You are currently browsing the tag archive for the ‘Sekolah’ tag.

“Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.”
UUD ’45 pasal 34

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Ada seorang kawan di Facebook yang bertanya kepada saya tentang orang miskin. Pertanyaannya sederhana, dan sering disepelekan orang karena sudah dianggap kewajaran bagi banyak orang di negeri kita. Kemiskinan bagai kewajaran dan makanan sehari-hari yang tak perlu lagi diumbar-umbar melainkan dirasakan.

Ada dua pertanyaan dari pemuda kelas 3 SMA yang bernama Dimas ini, yaitu :

  1. Kenapa harus kita mengasihani orang miskin?
  2. Bukankah dia sendiri yg membuat diri dia miskin? Dia tidak mau sekolah, belajar, dan semangat.

Saya akan mencoba menjawab 2 pertanyaan ini, mudah-mudahan yang bersangkutan puas akan jawaban saya. 🙂

Baca entri selengkapnya »

“Kebersihan sebagan dari Iman.”

Mungkin sudah banyak penelitian tentang “Hubungan Antara Prestasi Siswa dengan Lingkungan Belajarnya”, tapi sedikit sekali penerapannya di Indonesia. Bahkan pemerintah sendiri sangat kurang memahami akan kebutuhan generasi penerus mereka ini. Entah kurang memahami atau mungkin sibuk dengan urusan pribadi mereka masing-masing?

Sekolah di negara maju, dalam foto ini adalah sekolah di Amerika

Melirik sekolah-sekolah di negara tetangga kita, sebut saja di Singapura, Malaysia, atau Australia, tentunya kita sudah ketinggalan jauh dengan fasilitas dan lingkungan sekolah mereka yang nyaman. Terlebih, siswa di sana juga mendapatkan kewajiban yang mengikat untuk sama-sama merawat lingkungan di sekitar sekolah. Mungkin itu sebabnya siswa-siswi di negara-negara tetangga kita lebih berkualitas secara rata-rata daripada di Indonesia.

Jika kita mencari korelasi antara lingkungan sekolah yang nyaman dengan prestasi siswa di sekolah, maka didapatlah fakta bahwa proses belajar mengajar itu memerlukan ruang dan lingkungan pendukung untuk dapat membantu siswa dan guru agar dapat berkonsentrasi dalam belajar. Mengapa begitu? Karena belajar memerlukan kondisi psikologi yang mendukung. Jika para siswa belajar dalam kondisi yang menyenangkan dengan kelas yang bersih, udara yang bersih, dan sedikit polusi suara, niscaya tingkat prestasi para siswa juga akan naik.

Lingkungan Pekarangan Sekolah yang Nyaman

Bagi para siswa, tentunya kegiatan belajar mengajar memerlukan lingkungan pekarangan sekolah yang nyaman, bersih, dan cukup pepohonan. Tidak itu saja, bagi para siswa di tingkat Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak, lingkungan dengan taman bermain yang tercukupi akan membuat tumbuh kembang anak menjadi baik dan menyenangkan. Hal ini juga sesuai dengan dasar-dasar pendidikan yang memang dibutuhkan oleh siswa. Bukankah lebih baik bermain-main sambil belajar, daripada belajar sambil main-main?

Apa saja syarat-syarat lingkungan sekolah yang nyaman?

1. Lapangan bermain

Fasilitas lapangan bermain adalah sesuatu hal yang sangat penting bagi kegiatan belajar mengajar di sekolah, khususnya yang berhubungan dengan ketangkasan dan pendidikan jasmani. Selain itu lapangan bermain juga dapat digunakan untuk kegiatan bermain siswa, kegiatan upacara/apel pagi, dan kegiatan perayaan/pentas seni yang memerlukan tempat yang luas.

2. Pepohonan rindang

Semakin pesatnya pertumbuhan sebuah daerah menyebabkan pepohonan rindang habis ditebangi untuk dijadikan bangunan, terlebih jika harga tanah ikut melonjak naik. Inilah yang menjadikan jumlah oksigen berkurang. Oksigen adalah salah satu pendukung kecerdasan anak. Kadar oksigen yang sedikit pada manusia akan menyebabkan suplai darah ke otak menjadi lambat, padahal nutrisi yang kita makan sehari-hari disampaikan oleh darah ke seluruh tubuh kita. Karena itulah dibutuhkan banyaknya pohon rindang di lingkungan pekarangan sekolah dan lingkungan sekitar sekolah.

