You are currently browsing the tag archive for the ‘Tio Alexander’ tag.

Kejadian ini baru saja terjadi satu jam yang lalu, tepatnya pukul 11.15 (11/10/2010). Lagi asyik-asyiknya nyoba Laptop mahal punya kantor bapak saya (yang kalau saya jual motor baru saya pun nggak akan terbeli itu laptop), eh tiba-tiba ada Pak Pos berkunjung ke rumah. Kemudian Pak Pos itu memanggil nama saya. Langsung saya ngacir ke depan tanpa sandal dan menghampiri sang pahlawan informasi itu.

Pak Pos itu berkata, “Ada surat, mas.”

Saat saya terima, tiba-tiba saya kaget melihat logo GOOGLE yang tertera di amplop surat tersebut. “Hah?? Dari GOOGLE??”

Baca entri selengkapnya »

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Hari ini adalah hari sabtu. Mumpung hari ini nggak ada kerjaan kuliah dan belum ada orderan, mendingan jalan-jalan ke Perpustakaan Nasional di Salemba, Jakarta Pusat. Sebetulnya hari ini saya nggak ada rencana mau pergi ke Perpustakaan Nasional, tapi berhubung harus bantu-bantu Oya mempersiapkan skripsinya, ya mau nggak mau harus ke sana juga.

Mulanya saya malas ke Perpusnas (kependekannya Perpustakaan Nasional) karena cerita-cerita dari kawan-kawan saya yang bilang kalau di tempat itu nggak boleh minjam buku, dan mereka juga bilang kalau mau masuk sana aja ribetnya minta ampun. Saya pun percaya aja sama kata-kata mereka, walaupun sebetulnya saya juga nggak yakin apa mereka pernah ke sana apa nggak. 😆

Baca entri selengkapnya »

Sebelum memulai tulisan ini terlebih dahulu saya akan menjawab pertanyaan dari banyak pembaca blog ini, kemanakah saya selama ini? Apa yang saya lakukan hingga tidak menulis dalam waktu yang cukup lama?

Beberapa pertanyaan tersebut saya dapatkan di email, Facebook, dan twitter saya. Memang tidak banyak, mengingat pengunjung blog ini paling sedikit hanya 1000 orang/hari. Namun hal itu cukup mengusik pikiran saya untuk segera menulis lagi untuk blog ini. Blog ini sudah menjadi bagian dari hidup saya, dan sungguh sulit untuk meninggalkannya.

Baca entri selengkapnya »

“Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.”
UUD ’45 pasal 34

Baca entri selengkapnya »

Jika Langit Menjadi Mendung, Salahkah Hujan?

Pagi ini langit sangatlah mendung
Sebagian orang menjadi murung
Sebagian lainnya berselimut sarung
Tapi sebagian juga berharap untung

Tak ada yang salah dengan langit
dengan hujan yang turun tak sedikit
kemudian membuat tanaman bangkit
dan membantu manusia melancarkan parit

Orang-orang kembali murung dan lesu
karena melihat langit tak biru
padahal langit tak bermaksud begitu
prasangkalah yang merusaknya selalu

Tuhanku lah Yang Maha Pemberi rezeki
Karena hujan adalah hak untuk Bumi
yang membersihkan setiap jasmani
Namun banyak manusia tak mensyukuri

Bayangkanlah jika hujan tak turun
kemudian lamanya hingga setahun
semesta Alam akan memohon ampun
atas dosa manusia yang terhimpun

W.S. Darmadi
27 Juli 2010
08:40 WIB

NOTE : Puisi ini terinspirasi dari keluhan banyak orang di sekitar saya (termasuk di Facebook dan Twitter) karena hari ini langit mendung dan turun hujan. Semoga menjadi bahan renungan untuk kita bersama. 🙂

NOTE : Melihat anak remaja zaman sekarang pada keranjingan lagu-lagu dan drama Korea, saya juga nggak mau kalah. 😛

“Rasanya sudah lama sekali nggak main Go.” Begitulah saat saya pertama kali mendengar kembali lagu-lagunya DREAM, grup musik asal Jepang yang terdiri dari cewek-cewek cantik nan imut. Berhubung saat sekolah dulu saya tumbuh bersamaan dengan boomingnya lagu-lagu J-Pop di Indonesia, jadi nggak heran banyak lagu-lagu Jepang yang saya hafal, bahkan Kimigayo! 😆

Sekarang kita ulas tentang DREAM yang mungkin sudah banyak dilupakan penggemarnya di Indonesia. (DREAM yang saya bahas di sini formasi awal lho)

DREAM

Pada bulan Mei 1999, perusahaan rekaman Jepang Avex Trax mengadakan kontes dengan harapan mencari bakat baru. Mirip-mirip Indonesian Idol gitu lah kira-kira. Kemudian dari 120.000 orang kontestan hanya 3 gadis bersuara merdu nan berwajah imut lah yang terpilih. Mereka adalah Mai Matsumuro, Yu Hasebe, dan Kana Tachibana. Setelah itu mereka bertiga dilatih untuk kemudian membentuk grup vokal bernama DREAM.

Baca entri selengkapnya »

Alhamdulillah, setelah 3 hari tidak menyambangi blog ini sekarang kesampaian juga ada waktunya.

Beberapa hari ini banyak hal yang mesti saya urus, mulai dari pengaturan jadwal terapi saya hingga rencana meneruskan kuliah yang sudah lama terbengkalai. Pokoknya tahun 2010 ini saya sudah harus lulus. Mohon doanya ya… 😀

Ngomong-ngomong soal judul cerita saya kali ini adalah tentang Nasi Kebuli Masjid Al-Hawi. Semuanya nggak jauh dari sholat Jum’at yang baru saja saya jalani. Sholat Jum’at di masjid dekat rumah saya ini memang menyenangkan, selain kenyang batin karena disuguhi nasehat Islam, pihak masjid juga sering menyediakan makanan selepas sholat Jum’at. Sebenarnya sudah lama saya mau ceritakan hal ini, cuma nggak tau kenapa selalu lupa. 😆

Masjid Al-Hawi

Foto Al-Hawi dari seberang jalan

Baca entri selengkapnya »

Menu

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email. GRATIS!

Bergabunglah dengan 608 pengikut lainnya

Rating teratas

RIWAYAT BLOG

dilarang keras copy paste kecuali menyertakan sumbernya!

Download Qur’an Digital

free counters