You are currently browsing the tag archive for the ‘W.S. Darmadi’ tag.

Jika Waktu Membawaku Kembali?

Mengapa waktu cepat sekali berjalan?
dalam pikiranku yang belum menyentuh kenyataan
juga berlangsung lebih cepat di luar pikiran
yang membuatku seolah selalu terkalahkan

Aku tau waktu dapat mendengarku
juga dapat menyentuhku dan melintasiku
melintasi memori masa lalu dan terkadang masa depanku
yang juga bisa membuatku terdesak hingga membisu

Wahai sang waktu yang tak abadi
Bolehlah kau membawaku kembali?
Ke suatu masa yang amat ku sesali
hingga tak ada lagi beban di hati

Kemudian berkatalah sang waktu kepadaku :
“Wahai manusia yang melintasiku,
janganlah engkau memintaku untuk membawamu,
karena aku hanya mematuhi Tuhanku Yang Maha Satu.”

Kemudian tersadar aku dalam-dalam
penyesalan yang selama ini berujung kelam
hanya membuat hidupku semakin suram
Ampunilah aku, Ya Tuhanku Penguasa Semesta Alam

W.S. Darmadi
7 Oktober 2010
15:47 WIB

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Jika Langit Menjadi Mendung, Salahkah Hujan?

Pagi ini langit sangatlah mendung
Sebagian orang menjadi murung
Sebagian lainnya berselimut sarung
Tapi sebagian juga berharap untung

Tak ada yang salah dengan langit
dengan hujan yang turun tak sedikit
kemudian membuat tanaman bangkit
dan membantu manusia melancarkan parit

Orang-orang kembali murung dan lesu
karena melihat langit tak biru
padahal langit tak bermaksud begitu
prasangkalah yang merusaknya selalu

Tuhanku lah Yang Maha Pemberi rezeki
Karena hujan adalah hak untuk Bumi
yang membersihkan setiap jasmani
Namun banyak manusia tak mensyukuri

Bayangkanlah jika hujan tak turun
kemudian lamanya hingga setahun
semesta Alam akan memohon ampun
atas dosa manusia yang terhimpun

W.S. Darmadi
27 Juli 2010
08:40 WIB

NOTE : Puisi ini terinspirasi dari keluhan banyak orang di sekitar saya (termasuk di Facebook dan Twitter) karena hari ini langit mendung dan turun hujan. Semoga menjadi bahan renungan untuk kita bersama. 🙂

Baru saja saya menerima sebuah komen di Blog ini dari seseorang tak dikenal. Dia sendiri mengaku telah membaca keseluruhan blog ini. Mungkinkah 264 Artikel dia baca semua? Sedangkan saya baru beberapa kali melihat namanya muncul di kolom komentar, dan itu pun seingat saya pertama kali muncul beberapa bulan lalu.

Orang itu menggunakan nama singkat, saya tidak tau itu nama aslinya atau tidak, tetapi saya menebak kalau itu bukan nama aslinya. Email yang dia gunakan juga email fiktif yang tak mungkin dibuat lagi di Yahoo kecuali mungkin 10 tahun lalu.

Yang unik, IP orang ini tergolong IP yang sudah masuk ke golongan spammer WordPress. Ada beberapa hal yang menjadikan IP seseorang menjadi diblacklist di WordPress. Salah satunya adalah karena komentar kasar, tidak sopan, menyinggung, menyulut permusuhan, dsb. Dan saya mensinyalir IP tersebut tergolong SPAM karena hal tersebut.

Baca entri selengkapnya »

Jika pedang sudah terangkat

Kami duduk dengan damai
Mereka datang mengancam
Mereka berbuat aniaya
Padahal ini tanah kami

Ini adalah tanah kami
Sekali lagi, ini adalah tanah kami!
Bukan tanah kalian!
Dan bukan tanah tuhan kalian!

Kalian berbuat aniaya di tanah kami
Kalian mengangkat pedang di depan mata kami
Jika pedang sudah terangkat, maka perang dikobarkan
Tidak peduli siang ataupun malam, ini tanah kami!

Perang sudah dimulai, darah siap ditumpahkan
Dan mereka akan berlarian mencari persembunyian
Dan pohon-pohon dan batu akan menyeru kami untuk menemukan mereka
Dan sebuah batu berseru, “Wahai umat Muhammad, mereka ada di sini!”

Mereka kemudian kembali berlarian
Akankah mereka memohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Satu?
Tidak, sekali-kali tidak!
Mereka bahkan tidak lebih baik dari batu yang berseru mengagungkan Tuhan kami.

