim we kullo Muhammadîm zehdoodeh wa zehraee bayna Jerusalem.”

Lho kok bisa ada nama Muhammad di Taurat??

Baca entri selengkapnya »

Sesuai janji saya kemarin malam bahwa saya akan kembali memposting hasil dari “Keyword Keramat” Ariel-BCL selama 24 jam terhitung sejak pukul 00.00 kemarin hingga pukul 24.00 malam ini (1 Juli 2010).

Perhitungan meliputi jumlah klik artikel, keyword yang digunakan pada mesin pencari, dan efeknya di WordPress. Langsung saja kita mulai dengan jumlah klik artikel selama 24 jam!

Jumlah klik artikel “Video Ariel-BCL” selama 24 jam adalah :

Jujur saya masih heran dengan hasil ini 😯

Hasil klik ke artikel [HOT] Inilah Video Ariel-BCL yang Banyak Dicari Orang!! ternyata melampaui prakiraan saya. Tadinya saya pikir pengunjungnya hari ini tidak akan lebih dari 10.000 pengunjung. Hasil 37.048 + 3.823 klik biasanya saya dapatkan selama sebulan lho! Tapi kali ini satu hari!! 😯

Baca entri selengkapnya »

Keyword adalah kata atau kalimat yang digunakan orang untuk merujuk kepada sesuatu hal di mesin pencari seperti Google, Yahoo, atau Bing. “Keyword Keramat” adalah keyword yang paling banyak digunakan orang untuk merujuk ke hal tersebut, terutama saat ada kejadian tertentu. Dalam hal ini saya mengambil contoh kejadian hangat yang sedang diangkat menjadi headline oleh Yahoo Indonesia, yaitu berita tentang isu ditemukannya video Ariel-BCL.

Headline Yahoo pada Rabu malam 30 Juni 2010

Baca entri selengkapnya »

Semenjak situs-situs jejaring sosial macam Facebook bermunculan di Internet, semenjak itulah muncul jiwa-jiwa narsisme di sana. Tapi tahukah anda berapa jumlah orang Indonesia narsis di Internet menurut Google? Mari bandingkan juga dengan orang yang mawas diri.

Syukurlah masih lebih banyak orang Indonesia yang mawas diri di Internet. 🙂

Maria Ozawa makan Mi YabiJujur saja ini adalah sesuatu yang tidak bisa dibanggakan, bahkan menurut saya ini adalah sebuah kebobrokan moral pemuda di Indonesia. Sementara pemuda-pemuda negara maju sedang asyiknya dengan ilmu pengetahuan, meneliti sesuatu, menemukan sesuatu, kemudian penemuannya itu bisa membanggakan negaranya, pemuda kita malah asyik dengan “Maria Ozawa”. Yang lebih saya sesalkan lagi, mengapa harus kota Jogjakarta yang berada di urutan pertama. Karena selain itu kampung halaman saya, kota itu juga adalah kota pelajar. Semenjak kecil saya tinggal di Jogjakarta bahkan saya tidak merasa bahwa Jogja adalah kota yang kontaminasi moralnya besar. Ini sungguh membuat saya sedih, mudah-mudahan Allah melindungi saudara-saudara saya di Jogja, terutama sekali adik-adik perempuan saya.

Saya akan menunjukan betapa besarnya kontaminasi Miyabi alias Maria Ozawa di Indonesia. Dari data yang saya peroleh dari tren pencarian di Google dari bulan Oktober tahun 2005 (semenjak Maria Ozawa pertama kali melejit namanya sebagai bintang porno internasional) saya mendapatkan data yang sangat-sangat fantastis! Bahkan pada bulan Juni-Agustus 2006 adalah puncak dimana Maria Ozawa begitu tenarnya di dunia Maya sebagai bintang JAV.

Berikut ini adalah tren pencarian yang menggunakan keywords “Maria Ozawa” di Google :

maria ozawa trend

Dari data Google Trends ini dapat dilihat bahkan ketenarannya melebihi “Raju JAV” sebelumnya yaitu Akira Fubuki. Mungkin karena wajahnya yang agak indo (Jepang-Kanada) karena itulah ia dapat lebih cepat populer.

Di Kananda (kampung halaman Maria Ozawa) tren pencarian hanya menunjukan peringkat kesepuluh, sedangkan di Jepang sendiri dirinya tidak begitu digemari. Mungkin itu disebabkan karena panasnya persaingan industri JAV di Jepang. Untuk menjadi catatan, bahwa di Jepang industri porno (atau di Jepang lebih dikenal dengan JAV) dilegalkan oleh pemerintahan Jepang. Karenanya tingkat pelecehan seksual di Jepang menduduki peringkat pertama di dunia.

Berikut ini adalah 10 besar negara yang menjadi langganan pencarian atas keywords “Maria Ozawa” di Google :

maria ozawa trend 10 besar

Rasanya sungguh memalukan saat mengetahui bahwa Indonesia ada di urutan pertama. Sementara Kanada saja hanya di urutan kesepuluh dan bahkan tidak terdapat Jepang dalam 10 besar ini. Di sini juga terlihat dominasi tren dari penduduk Asia Tenggara yang sangat besar.

Kemudian berdasarkan tren kota besar dunia untuk pencarian atas keywords “Maria Ozawa” di Google :

maria ozawa trend 10 besar

Inilah yang saya sangat sesalkan, kampung halaman saya menempati posisi pertama dalam tren kesesatan ini. Diikuti 3 kota besar Indonesia lainnya, Surabaya, Jakarta, dan kemudian Bandung. Dari keseluruhan tren kota besar ini dominasi mutlak memang terjadi di Asia Tenggara.

Kita beralih ke tren pencarian dengan keywords berhuruf kanji Jepang, yaitu 小澤マリア(baca : Maria Ozawa) :

maria ozawa trend 小澤マリアTren dengan keywords 小澤マリア ini dalam data Google diakses paling banyak oleh dua negara, yaitu Jepang dan diikuti Hongkong. Kemudian data untuk tren dengan keywords yang sama berdasarkan tren kota besar, didapatlah hasil berikut :

maria ozawa trend 10

Kota Shinjuku tenyata memiliki fans Maria Ozawa terbanyak di Jepang. Hal itu tidak aneh, sebab Shinjuku adalah pusat pemerintahan dan perniagaan terbesar di Jepang, bisa dibilang Shinjuku adalah ibukota dari Tokyo.

Untuk menjadi renungan kita bersama, bahwa negeri ini sudah diambang kehancuran moral. Sudah selayaknya bagi kita generasi penerus bangsa untuk dapat memperbaiki permasalahan moral ini. Kehidupan duniawi telah melalaikan manusia hingga menuju dosa-dosa yang tak disadari oleh manusia itu sendiri. Mari saudaraku kita bangkit bersama-sama menggalakkan perbaikan moral bangsa. 🙂

Tio Alexander™ (sumber data dari Google Trends)

stop miyabi

Menu

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email. GRATIS!

Bergabunglah dengan 605 pengikut lainnya

Rating teratas

RIWAYAT BLOG

dilarang keras copy paste kecuali menyertakan sumbernya!

Download Qur’an Digital

free counters