3. Sistem sanitasi dan sumur resapan air

Sistem sanitasi yang baik adalah syarat terpenting sebuah lingkungan layak untuk ditinggali. Dengan sistem sanitasi yang bersih, maka seluruh warga sekolah akan dapat lebih tenang dalam mengadakan proses belajar mengajar. Selain itu diperlukan juga sistem sumur resapan air untuk mengaliri air hujan agar tidak menjadi genangan air yang dapat menjadikan kotor lingkungan sekolah, atau bahkan membahayakan apabila didiami oleh jentik-jentik nyamuk.

4. Tempat pembuangan sampah

Sampah adalah salah satu musuh utama yang mempengaruhi kemajuan suatu peradaban. Semakin bersih suatu tempat, maka semakin beradab pula orang-orang di tempat itu. Terbukti dari kesadaran penduduk-penduduk di negara maju yang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Dalam masalah sampah di sekolah, perlunya ditumbuhkan kesadaran bagi seluruh warga sekolah untuk turut menjaga lingkungan. Caranya adalah dengan menyediakan tempat pembuangan sampah berupa tong-tong sampah dan tempat pengumpulan sampah akhir di sekolah, dan memberikan contoh kepada siswa untuk selalu membuang sampah pada tempatnya.

5. Lingkungan sekitar sekolah yang mendukung

Adanya kasus di beberapa daerah, misalnya lingkungan sekolah yang dekat dengan pabrik yang bising dan berpolusi udara, atau lingkungan sekolah yang berada di pinggir jalan raya yang selalu padat, atau bahkan lingkungan sekolah yang letaknya berdekatan dengan tempat pembuangan sampah atau sungai yang tercemar sampah sehingga menimbulkan ketidaknyamanan akibat bau-bau tak sedap. Kasus-kasus tersebut adalah kasus yang perlu penanganan langsung dan serius dari pemerintah. Lingkungan sekitar sekolah yang seperti itu akan dapat menyebabkan siswa cenderung tidak nyaman belajar, atau bahkan penurunan kualitas kecerdasan akibat polusi tersebut. Karena itulah sudah saatnya pemerintah memperhatikan generasi penerusnya ini, karena beberapa kasus terjadi malah diakibatkan pemerintah itu sendiri. Contohnya, sebuah sekolah yang sudah berada di lingkungan yang mendukung, tapi tiba-tiba harus merasakan imbas dari pembangunan proyek di sekitar sekolah itu akibat pemerintah yang tidak mengindahkan sistem tata kota yang sudah ada.

6. Bangunan sekolah yang kokoh dan sehat

Banyak sekali adanya kasus tentang bangunan sekolah yang roboh di Indonesia. Entah itu karena bangunannya sudah tua, ataupun bangunan baru yang dibangun dengan asal-asalan. Ini juga adalah kewajiban pemerintah untuk mengatasinya. Karena bangunan sekolah sudah semestinya dibangun dengan kokoh dan memiliki syarat-syarat bangunan yang sehat, seperti ventilasi yang cukup dan luas masing-masing ruang kelas yang ideal.

Mungkin banyak sekali  syarat-syarat lingkungan sekolah yang nyaman, tapi keenam poin di atas sudah cukup untuk menjadikan suasana belajar dan mengajar yang menyenangkan bagi siswa dan gurunya.

Kondisi Sekolah di Pedalaman Indonesia

Kesimpulan :

Prestasi belajar di sekolah tidak hanya dipengaruhi oleh bagaimana anak-anak giat belajar dan dapat memahami pelajaran di sekolah, tapi juga kondisi lingkungan sekolahnya yang mendukung. Lingkungan sekolah yang nyaman dan bersih dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, anak-anak menjadi lebih sehat dan dapat berpikir secara jernih, sehingga dapat menjadi anak-anak yang cerdas dan kelak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Penulis : Tio Alexander