Mereka akan tertangkap dan mereka menangisi diri mereka
Kemudian mereka akan berkata, “Kami adalah saudara kalian, jangan bunuh kami!”
Dan sebatang pohon berseru, “Mereka ingkar terhadap Allah, bunuhlah mereka!”
Sungguh jika mereka tak mau menyebut nama Allah, habislah sudah masa mereka

Saat pedang sudah terangkat dan darah ditumpahkan
Maka saat itu sudah habis masa mereka untuk mencari
Mereka hidup dalam kehampaan ruh mereka dan mati dengan keadaan yang sama
Jika saja mereka mengerti, maka tak perlulah kepala mereka terlepas dari tubuhnya

W.S. Darmadi
25 Mei 2010
20:10 WIB

Anda mau tau kenapa saya menulis ini? Alasannya saudara kami telah banyak dimurtadkan oleh kaum penyembah Salib.

Jika Boleh Aku Menjadi Bintang

Aku melihatmu menatap ke arah langit malam
Jutaan bintang yang selalu membuatmu tenteram
Kau adalah gadis yang memikat para bintang malam
Yang kau jadikan teman di kala cerah maupun kelam

Indahnya gemerlap bintang yang cemerlang
Turut membawaku kepada khayalku yang sempat menghilang
Aku memendamnya karena takut terlalu jauh terbang
Tak seperti dirimu yang memiliki hati sekuat karang

Jika kau terbang jauh bersama bintang-bintang itu
Aku mau kau membawaku turut serta bersamamu
Meski jika kemudian kau terjatuh, dan begitupula aku
Maka percayalah jika aku akan selalu menemanimu

Jangan kau bersedih wahai sayangku…
Meski malam ini langit menjadi kelabu
Pandangilah luasnya langit hatiku
Akulah satu bintang paling cemerlang untukmu

W.S. Darmadi
17 Mei 2010
02:35 WIB

Puisi ini saya buat untuk kekasih saya. Dia senang sekali memandangi bintang di langit.

Pernah suatu hari dia mengajak saya melihat ke arah langit pada suatu malam yang tidak begitu cerah langitnya, saat itu hanya terlihat satu bintang yang bersinar terang.

Lalu dia berkata, “Itu kamu, yang selalu menemani malam-malamku.”

Saya hanya tersenyum mendengarnya. Semoga saya bisa selalu dapat membuatnya tersenyum. 🙂

Kau Datang Kemudian Kau Pergi

Dahulu kau datang membawa segenggam cahaya
Yang menerangiku dengan kehangatannya
Melupakanku pada sesuatu yang kuanggap cinta
Hingga melambungkanku kemudian menjatuhkannya

Jika kau tau betapa dalamnya aku memandangmu
Merasuki hatimu hingga mendebarkan seluruh anganku
Yang bahkan aku sendiri pun tak menyadari hal itu
Tapi kini kau malah menjauhi diriku…

Aku tau aku tak kau anggap sebagaimana yang orang tau
Mereka melihat kita bersama yang seolah malu-malu
Tapi tak begitu bagiku dan bagi dirimu…
Kau yang sekarang tak sama dengan yang dahulu

Jika kau memang tak menginginkanku
Maka janganlah kau menghancurkan hatiku
Membawa harapan kepada bunga yang sedang layu
Kemudian memetik kelopaknya satu-persatu

Pergilah kau wahai sayang
Jika kau memang mau menghilang
Jangan pernah ada kata yang terulang
Yang membuatku mengingat bayang-bayang

W.S. Darmadi
8 Mei 2010
10:23 WIB

Baca entri selengkapnya »

Seberapakah Kau Tau Diriku?

Kau memanggilku dari kejauhan
dan aku tau bahwa itu suaramu
padahal kita tak saling tau
dan dia yang membawamu padaku

Aku tak tau bagaimana terjadi
tapi dia terlihat sangat percaya
dan aku sangat mempercayainya
hingga kau jatuh hati padaku

Kau tau aku…
Aku tak pernah berkata “ya” kepadamu
bahkan tak juga berkata “tidak”
supaya aku tau betapa kau jatuh hati padaku

Dia tak mengerti bagaimana hatimu
dan seberapa dalam kau jatuh hati padaku
tapi aku tau dari bisikan hatiku
karena hati tak akan mendustaiku

Jika kau mengerti kenapa aku begini
maka kau akan semakin menjadi
dan akan kubiarkan hingga nanti
Saat yang tepat untuk aku, kau, dan dia

W.S. Darmadi
19 April 2010
03:01 WIB

Puisi ini terinspirasi dari mimpi yang baru saja saya alami.

Dan maksud dari puisi ini adalah :

Baca entri selengkapnya »

Menu

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email. GRATIS!

Bergabunglah dengan 610 pengikut lainnya

Rating teratas

RIWAYAT BLOG

dilarang keras copy paste kecuali menyertakan sumbernya!

Download Qur’an Digital

free counters