Saya ingat sekali bagaimana pengalaman saya ketika mengikuti Jambore Nasional dulu sewaktu saya SMP. Tapi saya baru tahu kalau ada Jambore On The Air seperti ini. Bagi saya teknologi Informasi sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan saya Karena itu, sebagai pencinta Teknologi Informasi dan “Veteran Pramuka” saya merasa sangat senang sekali mendengar hal ini. Terutama sekali rasa terima kasih kami terhadap Kang Onno W. Purbo yang telah membantu memajukan TI di Indonesia. Saya rasa Kang Onno memang layak menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Republik Indonesia.

pramuka dan orari

Sejak 52 tahun yang lalu, Pramuka (Scout) telah mengadakan Jambore On The Air (JOTA) Internasional atau Jambore di udara menggunakan peralatan ORARI. Selanjutnya, JOTA berkembang menggunakan Internet dan dikenal dengan sebutan Jambore On The Internet (JOTI).

Pada tanggal 17-18 Oktober 2009, kembali diselenggarakan JOTA dan JOTI oleh Pramuka Indonesia bekerja sama dengan ORARI. Rekan-rekan ORARI di seluruh Indonesia membantu adik-adik Pramuka untuk dapat mengudara dan berpartisipasi pada JOTA dan JOTI.

Secara tradisional, adik-adik Pramuka akan berbicara menggunakan radio SSB maupun radio FM VHF untuk berkomunikasi dengan anggota pramuka lainnya di Indonesia maupun di dunia.

Berbeda dengan kegiatan tradisional JOTA, stasiun JOTA YC0ZSA yang berlokasi di Jakarta Pusat yang dioperasikan oleh rekan-rekan ORARI dari Lokal Kemayoran YC0ZAL melakukan beberapa terobosan pada kegiatan JOTA di Indonesia.

Beberapa terobosan yang dilakukan antara lain adalah dilakukan workshop dimana adik-adik Pramuka diperkenalkan teknik untuk beroperasi pada frekuensi Microwave 2,4 GHz menggunakan peralatan Ubiquiti PowerStation2, NanoStation2 dan PicoStation2 yang merupakan hibah dari Wireless University dari Amerika Serikat.

Adik-adik pramuka diperkenalkan cara menginstalasi peralatan dan teknik mengarahkan Access Point PowerStation2 agar dapat tersambung dan memberikan akses Internet pada kecepatan 54Mbps ke peralatan Access Point Client NanoStation2.

Komunikasi digital amatir radio dilakukan menggunakan software Open Source FLDIGI. Di sini mikrofon sama-sama tidak digunakan, adik-adik Pramuka berkomunikasi menggunakan keyboard di komputer melalui saluran radio.

Pada kesempatan JOTA internasional 2009, adik-adik Pramuka menggunakan mode digital BPSK-31 pada frekuensi kerja 14.070MHz. Station JOTA YC0ZSA berhasil berhubungan dengan stasiun di Australia, Vietnam, Rusia dan memonitor komunikasi dari Inggris, Eropa dan banyak stasiun lainnya. Hal ini barangkali pertama kali dilakukan di JOTA Internasional Indonesia.

Yang tidak kalah menarik adalah stasiun JOTI menggunakan software iQSO dan eQSO. JOTI dengan eQSO dilakukan oleh adik Pramuka menggunakan laptop yang tersambung ke Internet. Kira-kira mirip voice chatting di Internet.

Station JOTI YC0ZSA dioperasikan di bawah bimbingan Pak Bambang YD0NWM meggunakan akses Internet selular. JOTI dilakukan pada room Pramuka dan NstaraNet. eQSO kali ini berhasil berkomunikasi dengan stasiun JOTI dari Batam, dan banyak lokasi lainnya melalui Internet.

Sumber : DetikiNet

Foto-Foto Jambore On The Air dari Facebook Kang Onno :

JOTH1

JOTH2

JOTH3

JOTH4

JOTH5

JOTH6

JOTH7

JOTH8

JOTH9

JOTH10

JOTH11

JOTH13

NOTE : Semoga saja ini bisa menjadikan anak-anak Indonesia menjadi calon-calon ahli teknologi informasi di Indonesia dan tentunya dapat juga membanggakan di dunia internasional. Salut buat Kang Onno!! 😀

Menu

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email. GRATIS!

Bergabunglah dengan 610 pengikut lainnya

Rating teratas

RIWAYAT BLOG

dilarang keras copy paste kecuali menyertakan sumbernya!

Download Qur’an Digital

free counters